Lintaskriminal.co.id –, GARUT – Dinas Kesehatan (Dinkes)Kabupaten Garutmelampaui perkembangan terkini kasus luar biasa (KLB) dugaan keracunan makanan di Kecamatan Kadungora, hingga Jumat (3/10/2025) pukul 07.00 WIB, jumlah pasien yang tercatat mencapai 307 orang.
Kepala Dinas Kesehatan Garut, Leli Yuliani, menyampaikan jumlah pasien yang terkena keracunan berasal dari tiga hari kejadian. Pada Selasa (30/9), sebanyak 147 orang mengalami gejala keracunan. Keesokan harinya, jumlahnya bertambah menjadi 139 pasien. Selanjutnya pada Kamis (2/10), terdapat penambahan sebanyak 18 pasien baru.
“Total pasien hingga hari ini berjumlah 307 orang,” kata Leli, Jumat.
Dari ratusan pasien tersebut, sebanyak 305 orang telah pulang dalam keadaan sehat. Hanya dua pasien yang masih menjalani pengobatan di RSUD Garut. Di sisi lain, tidak ada pasien yang dirawat di Puskesmas Leles maupun Kadungora.
Meskipun sebagian besar pasien telah pulih, Dinkes Garut tetap melakukan pengawasan serta menunggu hasil uji laboratorium mengenai penyebab pasti dugaan keracunan massal ini.
Kekacauan terjadi di Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, pada Selasa (30/9) sore. Ratusan siswa SMP dan seorang petugas sekolah harus dibawa ke Puskesmas setelah mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Siswa SMP PGRI Kadungora, Rahmawati (14), menceritakan bagaimana tubuhnya tiba-tiba merasa lemah beberapa saat setelah mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.
“Tiba-tiba merasa sesak dada, sulit bernapas, dan terus-menerus pusing. Saya sampai pingsan di sekolah,” kata Rahma, Rabu (1/10/2025).
Menurutnya, gejala tersebut muncul setelah ia minum susu bantal rasa cokelat dari paket MBG.
Tidak hanya siswa, Lili (33), petugas kebersihan sekolah, juga mengalami keadaan yang sama. Awalnya dia hanya ingin mencoba makanan yang dimiliki siswa yang tidak hadir, namun dua jam kemudian tubuhnya jatuh.
“Langsung lemas, mual, dan pusing. Tadi minum susu juga, serta mengonsumsi kacang edamame,” kata Lili.
