Guru SMP Negeri Trenggalek Diduga Dianiaya, Polisi Selidiki Kasusnya

by -61 Views

Ringkasan Berita:

  • Seorang guru SMP Negeri di Trenggalek, Jawa Timur, diduga menjadi korban penganiayaan oleh orang tua siswa, dan kasus ini telah memasuki tahap penyelidikan.
  • Insiden terjadi karena adanya kesalahpahaman mengenai perangkat elektronik siswa yang disimpan oleh guru.
  • Petugas telah memanggil dua saksi, urutan kejadian belum dipublikasikan, karena proses pengumpulan bukti masih berlangsung.

 

Lintaskriminal.co.id -, TRENGGALEK– Petugas kepolisian sedang menangani dugaan tindakan penganiayaan terhadap seorang guru, yang dilakukan oleh orang tua siswa di salah satu sekolah menengah pertama negeri di Kecamatan/Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur (Jatim).

Laporan tersebut diterima oleh Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) pada hari Jumat (31/10/2025).

Kasatreskrim Polres Trenggalek, AKP Eko Widiantoro, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengambil keterangan dari beberapa saksi, termasuk korban dan tersangka.

“Saat ini sedang dilakukan penyelidikan. Kami telah mengambil keterangan dari beberapa saksi, korban, serta tersangka pelaku,” kata Eko, Sabtu (1/11/2025).

Diduga disebabkan oleh kesalahpahaman mengenai perangkat elektronik siswa

Berdasarkan informasi sementara, kejadian penganiayaan bermula dari salah paham antara guru dan orang tua siswa.

Siswa yang berasal dari orang tua murid tersebut membawa ponsel ke sekolah, yang kemudian disita oleh guru karena alasan tertentu.

Gawai itu telah dikembalikan saat pulang sekolah, tetapi siswa menceritakan kejadian tersebut kepada orang tuanya.

Orang tua siswa tidak menerima kebijakan tersebut, dan terjadi perselisihan dengan guru yang berakhir dengan dugaan tindakan kekerasan.

“Kronologinya nanti saja, saat ini masih dalam tahap penyelidikan yang akan kami lanjutkan ke tahap penuntutan,” tambah Eko, yang sebelumnya menjabat sebagai Kasat Intelkam Polres Ponorogo.

Polisi Sudah Memanggil Dua Saksi, Kronologi Masih Belum Diketahui

Eko mengatakan, dua saksi telah diwawancarai oleh penyidik.

Namun, pihak kepolisian masih menolak mengungkapkan informasi lengkap mengenai rangkaian kejadian, karena penyelidikan masih berlangsung dan proses pengumpulan bukti belum selesai.

Peristiwa ini mendapat perhatian masyarakat, khususnya di kalangan pendidikan, karena berkaitan dengan hubungan antara guru dan orang tua siswa.