Demi Kepentingan Masyarakat, Erik Minta KLHK Ciutkan HGU PT IIS

oleh -174 views

RIAU (LK) – Masyarakat Kabupaten Pelalawan khususnya di Kecamatan Pangkalan Kerinci kembali menuai kekecewaan dari PT Inti Indosawit Subur (IIS), perusahaan yang bergerak dalam bidang perkebunan kelapa sawit itu lagi-lagi ingkar dengan janjinya untuk merealisasikan lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) pada 28 Mei 2021.

Koordinator Forum LPM, RT, RW dan Kaling se – Kecamatan Pangkalan Kerinci, Erik Suhenra, S.I.Kom kepada Lintaskriminal.co.id mengatakan bahwa permintaan lahan untuk TPU pada PT IIS tersebut tentu dengan alasan yang tepat, karena lahan TPU saat ini sudah hampir penuh, jadi diperlukan lahan yang baru.

“Kota Pangkalan Kerinci berkembang dengan sangat pesat, lahan TPU yang ada sekarang tinggal sedikit, lahan ini penting bagi masyarakat banyak, maka dibutuhkan lahan yang baru. Wajar jika masyarakat menyasar lahan milik PT IIS yang memang berada di Ibukota Kabupaten Pelalawan,” ungkap Erik.

Menurut keterangan bapak satu anak itu, ketika pertemuan pertama dengan pihak PT IIS, pihak perusahaan mau memberikan lahan untuk tempat peristirahatan terakhir tersebut, bahkan sudah pernah melakukan peninjauan ke lapangan.

Sayangnya pada pertemuan selanjutnya pihak perusahaan berubah pikiran dan berjanji akan membelikan lahan di luar izin HGU untuk TPU, karena tujuan awal Forum LPM, RT, RW dan Kaling se – Kecamatan Pangkalan Kerinci adalah lahan, maka disepakatilah usulan dari anak perusahaan APRIL Group tersebut. Namun, ketika waktu yang disepakati kedua belah pihak, perusahaan mulai berbelit-belit.

“Ada beberapa kali pertemuan dan menghasilkan kesepakatan dengan pihak perusahaan, sayangnya pihak perusahaan tidak pernah merealisasikan janji mereka menyediakan lahan atau membelikan lahan untuk TPU. Terakhir perusahaan berjanji merealisasikannya pada Jumat 28 Mei ini, tapi tidak ada kabar,” ujar Erik usai melakukan pertemuan dengan Bupati Pelalawan, Kamis sore.

Menanggapi hal tersebut, Erik bersama Forum LPM, RT, RW dan Kaling se – Kecamatan Pangkalan Kerinci mengaku masih memberikan kesempatan terakhir pada pihak perusahaan untuk segera merealisasikan janji mereka, paling tidak masih menunggu keterangan hingga akhir bulan Mei ini.

Namun, apabila tidak ada perkembangan mengenai lahan TPU tersebut, dalam waktu dekat Erik dan rekan-rekan berencana akan mendatangi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan meminta untuk menciutkan HGU milik PT IIS yang berada di tengah Kota.

“Kebutuhan Kabupaten masih banyak, selain HGU masih ada kebutuhan lainnya seperti Lapas, jadi kita bakal meminta KLHK untuk menciutkan HGU milik PT IIS dan memberikannya pada pemerintah Kabupaten Pelalawan demi kepentingan masyarakat banyak,” pungkasnya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari PT IIS terkait alasan ditundanya realisasi TPU untuk masyarakat Kecamatan Pangkalan Kerinci.

Penulis : Yusman

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.