Direskrimum Polda Bungkam,Kasat Reskrim Pelalawan Diduga Kangkangi PerMA 1/1956

oleh -54 views

Fhoto Internet

Riau,( LK) —- Kasus Misrianik petani cacat yang kini jadi pesakitan diPolda Riau terus bergulir,belum lagi permasalahan Adi yang kini dalam tahap lidik limpahan Polda Riau ke Polres Pelalawan.Kasus yang kini telah menghilang tulang punggung dan mata pencaharian sebuah keluarga.

Saat media mencoba mendatangi keluarga Misrianik mejelaskan bahwa Misrianik adalah tulang punggung keluarga.Walaupun cacat misrianik tetap berusaha sekuat tenaga menafkahi anggota keluarganya.Tanah yang ia beli dari tetua Pangkalan baru Syamsuis juga dari hasil keringat yang ia kumpulkan sedikit demi sedikit.Surat yang ia miliki sudah diakui oleh pemda Kampar dan terdaftar dipeta kehutanan Riau.

“Kami heran kenapa Misrianik dituduh mencuri dilahan dia sendiri.Kami punya surat dan telah diakui negara.Bahkan kami melakukan pinjaman kebank dengan surat yang kami miliki.”

“Soal tuduhan bahwa tanaman itu bukan misrinik yang menanam pihak keluarga menjelaskan bahwa dulu sudah ada sawit disana.Tapi sawit kami itu dirusak oleh pelapor dan ditanami pohon yang sama ditanah kami.”

“Saat kami dan masyarakat lain mencoba melawan, kami dibenturkan dengan oknum pihak berwajib yang berusaha mengusir kami dilahan sendiri”

“Masyarakat Pangkalan baru kabupaten kampar ini kalau berhadapan dengan premanisme kami sanggup lawan tapi kalau berhadapan dengan yang berseragam kami pasti kabur.Kami ini tak tahu banyak tentang hukum.Jadi dari pada kami hadapi lebih baik cari aman.”

“Bagaimana bisa Misrianik dan adi yang panen dilahan mereka miliki dituduh mencuri. Dulu juga ada masalah disini dimana saat itu chandra yang menyerobot lahan dan punya surat Pelalawan harus membayar dan mengakui lahan itu milik masyarakat kampar.Lahan tersebut satu hamparan dengan misrianik. Permasalahan yang sama juga terjadi pada Adi yang punya lahan diPangkalan baru kampar.Kasus Adi dilimpahkan polda Riau ke Pelalawan.

Saat kami coba konfirmasi Media lewat whatsapp Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau soal kasus perdata dan pidana yang dijalankan secara bersama Kombes pol Teddy cuma bungkam tampa menjelaskan apa pun.Begitu juga saat menanyakan tentang peraturan Mahkamah Agung no1/1956 bahwa kasus pidana bisa dikesampingkan dulu jika terjadi masalah perdata.Dalam hal kasus Adi dan Misrianik dengan Teddy belum mempunyai keputusan hukum resmi siapa yang sah memiliki.

Menanggapi bungkamnya Kombes Pol teddy kami cukup heran.Harusnya beliau menyampaikan informasi kepada masyarakat sesuai Undang undan Kebebasan Informasi Publik.Sebab publik berhak memperoleh informas.Namun lebih heran lagi ketika kami memperoleh informasi bahwa beliau pernah tersangkut kasus simulator Mabes Polri.Hal ini diperoleh dari Eksepsi Sukotjo saat sidang simulator SIM Mabes polri.(https://news.detik.com/berita/d-1982247/ketua-dan-wakil-ketua-panitia-tender-simulator-sim-kakak-beradik).Namun saat ini beliau telah menjadi seorang direktur Reserse kriminal umum Polda Riau.

Begitu juga menurut kasat Reskrim polres pelalawan AKP Nardi masry marbun pada kamis(9/9 )bahwa kasus Perdata dan Pidana diobjek yang sama bisa dikesampingkan dengan alasan azas pemisahan horizontal.Jadi tidak perlu ditentukan soal perdatanya tapi pidana bisa terus dilanjutkan.kasus limpahan Polda bisa terus dilakukan lidik dan kalau ada bukti yang cukup bisa untuk ditingkatkan,ujar kasat reskrim

Namun pernyataan berbeda disampaikan oleh Kepala kejati Riau saat dihubungi melalui telepon oleh Fahri suradji.Menurut kejati Riau bahwa kasus perdata dan pidana tidak bisa mengenyampingkan Peraturan Mahkamah agung No1/1956.Karena menurut beliau itu adalah acuannya Apalagi jika yang bersangkutan bayar pajak,berarti negara sudah mengakui tanah masyarakat tersebut.

Sumber : Rilis/Bakinnews.co.id

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.