Insiden Merenggut Nyawa, Sertifikat ISO 45001 : 2018 RAPP Dipertanyakan

oleh -1.163 views

RIAU (LK) – Kepemilikan sertifikat ISO 45001 : 2018 pabrik pengolahan kayu yang beroperasi di Kabupaten Pelalawan atau lebih tepatnya di Kecamatan Pangkalan Kerinci mulai dipertanyakan, pasalnya belakangan banyak muncul video dan photo insiden kecelakaan kerja yang berujung pada hilangnya nyawa karyawan.

Salah satunya seperti kecelakaan kerja terjadi pada seorang karyawan PT Aurel Jaya Abadi (AJA) yang tidak lain adalah kontraktor yang menerima pekerjaan konstruksi dari PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), dalam insiden tersebut RS (26) harus meregang nyawa setelah ditimpa pipa dengan berat sekitar 3 ton.

Berdasarkan video yang diperoleh Lintaskriminal.co.id dari sumber yang patut dipercaya, RS yang saat itu bekerja di sekitar kawasan Laydown II pabrik anak perusahaan APRIL Group itu tidak mengenakan Full Body Harness dan helm sebagai safety dalam bekerja, padahal RS sendiri bertugas untuk mengaitkan tali Crane ke pipa tempatnya berdiri.

Menurut salah seorang mantan pekerja di PT RAPP mengaku biasanya pengawas akan memberikan peringatan kepada pekerja yang tidak menggunakan safety saat bekerja, namun saat melihat video insiden RS yang terjadi pada Rabu (17/2) lalu itu, tidak ada pengawas yang melihat pekerjaan itu.

“Itu kesalahan yang berakibat fatal, kita menilai pengawas terlalu longgar dan tidak mengawasi secara langsung aktivitas pekerjaan di lapangan, makanya banyak pekerja tidak menggunakan safety, akhirnya nyawa yang jadi taruhan,” ujar pria itu usai melihat video insiden RS tersebut.

Ditambahkan pria yang terlihat sudah mulai berumur itu, meski yang melakukan kesalahan itu adalah PT AJA dan pengawas lapangan, namun hal itu akan memberikan pengaruh terhadap sertifikat ISO 45001 : 2018 tentang pedoman untuk sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) yang dikantongi RAPP.

Karena dikatakan bapak 4 anak itu, perusahaan pemegang sertifikat ISO 45001 : 2018 seperti RAPP dituntut untuk memahami kebutuhan dan harapan pihak-pihak yang berkepentingan, seperti pemerintah, shareholder, pemasok dan masyarakat/ komunitas sekitar dan dituntut untuk mempertimbangkan isu-isu K3 internal dan eksternal yang dapat mempengaruhi kemampuan organisasi untuk memenuhi tujuan K3.

 “Nah, akibat perbuatan PT AJA dan pengawas lapangan yang teledor dalam mengawasi safety pekerja. PT RAPP bisa-bisa tidak bisa melepas produknya ke pasar internasional, pasalnya sertifikat ISO 45001 : 2018 miliknya sudah tercoreng,” tandasnya.

Kembali pada kecelakaan kerja, pada akhir tahun 2020 lalu Lintaskriminal.co.id juga mendapat informasi dan photo terkait meninggalnya 2 orang karyawan perusahaan yang berkantor pusat di Singapura itu, kecelakaan kerja yang berakibat hilangnya nyawa itu dikarenakan adanya kebocoran gas.

Mengenai kecelakaan kerja yang merenggut nyawa di perusahaan milik Sukamto Tanoto itu memang selalu luput dari pantauan media, karena disaat insiden terjadi, security biasanya langsung melakukan razia pada folder Hand Phone karyawan.

“Untuk informasi yang bocor seperti ini memang sulit, karena sangat jarang ada photo dan video yang lolos dari pantauan security, biasanya saat datang, seluruh Hand Phone karyawan  langsung diperiksa,” tutup pria itu.

Sementara itu, terkait bocornya beberapa insiden yang menyebabkan hilangnya nyawa di kawasan pabrik ini, hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari Direktur PT RAPP, Mulia Nauli.

Penulis : Yusman

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.