Gus Elham Diduga Cium Anak, Menteri PPPA Soroti Bahaya Child Grooming

by -47 Views

halopadang.id, JAKARTA — Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi mengkritik tindakan Elham Yahya Luqman yang mencium anak-anak saat berdakwah. Arifah menilai tindakan tersebut tidak layak dan tidak dapat diterima dalam segala bentuk.

Arifah menyatakan bahwa siapa pun yang melakukan tindakan melebihi batas tubuh anak harus bertanggung jawab, tanpa memandang posisi sosial atau kedudukannya. “Kami setuju dengan pendapat masyarakat bahwa tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan, terlepas dari status atau jabatan seseorang, termasuk mereka yang dianggap sebagai tokoh agama,” ujar Arifah pada Kamis (13/11/2025).

Arifah menganggap kasus ini sebagai peringatan bagi masyarakat agar lebih memahami pentingnya menjaga batasan dalam interaksi dengan anak-anak. “Perilaku yang melibatkan sentuhan fisik tanpa izin, terutama jika dilakukan oleh orang dewasa terhadap anak, bisa menjadi bentuk pelecehan yang berdampak psikologis berat bagi korban,” kata Arifah.

Arifah memperhatikan kasus ini menunjukkan betapa pentingnya pemahaman masyarakat mengenai hubungan kekuasaan antara orang dewasa dan anak. Di berbagai situasi sosial maupun agama, tokoh otoritas sering berada dalam posisi yang lebih kuat dan dipercaya, yang bisa menyebabkan ketidakseimbangan kekuasaan. Keadaan ini membuat anak kesulitan untuk menolak, menentang, atau melaporkan tindakan yang tidak pantas.

Hubungan kekuasaan ini sering dimanfaatkan dengan cara tidak fisik seperti rayuan, tekanan emosional, atau manipulasi psikologis yang dikenal sebagaichild grooming. Pelaku umumnya berupaya membuat perilaku menyimpang terlihat wajar dengan alasan cinta atau kedekatan. Akibatnya, anak bisa merasa bersalah, bingung, dan mengalami trauma jangka panjang,” ujar Arifah.

Untuk menghindari kejadian serupa, Arifah menekankan perlunya pendidikan tentang otoritas tubuh sejak usia dini. Anak perlu memahami bahwa tubuh mereka sepenuhnya milik mereka sendiri, dan tidak ada orang yang berhak menyentuh atau melanggar batas pribadi mereka. Pendidikan ini juga mengajarkan anak untuk menolak sentuhan yang tidak nyaman serta berani melaporkannya kepada orang dewasa yang dapat dipercaya.

Penyuluhan mengenai otoritas tubuh merupakan langkah penting dalam mencegah tindakanchild groomingAnak yang memahami batas tubuhnya lebih mampu mengenali tanda-tanda perilaku yang tidak sehat, meskipun dilakukan oleh seseorang yang mereka kenal atau hormati. Dengan pemahaman ini, anak bisa menjaga diri dan segera mencari bantuan,” kata Arifah.