DLHK Pelalawan Pastikan Serikat Putra Dalang Tercemarnya Sungai Kerumutan

by -155 views

RIAU (LK) – Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Pelalawan, Eko Novitra pastikan PT Serikat Putra menjadi dalang tercemarnya Sungai Kerumutan di Kelurahan Rawang Empat, Kecamatan Bandar Petalangan, dugaan sementara ada kebocoran dari pabrik kelapa sawit di hulu sungai tersebut.

Dikatakan Eko, pihaknya sudah turun untuk melihat kondisi di lapangan dan mengambil sample dari sungai yang tercemar tersebut untuk dilakukan pengujian baku mutu air dan selanjutnya akan dilakukan identifikasi  kebocoran limbah pabrik kelapa sawit itu.

“Sample dari sungai sudah kita ambil dan dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi Riau. Menjelang hasil sample itu keluar, kita fokus untuk identifikasi pencemaran sungai tersebut,” terangnya.

Selanjutnya mengenai hasil uji sample laboratorium tersebut disampaikan Eko akan keluar paling cepat 2 minggu setelah masuk. “Ada daftar antrian, minimal 2 minggu hasil laboratorium itu sudah keluar,” ulasnya.

Sementara itu, Lurah Rawang Empat, Ramli, M.Pd kepada Lintaskriminal.co.id menyebutkan melihat kondisi air sungai seperti oli bekas sejak Senin (27/7) malam, masyarakat yang menggantungkan hidupnya di Sungai Kerumutan itu langsung meradang dan meminta aktivitas pabrik kelapa sawit itu dihentikan.

Seperti ikan dan ekosistem lainnya yang hidup di Sungai Kerumutan itu disampaikan Ramli banyak yang mati dan tidak bisa di konsumsi masyarakat. “Masyarakat meminta perusahaan agar bertanggung-jawab atas kebocoran dan kerusakan lingkungan,” ungkapnya.

Tuntutan masyarakat terhadap perusahaan sawit yang berdiri dan beroperasi selama bertahun-tahun tersebut dinilai Ramli wajar, pasalnya perusahaan dianggap tidak memberikan kontribusi terhadap masyarakat, baik melalui Corporate Sosial Responsibility (CSR) maupun Community Development.

“Banyak yang meminta perusahaan itu tutup, saat ini kita sedang meminta pendapat tokoh masyarakat tentang kejadian ini. Kemungkinan besar untuk mendudukan kompensasi dari perusahaan cukup besar sebagai jalan keluar dari kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh perusahaan selama ini,” pungkasnya.

Dilain sisi, sejumlah aktivis di Pelalawan mempertanyakan sertifikat RSPO yang dikantongi PT Serikat Putra, banyak yang menilai tidak wajar karena aktivitas pabrik sawit itu menyebabkan kerusakan lingkungan di sekitar tempatnya beroperasi.

“Cabut izin RSPO/ISPO PERUSAHAAN INI, Bantu kawal dan proses hukum, Pencemaran Sungai Kerumutan Kecamatan
Bandar Petalangan, Pelalawan Riau,” tulis Abdoel Wadud di halaman media sosial miliknya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan belum ada jawaban dari pihak perusahaan terkait penyebab kejadian tersebut hingga menyebabkan kerusakan lingkungan di lokasi pabrik beroperasi.

Penulis : Yusman

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *