Imustiar: Aktifkan Posyandu Secara Rutin

by -173 views

RIAU (LK) – Munculnya sejumlah anak Bawah Lima Tahun (Balita) yang menderita gizi buruk di Kabupaten Pelalawan agaknya menjadi tamparan bagi pemerintah daerah terutama organisasi perangkat daerah (OPD) yang menangani kesehatan. Apalagi kesehatan masyarakat merupakan salah satu fokus dari tujuh program andalan pemerintah yakni Pelalawan Sehat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lintaskriminal.co.id, sejak pertengahan tahun 2019, terdata 6 orang anak penderita gizi buruk yang masuk dan dirawat di RSUD Selasih. Penderita gizi buruk itu tersebar di beberapa kecamatan seperti Langgam, Pangkalan Kuras, Kerumutan dan beberapa kecamatan lainnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi I DPRD Pelalawan, Imustiar kepada Lintaskriminal.co.id bahwa kejadian munculnya anak penderita gizi buruk di Pelalawan dianggap kecolongan, karena termasuk fokus program pemerintah dalam bidang kesehatan. Kendati demikian pihak terkait tidak boleh larut dalam keadaan tersebut dan harus dicarikan jalan keluar.

“Ini harus segera dicarikan jalan keluar, agar kedepan tidak ada lagi kejadian yang menimpa anak-anak yang ada di Kabupaten Pelalawan,” ujar Imustiar saat dikonfirmasi di ruang kerjanya.

Lebih lanjut, pria yang sudah 3 periode menjadi wakil rakyat itu berharap pemerintahan terdepan dalam hal ini desa dan kecamatan untuk menjalankan dan mengaktifkan kembali program Posyandu. Karena kegiatan tersebut bisa mengontrol pertumbuhan pada anak. Tentunya tidak terlepas juga seperti bidan desa dari Dinas Kesehatan dalam membina kader Posyandu.

“Untuk menggiatkan Posyandu, perlu dukungan dari Dinas Kesehatan berupa pembinaan secara rutin, selain itu juga diharapkan dorongan dari Pemerintahan Desa berupa anggaran. Dengan demikian kita optimis tidak akan ada lagi anak gizi buruk di Kabupaten Pelalawan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Diskes Pelalawan, Dr Krinen menghimbau seluruh orangtua yang memiliki balita untuk membawa anaknya ke Posyandu secara rutin, sebab melalui posyandu pihaknya (Diskes, red) bisa memantau kondisi dan perkembangan balita.

“Pasien penderita gizi buruk yang masuk ke RSUD Selasih tidak pernah terdaftar di posyandu tempatnya berdomisili, kalau terdata, tentunya kita bisa lebih cepat tanggap dalam menanganinya. Untuk itu kita menghimbau seluruh orangtua yang memiliki balita untuk selalu membawa anaknya ke Posyandu terdekat secara rutin,” imbau mantan Dirut RSUD Selasih itu.

 

Penulis : Yusman

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *