Empat Rekannya Bawa Prada Lucky Namo ke Puskesmas, Akui Jatuh dari Bukit Saat Latihan

by -113 Views

Laporan Jurnalis lintaskriminal.co.id, Albert Aquinaldo

lintaskriminal.co.id, MBAY – Kasus kematian Prada Lucky Chepril Saputra Namo, anggota Batalyon TP 834/Wakanga Mere yang diduga menjadi korban penganiayaan oleh 20 oknum senior masih meninggalkan sejumlah pertanyaan besar di tengah masyarakat Kabupaten Nagekeo.

Sebagian besar masyarakat Kabupaten Nagekeo masih belum memahami detail peristiwa yang sebenarnya serta kondisi Prada Lucky Namo saat tiba di Puskesmas Danga maupun RSUD Aeramo hingga meninggal dunia pada Rabu (6/8/2025).

Mereka hanya memperoleh informasi tentang keadaan Prada Lucky melalui berita yang beredar di media sosial serta liputan dari berbagai media, baik lokal maupun nasional.

Pada hari Kamis (21/8/2025), sekitar pukul 09.45 WITA, TribunFlores.com bersama KR, seorang tukang ojek dari Danga, mengunjungi HDM, salah satu penduduk Danga, Kabupaten Nagekeo, yang pernah melihat keadaan Prada Lucky Namo ketika dibawa ke Puskesmas Danga pada Sabtu (2/8/2025) sekitar pukul 10.00 WITA.

Pada saat itu, seorang wanita paruh baya dengan postur tinggi sedang menjalani pengobatan di Puskesmas Danga. HD pergi ke Puskesmas Danga menggunakan layanan ojek. Ketika tiba di area parkir Puskesmas Danga, HD melihat sebuah kendaraan berwarna silver yang telah lebih dulu masuk ke area parkir tersebut.

Saat itu sekitar pukul 10, namun saat itu saya menelepon bibi (ojek) langsung pergi ke sana. Ketika kami tiba di puskesmas, kami tiba bersamaan dengan mereka. Mereka sudah lebih dulu sampai, karena mereka menggunakan kendaraan milik mereka sendiri yang biasa digunakan untuk mengantar pasien,” kata HDM.

Meski tidak tahu secara pasti jenis kendaraan itu, HD mengakui sering melihat mobil berwarna silver yang mengantar dan menjemput beberapa anggota Batalyon TP 834/Wakanga Mere saat melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap warga di berbagai daerah di Kabupaten Nagekeo. Ia hanya menyebutkan bahwa ada lambang TNI pada mobil tersebut.

Karena terburu-buru mengambil nomor antrian di loket, HD tidak sempat memperhatikan mobil tersebut secara rinci.

Namun, pada waktu itu, Ia melihat Prada Lucky Namo dibawa oleh empat orang berpakaian loreng turun dari mobil tersebut dan masuk ke dalam bangunan Puskesmas Danga.

Prada Lucky Namo pada saat itu mengenakan kaos loreng. Ia mengakui tidak memperhatikan bagian bawah celana yang dipakai oleh Prada Lucky Namo dan rekan-rekannya, namun ia memastikan bahwa pakaian yang mereka gunakan adalah kaos loreng.

 

“Saya di dalam hati, aduh, kasihan orang yang memiliki anak kenapa sampai seperti ini, akhirnya saya masuk ke dalam, saya melihat terus, saya di dalam hati, aduh, bukan hanya saya saja yang banyak melihat waktu itu,” jelas HDM.

Ia menceritakan, ketika turun dari mobil di area parkir dan berjalan menuju ruangan di Puskesmas Danga yang jaraknya sekitar 6-7 meter, Prada Lucky berjalan dengan kondisi goyah seolah-olah sedang mabuk minuman keras, sambil membungkuk dan tampak menahan rasa sakit.

Meski dalam keadaan goyah, Prada Lucky Namo berjalan kaki beberapa meter tanpa memakai kursi roda atau brankar (tempat tidur beroda yang biasa digunakan di puskesmas atau rumah sakit) menuju barisan kursi di depan loket yang terletak di tengah bangunan Puskesmas Danga, tepat di dekat pintu masuk dan bersebelahan dengan apotek.

Sementara dua rekan yang diperkirakan seusia Prada Lucky hanya memegang tangan kiri dan kanan Prada Lucky yang sudah berjalan goyah dan membungkuk. Dua rekan lainnya ikut masuk bersamaan dengan Prada Lucky Namo.

“Saya dalam hati berkata mengapa tidak menggunakan kursi roda, saat itu ketika masuk ke dalam, dua temannya hanya memegang tangannya saja, dia tidak dibawa, lalu dia berjalan sendiri, saya sempat melihat di kepalanya, saya sampai berkata apakah dia kena peluru, ada bekas-bekas seperti benturan. Saya tergerak ingin bertanya, tapi saat itu nama saya dipanggil untuk ambil obat jadi tidak sempat bertanya,” ujar HDM.

Selain HDM dan KR, pengemudi ojek yang mengantar HDM mengaku ingin membuat video, tetapi membatalkan rencananya karena diperhatikan oleh beberapa rekan Prada Lucky yang mengantarkannya ke Puskesmas Danga.

Sementara itu, setelah mengambil obat di loket, HD kembali bertemu dengan Prada Lucky Namo yang berjalan goyah bersama dua temannya menuju Laboratorium. Jarak antara loket atau kursi tunggu ke laboratorium sekitar 5-6 meter.

Sementara dua rekan lainnya menunggu di kursi dekat apotek yang berada di dalam area Puskesmas Danga, yang terletak tepat di depan loket. Ia juga sempat melihat Prada Lucky bersama salah satu rekannya masuk ke ruang pelayanan untuk orang dewasa dan lansia yang bersebelahan dengan Laboratorium.

Saat saya melihat kondisi dia (red” Prada Lucky Namo) sudah sangat lemah, ada luka di kepalanya, sedangkan di tangannya tidak terlalu jelas, tetapi luka tersebut sudah mengering, dalam hati saya berpikir mungkin sedang mencoba mengontrol luka, wajahnya hitam dan bengkak, mungkin karena dia gemuk, tapi terasa berbeda ketika saya melihat kembali foto-fotonya di media sosial yang ramai itu,” kata HDM mengenang kejadian tersebut.

Dijelaskan oleh HDM, ia pernah melihat luka di bagian belakang kepala Prada Lucky Namo sebesar jari telunjuk orang dewasa yang sudah mengering. Selain itu, ia juga mengakui melihat wajah Prada Lucky Namo saat bertemu di Puskesmas Danga pada saat itu, yang berbeda jauh dari foto-foto yang beredar di media sosial. Saat itu, ia melihat wajah Prada Lucky terlihat memar.

Selain cedera pada bagian kepala, ia juga pernah melihat luka di tangan, meskipun sudah mengering.

Bahkan ketika foto-foto Prada Lucky beredar di media sosial setelah kematiannya, HDM masih tidak percaya karena wajah yang dilihatnya di Puskesmas Danga berbeda jauh dengan yang ada di media sosial. Karena penasaran, ia bahkan sempat menanyakan kepada salah seorang kerabatnya yang bekerja di Puskesmas Danga untuk memastikan.

Setelah mengonsumsi obat, HDM kembali ke rumahnya menggunakan ojek yang sebelumnya membawanya ke Puskesmas Danga dan tidak mengetahui apa yang terjadi setelah itu.

Kepala Puskesmas Danga, Yonas Loya, saat diwawancarai terpisah di Puskesmas Danga, Kamis (21/8/2025) sekitar pukul 11.33 WITA di ruang kerjanya, menjelaskan bahwa ketika masuk ke Puskesmas Danga pada Sabtu (2/8/2025), ia dibawa oleh empat orang temannya, salah satunya diketahuinya menjabat sebagai Komandan Peleton (Danton).

“Yang datang waktu itu ada empat orang, dua di antaranya adalah lettingnya dia termasuk Danton yang mendampingi dia, kemudian dua lainnya adalah Prada Richard dan Prada Lucky. Saat masuk ke ruang pemeriksaan, mereka didampingi oleh Dantonnya. Saat pemeriksaan oleh dokter, informasi disampaikan langsung oleh pendampingnya. Setelah dilakukan pemeriksaan, kita melihat kondisi Prada Lucky dan menawarkan masuk melalui UGD, tetapi pendampingnya menolak. Dokter kemudian menyarankan untuk langsung dirujuk ke rumah sakit,” jelas Yonas.

Sementara itu, kondisi Prada Richard, rekan Prada Lucky yang sama-sama sempat mendapat perawatan di Puskesmas Danga, kata Yonas, masih lebih baik jika dibandingkan dengan kondisi Prada Lucky. 

Ia menyatakan, keluhan baik Prada Lucky Namo maupun Prada Richard disampaikan oleh pendamping atau rekan yang menemani keduanya, bukan dari mulut Prada Lucky Namo maupun Prada Richard.

“Jadi katanya jatuh dari ketinggian lima meter tiga hari sebelumnya dan kejadian ini telah direkam dalam catatan medis kita, yaitu bukit yang tidak kita ketahui secara pasti. Informasi ini disampaikan oleh pendamping yang datang mengantarkan, bukan dari pihak yang bersangkutan. Sepertinya yang menyampaikan informasi ini adalah Danton yang mendampingi Prada Lucky, tetapi secara jelas kita masih kurang memahami detailnya. Namun menurut keterangan tersebut, hal ini termasuk dalam ranah kesehatan di Batalyon,” jelas Yonas.

Di sisi lain, dr AYM yang memeriksa Prada Lucky di Puskesmas Danga juga telah dikonfirmasi oleh TribunFlores.com, Kamis (21/8/2025) sekitar pukul 17.49 WITA melalui panggilan telepon seluler, menjelaskan bahwa setelah tiba di Puskesmas Danga pada Sabtu (2/8/2025) sekitar pukul 10.00 WITA, Prada Lucky sempat menunggu di loket sekitar 30-45 menit sebelum masuk ke ruang layanan dewasa dan lansia.

Saat memasuki ruang pelayanan dewasa dan lansia atau poliklinik umum, serta bertemu dengan dr AYM, Prada Lucky didampingi oleh seorang temannya dan menjawab pertanyaan yang diajukan oleh dr AYM selama proses evaluasi awal.

“Menurut saya, itu adalah perawat yang membawa dia masuk ke poliklinik umum, bukan dokter, karena dia sempat memberi tahu tentang obat-obatan yang pernah mereka berikan kepada Prada Lucky sebelum mereka membawanya ke puskesmas,” jelas dr AYM.

Ia menyampaikan, pada saat itu keadaan umum Prada Lucky sudah memburuk.

“Maka saya waktu itu langsung kaget, ya ampun, sempat bertanya kepada pendampingnya, apakah dia tidak bisa berbicara, mungkin takut kepada senior atau bagaimana, hanya menjawab siap… siap saja. Kalau laporan ke saya katanya jatuh dari bukit saat mereka latihan, seperti itu katanya, jadi saat kita melakukan anamnesis, dia mengatakan jatuh dari bukit,” ujar dokter perempuan tersebut.

Ia juga menyampaikan, setelah melihat keadaan Prada Lucky, ia menyarankan agar segera dirujuk ke RSUD Aeramo, namun pihak pendamping yang mengantar Prada Lucky mengatakan akan mengajukan rujukan ke rumah sakit Aeramo pada hari Senin (4/8/2025) agar dapat melalui poli umum di rumah sakit tersebut.

Sementara tujuan mereka membawa Prada Lucky Namo ke Puskesmas Danga, kata dr AYM hanya bersedia merawat luka-luka yang dialami Prada Lucky Namo.

“Tapi karena saya melihat kondisi Prada Lucky, saya bilang tidak bisa, ini harus dirawat inap, harus dirujuk. Akhirnya, karena saya lihat dia pucat, saya bilang cek HBnya dulu. Saat di luar, saya tidak melihat dia berjalan, tapi saat saya memberikan pengantar ke laboratorium, yang saya lihat dia ingin berjalan. Saya sempat berbicara dengan orang yang mengantarkan itu, tanya kapan dia mulai seperti ini, diam-diam seperti orang bingung. Pendampingnya bilang, ‘tidak dokter, tadi dia semangat’. Bahkan pendampingnya sempat berkata kepada Prada Lucky, ‘kamu tadi dibawa semangat, kenapa sekarang jadi begini?’. Tapi memang Prada Lucky terlihat sakit, mungkin karena takut senior, dia menjawab ‘siap, siap saja dan harus berjalan,” ujar dr AYM.

Ia mengakui, tidak sempat memeriksa bagian perut Prada Lucky karena ia fokus pada kondisinya. Menurut dr AYM, keadaan Prada Lucky saat itu harus segera dirujuk untuk mendapatkan perawatan inap agar menerima pengobatan yang lebih intensif.

Namun, ia sempat melihat bagian belakang tubuh Prada Lucky yang penuh dengan luka. Pada saat itu, baik Prada Lucky, Prada Richard maupun pendamping atau orang yang menemani mereka mengenakan baju kaos loreng dan celana pendek.

“Luka tersebut terletak di bagian belakang dan penuh, semua luka, bentuknya bervariasi, seperti luka akibat cambukan, ada yang berbentuk kotak dan segitiga, begitu banyak bentuknya, luka terasa nyeri di area perut, orang yang membawa Lucky mengatakan bahwa Lucky jatuh terguling dari bukit sejauh lima meter,” kata dr AYM.

Ia bahkan bertanya apakah ada keluhan lain seperti muntah, dan oleh pendampingnya dijawab bahwa Prada Lucky juga mengalami muntah-muntah namun telah diberikan obat. Sementara luka-luka yang dialami Prada Lucky telah sempat diobati dengan betadine china di kesatuannya sebelum dibawa ke Puskesmas.

“Jadi luka tersebut ada yang sudah agak tertutup, sedangkan luka di bagian belakang, di kepala terlihat agak merah, antara bagian belakang kepala dan leher memang sangat merah, saya curiga ada pendarahan di kepala atau perut, jadi saya menyarankan untuk dirujuk karena kadar HB-nya saat diperiksa hanya 7,9. Saya katakan sebaiknya langsung ke rumah sakit, tetapi pendampingnya mengatakan nanti hari Senin. Saya tetap menegaskan agar tidak menunda, karena jika sampai hari Senin terlalu lama, lebih baik dirujuk sekarang karena HB-nya hanya 7,9,” katanya.

Akhirnya Prada Lucky langsung dirujuk ke RSUD Aeramo pada hari yang sama menggunakan mobil ambulans dari Batalyon TP 834/Wakanga Mere.

Sementara kondisi Prada Richard Junimton Bulan, menurut dr AYM, tidak terlalu buruk dibandingkan yang dialami Prada Lucky meskipun ada luka di beberapa bagian tubuhnya.(bet)

Lihat berita-berita lain dari lintaskriminal.co.id di GOOGLE NEWS