Ringkasan Berita:
- Awalnya Dewi Astutik mengajukan izin sebagai tenaga kerja wanita, ternyata menjadi pemimpin pengedar narkoba dengan jumlah narkoba senilai Rp 5 triliun.
- Dewi Astutik kini menjadi perhatian warga sekitar serta keluarganya.
- Kepolisian mengungkapkan sebuah jaringan yang di dalamnya terdapat Dewi Astutik
Lintaskriminal.co.id –Perjalanan karier Dewi Astutik yang dikenal sebagai Mami atau Pariyatin hingga kembali ke tanah air sebagai bos narkoba internasional terungkap.
Kepolisian mengungkapkan penyebab awal Dewi Astutik terlibat dalam jaringan narkoba yang bernilai triliunan rupiah.
Dewi yang juga dikenal dengan sebutan Mami adalah buronan kelas kakap karena terlibat dalam jaringan narkoba Golden Triangle (wilayah Indochina Asia Tenggara yang menjadi penghasil opium) dan Golden Crescent (kawasan Asia Tengah yang menghasilkan opium).
Jaringan peredaran narkoba yang dipimpin oleh Dewi Astutik beroperasi di kawasan Asia Tenggara, Asia Timur, hingga Afrika.
Bahkan, Dewi menjadi tokoh utama dalam penyelundupan 2 ton sabu dengan nilai Rp 5 triliun di wilayah Indonesia pada Mei 2025.
Ia diketahui terlibat dalam perdagangan narkoba sejak awal tahun 2024.
Berangkat jadi TKW
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Suyudi Ario Seto menyampaikan bahwa Dewi pergi ke Kamboja untuk bekerja sebagai tenaga kerja wanita (TKW).
“Keberadaan PAR yang dikenal sebagai Dewi, yang pernah bekerja sebagai TKW di Taiwan dan Hong Kong, maka sebelum berada di Kamboja pada tahun 2023, PAR yang dikenal sebagai Dewi belum memiliki catatan kejahatan,” ujar Komjen Suyudi saat dihubungi, Jumat (5/12/2025), dilaporkan Lintaskriminal.co.id – dari Kompas.com, Minggu (7/12/2025).
Jadi scammer
Dewi diketahui mengatakan pamit kepada keluarganya untuk pergi ke Kamboja pada tahun 2023.
Namun, Dewi terjebak dalam bisnis ilegal setelah tertarik untuk mendapatkan uang dengan cepat. Ketika operasi penipuan online atau scamming marak, Dewi ikut serta di dalamnya.
“PAR yang merupakan Dewi Astutik awalnya bekerja sebagai TKW di Kamboja, lalu mulai terlibat dengan kejahatan penipuan yang marak di sana karena memberikan keuntungan cepat,” kata Suyudi.
Kamboja bukan negara pertama yang dikunjungi oleh Dewi.
Sebelumnya, dia juga pernah bekerja sebagai TKW di Taiwan dan Hong Kong.
Mulai terlibat peredaran narkoba
Suyudi menyampaikan bahwa Dewi pertama kali terlibat dalam jaringan narkoba setelah bertemu dengan seorang warga negara asing (WNA) asal Nigeria yang memiliki inisial DON.
Pada masa itu, keduanya berjumpa di Kamboja.
Situasi ini yang membuat Dewi terjebak dalam dunia perdagangan narkoba.
“PAR adalah yang menjadi pengasuh dan figur penting Dewi Astutik selama berada di Kamboja dan mulai terlibat dalam bisnis narkoba, sedangkan PAR bertugas mencari kurir,” kata Suyudi.
Setelah bertemu dengan DON, Dewi mulai bekerja sebagai perekrut kurir narkoba.
BNN mencatat bahwa keterlibatan Dewi dalam bisnis ilegal tersebut dimulai sejak awal tahun 2024.
Bersihkan riwayat kejahatan di Indonesia
Berdasarkan hasil sementara, Dewi tidak memiliki catatan kejahatan di Indonesia.
Namun, pihak berwajib masih terus menyelidiki apakah Dewi terlibat dalam bisnis ilegal selama berada di tanah air.
Suyudi menegaskan, keterlibatan Dewi dengan pemimpin narkoba terjadi ketika dia berada di Kamboja.
Bisnis narkoba sebenarnya tidak dimulai di Indonesia. (Dewi) masuk ke Kamboja pada tahun 2023, dan melakukan tindak pidana narkotika pada awal 2024,
Saat ini, pihak berwajib masih melakukan pengejaran terhadap DON yang membawa Dewi ke dunia ilegal.
Keluarga tidak mengetahui bahwa Dewi Astutik adalah pengedar narkoba.
Kepada keluarga, Dewi berpamitan untuk bekerja sebagai tenaga kerja wanita di luar negeri.
Kemudian, penangkapan yang terjadi pada awal Desember mengejutkan pihak keluarga.
Bahkan, suami Dewi tidak menyadari bahwa istrinya terlibat dalam kegiatan ilegal.
“Suaminya bahkan tidak mengetahui bahwa PAR yang dikenal sebagai Dewi terlibat dalam jaringan narkoba,” kata Suyudi.
Keluarga Dewi di Ponorogo, Jawa Timur, menerima dengan ikhlas kondisi yang sedang terjadi.
“Saya kaget, tapi saya menerima. Lihat di foto, itu memang istri saya (Dewi Astutik atau Pariyatin),” kata Sarno, suami Dewi, saat diwawancara di rumahnya di Lingkungan Jepun, Desa/Kecamatan Balong, Ponorogo, Rabu (3/12/2025).
Berita viral lainnya
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews Lintaskriminal.co.id –
