Dilema PPDB, Sekolah dan Komite Diminta Bijak Tetapkan Harga Seragam

by -66 views

RIAU (LK) – Mungkin hanya sebagian kecil masyarakat yang tidak terdampak pandemi COVID-19, meski kendala himpitan ekonomi roda kehidupan tetap berputar. Salah satunya seperti dalam dunia pendidikan yang harus menerima peserta didik baru, meski proses belajar mengajar belum ditetapkan kapan akan dimulai.

Berbicara mengenai Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kabupaten Pelalawan, kebijakan pihak sekolah dinilai masih mengambil kesempatan dalam kesempitan, terutama dalam proyek pengadaan baju seragam yang dianggap jauh lebih mahal dibandingkan ketika orangtua murid membeli sendiri di luar sekolah.

Diungkapkan Effendi (42), salah seorang wali murid di Pangkalan Kerinci, ada dilema yang saat ini dirasakan orangtua, pertama ketika pihak sekolah dan komite mematok harga seragam sekolah terlalu mahal daripada harga di pasaran, sekolah menjadikan bukti pembayaran seragam sekolah sebagai salah satu syarat daftar ulang.

Jika dibandingkan sedikitnya kuota sekolah lanjutan dibandingkan dengan jumlah lulusan, menurut Effendi akhirnya orangtua murid terpaksa tidak ribut dengan biaya seragam yang mahal itu, bahkan dalam penetapan harga seragam sekolah yang digembar-gemborkan berdasarkan rapat komite dengan orangtua/wali murid itu sama sekali tidak ada.

“Mau bagaimana lagi, pendidikan anak adalah prioritas utama. Kalau dilihat dari himpitan ekonomi akibat pandemi ini tentu berat, tapi saat kita tidak tunduk dengan kebijakan sekolah, anak kita akan sulit melanjutkan pendidikan,” ujar pria yang memiliki usaha kecil-kecilan di Ibukota Pangkalan Kerinci itu.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi I DPRD Pelalawan, Abdullah, S.Pd mengimbau pihak sekolah dan komite sekolah untuk tidak mematok harga tinggi dalam menetapkan harga seragam sekolah, apalagi dalam situasi COVID – 19 yang berdampak buruk pada ekonomi masyarakat banyak. Pria yang aktif dalam dunia pendidikan itu juga mengingatkan pihak sekolah dan komite agar tidak mengambil kesempatan dalam kesempitan.

“Pandemi COVID-19 berdampak hingga sektor perekonomian, untuk itu kita minta pihak sekolah dan komite bijak dan mencarikan harga baju seragam terendah, dengan begitu pihak sekolah sudah membantu orangtua/wali murid,” tutupnya.

 

Penulis : Yusman

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *