Dibakar Api Cemburu, Seorang Lansia 70 Tahun Ditebas Hingga Tewas

oleh -112 views

Bali,( LK ) — Waka polres Badung Kompol Ni Putu Utariani, SH Pres Rilis pengungkapan kasus pembunuhan lansia yakni Karmiadi (70) yang terjadi di Jalan Muding Indah IX, Kerobokan Kaja, Kuta Utara, Sabtu (20/3).

Wakapolres Badung seijin Kapolres AKBP Roby Septiadi, SIK menjelaskan terkait kasus pembunuhan lansia ini, tersangka Matsari (44) terancam hukuman mati karena melakukan pembunuhan berencana.

“Tersangka Matsari dikenakan Pasal 340 KUHP yaitu pembunuhan berencana dengan ancaman maksimal hukuman mati. Selain itu juga dikenakan Pasal 338 KUHP. Tapi unsur berencananya sudah masuk. Untuk barang bukti celurit masih dilakukan pencarian,” Terang Wakapolres Badung didampingi Kasubbab Humas Iptu Ketut Gede Oka Bawa, SH di di Lobby Polres Badung, Bali. Jumat, (26/3).

Menurut Kompol Putu Utariani yang akrab dipanggil Utari ini, terbongkarnya perselingkuhan korban dengan istri pelaku berinisial Jum karena cupang. Pelaku melihat banyak cupang di leher istrinya.

“Saat ditanya baik-baik soal tanda merah di leher (cupang) itu, istri pelaku tidak mengaku. Setelah dipaksa dan rambutnya dijembat, barulah istri pelaku mengaku selingkuh dengan korban,” ujarnya.

Sementara tersangka Matsari mengaku melakukan pembunuhan sadis itu karena khilaf. Dia membenarkan melihat cupang di leher istrinya. Dia tambah yakin istrinya selingkuh dengan korban.

“Banyak merah di leher istri saya. Sebenarnya kasihan. Saya menebas (korban) karena khilaf karena istri digituin (selingkuh),” kata Matsari yang mengaku punya dua anak masih kecil ini.

Seperti diberitakan, kasus penebasan berujung maut terjadi di Jalan Muding Indah IX, Kerobokan Kaja, Kuta Utara, Sabtu (20/3). Seorang kakek, Karmiadi (70) dibunuh menggunakan celurit oleh tersangka Matsari (44). Pelaku diamankan beberapa jam setelah kejadian. Hasil interogasi, Matsari asal Sampang, Jawa Timur ini mengaku nekat membunuh karena cemburu istrinya selingkuh dengan korban. Pelaku menebas korban hingga lehernya nyaris putus.

Penulis : I Dewo Ananda

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.