Dinkes NTT Didukung UNICEF, Pemerintah Korea dan YKMI Gelar Workshop PPI

by -87 Views

Lintaskriminal.co.id -, KUPANG– Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang bersama UNICEF Perwakilan NTT dan NTB, Pemerintah Korea serta YKMI menyelenggarakan “Workshop Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Penyakit (PPI) dalam meningkatkan kualitas layanan fasilitas kesehatan di lingkungan puskesmas”.

Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari pada tanggal 5-6 Desember 2025 dilaksanakan di UPTD Latnakes Provinsi NTT.

Selain materi yang diajarkan di kelas, peserta juga melakukan praktik di Puskesmas Tarus, Puskesmas Naibonat, dan Puskesmas Oesao.

Pelatihan ini menggunakan sistem LMS kesehatan yang terakreditasi oleh Direktorat Mutu Sumber Daya Manusia Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI dengan skor SKP 1 dan 3 sesuai dengan profesi peserta pelatihan.

Kegiatan yang dihadiri oleh para Kepala Puskesmas, Pengawas Mutu/PPI serta Petugas Sanitasi Lingkungan (TSL) dari 26 Puskesmas di Kabupaten Kupang.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kompetensi dan pemahaman peserta terkait konsep dasar Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) di lingkungan fasilitas kesehatan puskesmas, serta mempelajari metode terbaik dalam penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) PPI.

Dan memberikan peserta keterampilan dalam menyusun SOP yang sesuai dengan kondisi setiap puskesmas.

Selain itu, workshop ini bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam menerapkan SOP PPI kesehatan lingkungan, memperbarui SOP PPI Kesehatan Lingkungan secara berkala, serta melakukan pengawasan terhadap penerapan SOP PPI kesehatan lingkungan untuk mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan dan kesehatan lingkungan di tingkat puskesmas.

Rostia La Ode Pado, yang hadir mewakili Kepala UNICEF Perwakilan NTT dan NTB, menyampaikan rasa terima kasih kepada peserta, pembicara, serta semua pihak yang mendukung penyelenggaraan Workshop PPI dalam meningkatkan kualitas layanan fasilitas kesehatan lingkungan puskesmas.

Ia menekankan bahwa puskesmas sebagai ujung tombak layanan kesehatan memainkan peran penting dalam menjaga ketersediaan layanan yang aman dan bermutu, khususnya melalui penerapan PPI yang melindungi pasien, petugas kesehatan, serta masyarakat dari ancaman infeksi.

Tia menyampaikan bahwa keberhasilan PPI dalam meningkatkan kualitas layanan fasilitas kesehatan lingkungan di puskesmas sangat tergantung pada pengelolaan kebersihan lingkungan yang baik, pengelolaan limbah medis sesuai standar, serta penyusunan SOP kesehatan lingkungan yang jelas dan dapat diukur.

Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan meningkatkan pemahaman mengenai prinsip dasar PPI, pengenalan bahaya, standar kebersihan, pengelolaan limbah, serta penyusunan SOP yang sesuai dengan Permenkes dan WHO.

Ia berharap seluruh peserta mampu menerapkan prosedur kebersihan secara terus-menerus dan menjadikan workshop ini sebagai wadah untuk berbagi ilmu serta pengalaman dalam penerapan PPI kesehatan lingkungan di puskesmas, serta sebagai kesempatan untuk memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan fasilitas kesehatan yang aman, bersih, dan bermutu.

Tatang Husaini, sebagai Manajer Program YKMI, dalam arahannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan penerapan Prosedur Operasional Standar (SOP). Pihaknya yakin para peserta, khususnya Kepala Puskesmas, telah memiliki SOP.

Namun sebagai pihak yang terlibat dalam program peningkatan fasilitas WASH, ia berkeinginan memastikan bahwa kualitas pelaksanaan SOP Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) semakin diperkuat.

Oleh karena itu, kegiatan ini sangat bermakna. YKMI, sebagai mitra pelaksana UNICEF, terus memberikan dukungan kepada Pemerintah Kabupaten Kupang khususnya melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang dalam meningkatkan fasilitas WASH.

Seperti pembangunan menara air, fasilitas cuci tangan dengan sabun (CTPS), penampung air hujan, perbaikan ringan pasokan air bersih ke puskesmas, CTPS yang ramah disabilitas, toilet yang ramah disabilitas, toilet yang nyaman bagi ibu hamil, toilet yang mendukung pengelolaan kesehatan dan kebersihan menstruasi serta fasilitas lainnya.

Namun, seluruh fasilitas tersebut pada dasarnya merupakan barang yang tidak memiliki manfaat maksimal tanpa adanya perawatan yang teratur serta penggunaan yang efektif dalam pencegahan dan pengendalian infeksi di lapangan.

Maria Elisabet Anggreny, sebagai Kabid P2P Dinas Kesehatan Provinsi NTT, menekankan bahwa setiap fasilitas kesehatan harus menerapkan SOP PPI secara menyeluruh, terstruktur, dan berkelanjutan.

Karena aturan ini bukan hanya sekadar peraturan, melainkan menjadi dasar penting bagi tenaga sanitarian lingkungan, pasien, serta seluruh pihak agar tetap mendapatkan perlindungan.

Ia menegaskan bahwa puskesmas sebagai garda terdepan harus mampu mengontrol kualitas air, tanah, dan udara di sekitarnya. Melalui kegiatan workshop ini, para peserta diharapkan mampu memperbarui pengetahuan serta berdiskusi dalam penyusunan SOP, baik SOP teknis maupun administratif.

Ia juga menyoroti kondisi fasilitas dan infrastruktur yang memerlukan biaya besar ketika mengalami kerusakan, sehingga penting bagi puskesmas untuk mampu mendorong pemerintah desa agar menyisihkan anggaran untuk bidang kesehatan lingkungan.

Melalui partisipasi para kepala puskesmas dalam Musrenbang dan lokakarya desa, hal ini bisa menjadi kesempatan untuk memperjuangkan dukungan pendanaan, sehingga tidak hanya bergantung pada mitra. Ia berharap workshop selama dua hari ini mampu menghasilkan SOP PPI yang realistis, terstruktur, dan dapat diterapkan secara konsisten di seluruh puskesmas.

Di dalam workshop ini, peserta memperoleh materi mengenai konsep dasar SOP PPI di lingkungan fasilitas kesehatan Puskesmas, manfaatnya, serta prinsip penulisan yang efisien.

Berlanjut dengan studi kasus, teknik menganalisis isi SOP, memahami struktur dan kualitas materi SOP, latihan menyusun SOP PPI fasilitas kesehatan lingkungan di Puskesmas sesuai panduan dan template yang tersedia.

Untuk meningkatkan pemahaman peserta, dalam workshop ini para peserta juga diajak melakukan kunjungan atau pengamatan di tiga puskesmas sekaligus menguji coba SOP PPI fasilitas kesehatan lingkungan di Puskesmas dengan menggunakan metode Simulasi Lapangan. (*)

Ikuti informasi terkini dari Lintaskriminal.co.id -lainnya melalui GOOGLE NEWS