Dosen Untag Kehilangan Nafas, AKBP Basuki Malah Tidur Kelelahan

by -87 Views

Lintaskriminal.co.id –Kasus kematian dosen dari Universitas Teknologi Adi Buana Semarang terus mengungkap informasi terbaru.

Setelah ia pergi, diketahui bahwa ia memiliki hubungan rahasia dengan seorang perwira polisi, AKBP Basuki.

Kini secara bertahap fakta terbaru mulai muncul.

Informasi terbaru mengenai kematian Dosen Untag Semarang, Dwinanda Linchia Levi (DLL), telah diketahui.

Ternyata dalam kondisi darurat, DLL ditinggalkan tidur oleh AKBP Basuki.

Meskipun pada saat itu AKBP Basuki sendiri memahami kondisi DLL yang sudah kesulitan bernapas.

DLL sebelumnya ditemukan meninggal dunia di sebuah hotel di Jl Telaga Bodas Raya, Gajahmungkur, Semarang, pada Senin (17/11/2025) pagi.

Kematian dosen dari Untag Semarang DLL masih menjadi perhatian publik.

Mengenai kematian tersebut, AKBP Basuki sendiri ditahan karena dianggap melanggar kode etik.

AKBP Basuki dianggap merusak reputasi kepolisian karena tinggal bersama DLL dengan status bukan suami istri.

Bahkan saat meninggal, DLL dan Basuki diketahui berada di dalam kamar yang sama.

Pada sidang kode etik yang diadakan pada Rabu (3/12/2025), muncul sebuah fakta mengenai kondisi terakhir DLL.

Kuasa Hukum Keluarga Levi, Zainal Abidin Petir, menyampaikan informasi mengenai Basuki yang tenang saat detik-detik DLL akan melepaskan napas terakhirnya.

Ia menyampaikan bahwa sekitar pukul 00.00 pada Senin (17/11/2025), Basuki melihat Levi mulai mengalami kesulitan bernapas, terengah-engah, menunjukkan tanda-tanda bahaya yang tidak bisa diabaikan.

“Terdapat fakta terbaru. AKBP Basuki sekitar pukul 00.00 pada 17 November 2025 telah melihat dosen Levi berjalan perlahan, napasnya tersengal-sengal,” katanya dilaporkan oleh PosBelitung.

Namun bukan membantu DLL, Basuki justru memutuskan untuk tidur karena mengaku lelah.

Tetapi menurut pengakuan AKBP Basuki, karena terlalu lelah, akhirnya tertidur.

“Tapi ketika bangun pukul 04.00, ternyata sudah meninggal,” kata Zainal Petir.

Pada saat itu, DLL ditemukan meninggal tanpa mengenakan pakaian.

Namun Basuki mengakui tidak mengetahui alasan DLL tampil telanjang.

“AKBP Basuki mengatakan tidak tahu karena saat akan tidur, masih memakai kaus dan celana olahraga.” selanjutnya.

Penyebab Kematian Dosen Untag

autopsi yang diterima secara lisan menyebutkan bahwa korban mengalami pecah jantung.

Keadaan tersebut disebabkan oleh aktivitas berlebihan korban sebelum ditemukan meninggal tanpa pakaian di kamar 210 kostel tersebut.

AKBP Basuki yang menjabat sebagai Kepala Subdirektorat Pengendalian Massa (Kasubdit Dalmas) Direktorat Samapta Polda Jawa Tengah menjadi saksi utama dalam perkara tersebut.

Berdasarkan hasil otopsi, pihak rumah sakit menyatakan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Namun, korban diketahui melakukan pekerjaan yang melelahkan sehingga jantungnya pecah sebelum meninggal.

“Hasilnya informasinya tidak menunjukkan tindakan kekerasan, tetapi ada indikasi aktivitas yang berlebihan dan jantung korban mengalami luka. Kami belum tahu jenis aktivitas berlebihan apa yang menyebabkan kondisi tubuh korban telanjang dan jantung sobek, hal ini perlu diusut oleh polisi secara menyeluruh,” kata kerabat korban, Tiwi, dilaporkan oleh TribunJateng.

Tiwi mengatakan, polisi harus melakukan penyelidikan mengenai kehadiran seorang perwira polisi dengan pangkat AKBP yang berada di lokasi kejadian bersama korban.

Ia juga memperoleh informasi bahwa polisi yang membawa korban ke rumah sakit sebelum meninggal dunia.

“Korban saat diperiksa di rumah sakit memiliki tekanan darah tinggi, kadar gula darah tinggi, dan dilarang melakukan aktivitas berlebihan. Namun, mengapa Nanda (korban) masih bisa melakukan aktivitas yang berlebihan, serta adanya kehadiran polisi di lokasi kejadian sebelum korban meninggal perlu dikaji lebih lanjut,” katanya.

Awal Kasus

Diketahui bahwa DLL ditemukan meninggal tanpa pakaian di sebuah kamar kostel (kostel) Jalan Telaga Bodas Raya Nomor 11 Karangrejo, Gajahmungkur, Kota Semarang, Senin (17/11/2025).

Saat itu keadaan D cukup mengkhawatirkan.

Karena saat D ditemukan dalam posisi terlentang tanpa pakaian di kamar 210 hotel.

Ketika jenazah ditemukan, AKBP B sedang berada di dalam kamar bersama korban.

Kondisi tubuh D pada saat itu terlihat mengalirkan darah dari hidung, mulut, dan area sensitif.

Artikel telah tayang di Sripoku.com

 (ase/ Lintaskriminal.co.id -)

Baca artikel lain dari TRIBUN MEDAN di Google News

Ikuti pula informasi lainnya melalui Facebook, Instagram, Twitter, dan Channel WA

Berita terkini lainnya di Tribun Medan