Lintaskriminal.co.id –– Berikut beberapa fakta mengenai kematian AP, seorang wanita hamil yang dibunuh di Hotel Lendosis Palembang.
AP ditemukan meninggal dunia satu hari setelah ia melakukan check in bersama seorang pria yang bukan suaminya.
Di mana AP check in pada Jumat (10/10/2025) dan ditemukan meninggal dunia Sabtu (11/10/2025).
Berikut deretan faktanya:
– Masuk bersama seorang pria yang bukan suaminya
Dikutip dari akun Facebook milik Mom Syhiera, terlihat momen ketika AP sedang melakukan proses check in di hotel.
Pada saat itu, AP tampak memakai rok jeans bersama kemeja berwarna hitam dan jilbab berwarna merah muda.
Korban diketahui check-in di hotel tersebut pada Jumat (10/10/2025) sekitar pukul 16.00 WIB, bersama seorang pria yang diduga kuat sebagai teman sekaligus pelaku.
Keduanya datang berboncengan menggunakan sepeda motor dan sempat diperlihatkan KTP oleh sang pria kepada resepsionis.
Namun identitasnya tidak dicatat secara menyeluruh.
– Ditemukan meninggal seorang diri
Sabtu (11/10/2025) sekitar pukul 11.30, karyawan hotel mengetuk pintu Kamar No. 8 untuk memberi tahu batas waktu, tetapi tidak ada jawaban.
Pukul 12.00, saksi mengetuk kembali kamar yang ditempati korban, namun tetap tidak ada respon. Pihak hotel kemudian mematikan penerangan kamar agar korban keluar dan kepanasan.
Sekitar pukul 14.00, saksi naik dan melihat saklar lampu tidak dinyalakan dan saksi mencoba kembali mengetuk kembali kamar tersebut, namun tetap tidak ada respon.
Petugas hotel kemudian mengambil kunci cadangan dan menemukan korban terbaring di lantai yang tertutup selimut, serta tidak ada orang lain di dalam kamar tersebut.
Sekitar pukul 14.50 pihak hotel melapor ke Polsek IT II Palembang.
Kira-kira pukul 15.30, Tim Identifikasi Polrestabes Palembang beserta kendaraan PMI tiba di lokasi dan segera melakukan penyelidikan di tempat kejadian perkara.
Pernah Menemukan Kecurangan di Ponsel
Adi Roasadi, suami dari korban, menyampaikan bahwa istrinya pernah mengalami kasus perselingkuhan pada masa lalu.
Ia pernah menemukan percakapan WhatsApp antara Anti dan seseorang pria.
Saya tidak tahu pak mengenai pria yang ada dalam video tersebut. Namun, korban ini pernah ketahuan berkhianat oleh saya dulu.
Ada percakapan WA dengan seorang pria. Saat itu saya marah, “katanya sambil menyatakan bahwa hanya sampai di situ.
Namun setelah kejadian tersebut, Adi mengatakan bahwa hubungannya kembali seperti semula dan tidak ada masalah yang signifikan antara keduanya.
“Kami memiliki anak pertama yang sekarang berusia 1 tahun 8 bulan, dan yang sedang dikandung oleh istri saya adalah anak kedua kami,” kata Adi, yang masih terlihat kuat meskipun hatinya terasa hancur.
Sampai saat ini, Adi mengakui tidak mengetahui siapa pria yang muncul dalam rekaman CCTV yang beredar.
Namun, dia berharap aparat kepolisian segera mengungkap pelaku dan memberikan hukuman yang paling berat.
“Semoga pelaku segera ditangkap dan menerima hukuman yang sesuai dengan tindakannya. Saya tidak bisa membayangkan mengapa hal ini terjadi,” katanya.
Sosok pria lain
Seseorang pria yang identitasnya belum diketahui serta hubungannya dengan korban masih dalam pencarian oleh pihak kepolisian.
Berdasarkan informasi dari petugas hotel, orang pria itu pernah memperlihatkan kartu tanda penduduk.
Namun identitasnya tidak tercatat secara menyeluruh.
“Pada saat check-in, pria tersebut hanya menunjukkan KTP sejenak lalu langsung naik ke lantai dua bersama korban. Kami tidak sempat mencatat informasinya karena hotel sedang ramai,” kata Ernawati, karyawan hotel.
– Suami syok
AP sendiri diketahui telah memiliki pasangan dan diduga kuat sedang dalam kondisi hamil yang masih awal.
Saat mengetahui kematian AP, Adi, suaminya, diketahui sedang bekerja.
Adi tampak sangat sedih, pandangan matanya kosong, dan jarang berbicara.
Perempuan yang ia cintai kini telah pergi dengan cara yang sangat menyedihkan.
Terlebih lagi, sebelum menerima kabar kematian istrinya, Adi dan keluarga besar sempat bingung karena istrinya tiba-tiba menghilang tanpa jejak.
“Saya menerima berita duka ini dari ayah karena sedang bekerja,” ujar Adi dengan nada yang penuh kesedihan.
Berita ini membuatnya kaget karena terakhir kali ia berkomunikasi dengan istrinya saat istrinya mengantarkannya ke tempat kerja.
Adi kemudian meminta izin dari tempat kerjanya dan langsung pergi ke lokasi kejadian.
– Pastikan bayi yang ada dalam kandungan AP adalah anak dari suaminya
Mengenai kondisi istri yang sedang mengandung, Adi mengakui bahwa janin yang ada dalam kandungan istrinya adalah anaknya.
“Anak kami yang pertama berusia 1 tahun 8 bulan, sedangkan yang kedua masih dalam kandungan dan itu adalah anak kami,” ujarnya.
– Terduga pelaku merupakan orang yang dekat dengan korban – Pelaku diduga berasal dari lingkaran dekat korban – Orang yang diduga terlibat merupakan pihak yang memiliki hubungan dekat dengan korban
Petugas memperkirakan korban meninggal akibat tindakan kekerasan, yang kemungkinan besar merupakan pembunuhan.
Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Palembang, Kombes Pol Harryo Sugihhartono, didampingi Kepala Satuan Reserse dan Kriminal AKBP Andrie Setiawan, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil penggeledahan TKP dan keterangan saksi, kematian korban menunjukkan adanya tindakan kekerasan yang parah.
“Korban ditemukan dalam keadaan mulutnya ditutup dengan kain, tangan terikat, serta terdapat tanda-tanda pemukulan. Peristiwa ini sangat mengerikan,” kata Kombes Pol Harryo, Senin (13/10/2025).
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, pihak berwajib mengira kuat terdapat unsur pembunuhan, pelecehan seksual, dan pencurian kendaraan.
Hal ini didukung oleh fakta bahwa sepeda motor korban hilang dari lokasi kejadian.
– Ciri-ciri pelaku
Harryo menegaskan bahwa pihaknya telah memiliki gambar wajah pelaku berdasarkan hasil pemeriksaan saksi dan bukti yang ditemukan di lokasi.
Ia mengatakan tersangka diduga adalah orang terdekat korban yang bertemu secara rahasia tanpa diketahui oleh suami korban.
“Korban sempat mengantarkan suaminya bekerja sebelum akhirnya bertemu pelaku di hotel. Pukul 16.00 korban sudah berada di kamar bersama pelaku, lalu sekitar pukul 18.00 pelaku keluar dari kamar dan mengunci pintunya dari luar,” katanya.
Saat ini, Satuan Reskrim Polrestabes Palembang terus melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap kasus tersebut dan berusaha menangkap pelaku yang identitasnya mulai terungkap.
“Kami berkomitmen untuk segera mengungkap kasus ini. Semoga dalam waktu dekat dapat terungkap secara menyeluruh,” tutup Kombes Pol Harryo.
Baca berita menarik Lintaskriminal.co.id -lainnya di Google News
