Hindari Masuk Angin, Pidsus Segera Limpahkan Kasus BBM ke Pengadilan

by -276 views

RIAU (LK) – Kejaksaan Negeri Pelalawan akhirnya merampungkan rencana dakwaan terhadap MY (61) atas kasus dugaan korupsi Pengadaan Belanja Bahan Bakar Minyak Gas dan Pelumas pada Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) tahun anggaran 2015 dan 2016, bahkan berkat sudah diserahkan ke Pengadilan Tipikor Pekanbaru pada Jumat (13/11).

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pelalawan, Nophy T South melalui Kasi Pidsus, Andre Antonius kepada Lintaskriminal.co.id mengatakan, butuh sedikit kerja ekstra dalam menyelesaikan dakwaan terhadap MY alias Mbah, agar status tersangka tidak terlalu lama berada di tangan Pidsus. Setelah menyerahkan kasus tersebut pada Pengadilan Tipikor Pekanbaru, saat ini MY menjadi tahanan hakim.

“Berkas dakwaan sudah selesai, kini MY sudah menjadi tahanan hakim, pelimpahannya kita lakukan Jumat kemarin. Jadi kedepan kita menunggu jadwal sidang yang ditetapkan hakim,” ujar mantan Jaksa satuan tugas khusus (Satgasus) yang menangani tindak pidana khusus di Kejati Kepulauan Riau itu.

Lebih lanjut, Andre mengatakan cepatnya penanganan terhadap kasus korupsi tersebut diharapkan dapat memberikan efek jera bagi pejabat yang memiliki keinginan untuk merugikan negara dan memperkaya diri sendiri maupun orang lain.

“Apabila bukti yang kita pegang sudah lengkap, jadi tidak perlu lama-lama, takutnya masuk angin,” ujar Andre berkelakar.

Sebelumnya pada Jumat (06/11), penanganan perkara dengan tersangka MY dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) atau tahap II dan langsung ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Pekanbaru untuk mempercepat proses pemberkasan. Hanya berselang satu minggu, JPU merampungkan berkas dan surat dakwaan untuk dilimpahkan ke pengadilan.

Diketahui perkara tersebut diduga ada penggelembungan harga dan penggunaan bukti pertanggung jawaban yang tidak benar. Sehingga menimbulkan kerugian keuangan negara yang diduga mencapai Rp 1,86 miliar. Sedangkan MY saat itu menjabat sebagai PPTK dalam kegiatan tersebut

Akibat perbuatannya, MY dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Disisi lain, pantauan Lintaskriminal.co.id kasus BBM PUPR Pelalawan sudah terdaftar di Pengadilan Tipikor Pekanbaru dengan nomor perkara 41/Pid.Sus-TPK/2020/PN Pbr dan tanggal register Jumat (13/11) kemarin dengan Jaksa Penuntut Umum Jodi Valdano, SH.

Penulis : Yusman

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *