Dua Santri Ponpes Al Khoziny Tewas Terjepit Reruntuhan Tempat Wudu

by -112 Views

Lintaskriminal.co.id –Pada hari kelima operasi pencarian korban akibat runtuhnya bangunan di Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, tim SAR gabungan kembali mengevakuasi dua orang korban pada pagi Jumat (3/10).

Hal ini diungkapkan oleh Direktur Operasi Pencarian dan Pertolongan Basarnas, Yudhi Bramantyo, di posko darurat. Ia menyebutkan bahwa korban yang berhasil dievakuasi hari ini, keduanya dalam keadaan meninggal dunia.

Pagi ini, hari Jumat (3/10), sekitar pukul 07.30 WIB, kami berhasil mengevakuasi satu santri, dan kemudian satu orang lagi berhasil dievakuasi pada pukul 07.36 WIB,” kata Bramantyo, Jumat (3/10).

Mengenai identitas, ia belum dapat memastikan karena masih dalam proses identifikasi oleh tim DVI Polda Jawa Timur. Setelah ditemukan, jenazah korban dimasukkan ke dalam kantong jenazah dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya.

“Namun yang jelas, kedua (korban meninggal) kita evakuasi dari lokasi wudu, tampaknya terkena pecahan di lokasi wudu (saat kejadian)? kita angkat keduanya dari lokasi wudu,” tambahnya.

Saat ditanya apakah kemungkinan kedua korban belum sempat memasuki gedung utama Musala, Bramantyo masih belum mampu memberikan penjelasan. Yang pasti, tim SAR menemukan mereka di puing-puing tempat wudu.

“Saya tidak tahu apakah yang bersangkutan, karena akses masuk ke Musala juga melalui area wudu, mungkin dia terlambat sholat lalu langsung berwudu atau setelah sholat, kemudian melewati situ,” ujar Bramantyo.

Kronologi Singkat

Bangunan Musala tiba-tiba roboh pada hari Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB. Kejadian mengerikan ini terjadi ketika santri dari Pondok Pesantren Al Khoziny sedang melaksanakan Salat Asar berjamaah di rakaat kedua.

Akibatnya, banyak santri yang diduga terjebak di dalam puing-puing bangunan. Hingga Jumat (3/10) pukul 07.36 WIB, total 110 orang menjadi korban, yaitu 7 orang meninggal dan 103 korban selamat.

Tim pencarian dan pertolongan bersama hingga saat ini masih berupaya melakukan evakuasi terhadap korban yang masih terjebak di bawah puing-puing bangunan. Beberapa alat berat seperti ekskavator dan crane dikerahkan guna mengangkat puing-puing tersebut.(