
Berdasarkan keterangan sejumlah warga, anak sungai yang sebelumnya menjadi saluran air alami kini telah dipersempit dan diduga dialihkan menjadi drainase kecil. Perubahan tersebut disebut-sebut dilakukan tanpa kejelasan izin maupun kajian dampak lingkungan yang memadai. Akibatnya, kapasitas tampung air berkurang drastis dan aliran air tidak lagi mengalir normal, sehingga meluap ke permukiman warga.
“Dulu air mengalir lancar karena itu anak sungai alami. Sekarang dipersempit jadi parit, kalau hujan deras pasti meluap,” ujar salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Warga mengaku sempat mengonfirmasi persoalan ini ke pihak Kelurahan Banjarsari. Namun, saat diminta menunjukkan peta krawangan atau peta batas wilayah yang menjelaskan status dan posisi anak sungai tersebut, pihak kelurahan disebut tidak dapat memberikan data yang jelas. Sikap salah satu oknum perangkat kelurahan yang dinilai emosional saat dikonfirmasi justru memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat.