Istri Bupati Aceh Selatan Komentar Saat Suaminya Dikritik, Sindir Pemerhati Berita

by -93 Views

Ringkasan Berita:

  • Nafisah mengunggah di media sosial untuk mendukung suaminya, Bupati Aceh Selatan Mirwan MS.
  • Mirwan menjadi perhatian masyarakat karena melakukan umrah saat warganya sedang berjuang menghadapi banjir bandang dan tanah longsor.
  • Alasan Mirwan menunaikan nazar umrah karena wilayahnya sudah aman.

 

Lintaskriminal.co.id –– Figur Nafisah muncul di tengah perhatian tajam terhadap Bupati Aceh Selatan Mirwan MS.

Nafisah merupakan pasangan dari Mirwan yang mendampingi suaminya melakukan umrah saat masyarakat Aceh Selatan sedang mengalami kesulitan akibat bencana banjir dan tanah longsor.

Foto Mirwan yang ketahuan melakukan umrah di tengah wilayahnya sedang dilanda banjir besar tersebut menjadi viral di media sosial.

Berangkatnya Mirwan MS ke tanah suci terungkap melalui unggahan story dari seorang agen perjalanan umroh bernama @almisbahtravel_aceh.

Akun Instagram seorang agen perjalanan membagikan beberapa foto Mirwan bersama istrinya, Nafisah Mirwan.

Dalam salah satu gambar yang diunggah, terlihat Mirwan dan Nafisah berdiri mesra di depan Kakbah.

Agen perjalanan kemudian menulis ucapan selamat untuk Nafisah sambil menyebut akun Instagramnya.

Semoga Allah memberkati usiamu, Ibu @devinafisahmirwan.official

Semoga Allah memberkati usiamu, Ibu @devinafisahmirwan.official

Foto-foto Mirwan bersama istrinya di dekat Kakbah mendapat kritikan.

Saat suaminya viral, Nafisah juga membagikan tangkapan layar pesan melalui Instagram Story.

Sosok Nafisah Mirwan

Tidak banyak data yang tersedia mengenai sosok Nafisah, istri Bupati Aceh Selatan Mirwan MS.

Mengutip Tribun Sumsel, Nafisah Mirwan kini menjabat sebagai Ketua TP PKK Aceh Selatan berdasarkan statusnya sebagai istri dari Mirwan.

Nafisah memiliki akun Instagram @devinafisahmirwan.official.

Melalui akun tersebut, Nafisah sering membagikan kegiatannya sebagai istri seorang pejabat daerah.

Di akun Instagramnya, Nafisah juga mengunggah video saat ia berkunjung ke para korban bencana banjir.

Ia tampak memberikan bantuan kepada para korban banjir di beberapa kecamatan.

Ketua TP PKK Kabupaten Aceh Selatan, Ny. Nafisah Mirwan MS, bersama dengan Ketua Persit Chandra Kirana Kodim/0107 Aceh Selatan, mendistribusikan bantuan kepada para korban banjir di beberapa kecamatan di Kabupaten Aceh Selatan, turut hadir Plt Sekda Kabupaten Aceh Selatan, Diva Samudra Putra, SE.,MM, serta sejumlah Kepala SKPK.

Kini setelah suami menjadi perbincangan karena masalah ini, Nafisah merespons melalui media sosial.

Di unggahan Instagram Story @devinafisahmirwan.official pada Jumat (5/12/2025), Nafisah membagikan sebuah tangkapan layar percakapan chat.

Di dalam percakapan itu, seseorang menyebutkan berbagai fitnah yang dilontorkan terhadap Mirwan.

Alhamdulillah seringkali ada fitnah dari orang-orang terhadap beliau, ya…

Semoga pahala terus mengalir kepada bapak bupati,” tulis sosok tersebut.

Pesan tersebut kemudian dijawab oleh Nafisah:

Yang tidak suka dan tidak memahami masalahnya memang senang memperkeruh berita.

Namun, Allah meninggikan derajatnya jika niat beliau tulus dalam menjalankan amanah dan tanggung jawabnya.

Namun belum jelas kepada siapa percakapan ini berlangsung.

Nafisah hanya membagikannya melalui Instagram yang dianggap sebagai bentuk perlindungan bagi suaminya.

Penjelasan Mirwan

Bupati Aceh Selatan Mirwan MS menjadi perhatian masyarakat karena melakukan perjalanan umrah di tengah kondisi warganya yang kesulitan akibat banjir bandang dan tanah longsor.

Mirwan juga memberikan penjelasan mengenai perhatian publik.

Dalam pernyataan tertulis pada Jumat (5/12/2025), Mirwan mengungkapkan bahwa ia langsung turun meninjau kondisi banjir sebelum melakukan perjalanan.

Ia mengatakan telah melakukan pemantauan terhadap pengungsian serta memimpin rapat koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Sebelum saya berangkat, saya langsung turun meninjau kondisi masyarakat yang terkena banjir dan memastikan seluruh OPD menjalankan tugas sesuai prosedur. Dari hasil koordinasi, situasi saat itu sudah terkendali sehingga saya bisa melaksanakan nazar saya untuk melakukan ibadah umrah,” kata Mirwan.

Ia menegaskan bahwa perjalanannya ke Mekkah adalah sebuah janji yang telah lama ia rencanakan.

Mirwan juga merespons surat Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), yang sebelumnya menolak permohonan izin keluar negeri. Menurutnya, surat tersebut baru sampai setelah ia tiba di Mekkah.

Surat dari Gubernur Aceh saya terima setelah saya tiba di Tanah Suci.

Informasi dari wilayah tersebut juga terlambat diterima karena jaringan telekomunikasi dan pasokan listrik di Aceh Selatan sempat terganggu akibat gangguan listrik di Aceh. Hal ini menyebabkan terjadinya kesalahpahaman,” ujar Mirwan.

Ia memastikan bahwa penanggulangan banjir tetap berjalan efektif melalui koordinasi posko utama dan OPD yang terkait.

“Saya akan segera kembali ke tanah air pada 6 Desember 2025, dan insyaAllah pada hari Minggu telah tiba kembali di Aceh,” katanya.

Bantahan Pemkab Aceh Selatan

Kepala Bagian Prokopim Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan, Denny Herry Safputra, menyampaikan bahwa keberangkatan Bupati bersama istrinya ke Tanah Suci dilakukan setelah melihat situasi wilayah Aceh Selatan yang dianggap telah pulih.

“Pastinya setelah melihat situasi dan kondisi wilayah Aceh Selatan secara umum yang sudah stabil, khususnya debit air yang telah berkurang di permukiman warga pada wilayah Bakongan Raya dan Trumon Raya,” ujar Denny saat diwawancarai oleh awak media, Jumat (5/12/2025).

Denny mengatakan, tidak benar bahwa Bupati meninggalkan Aceh Selatan ketika banjir masih terjadi.

“Kisah Bupati yang meninggalkan rakyatnya saat banjir melanda, kami menyampaikan bahwa hal ini tidak benar,” katanya.

Menurut Denny, Bupati bersama istrinya sebelum melakukan perjalanan telah beberapa kali mengunjungi dan berdialog dengan masyarakat di beberapa daerah yang terkena dampak, seperti wilayah Trumon Raya dan Bakongan Raya.

Bahkan, menurutnya, Bupati turun langsung untuk menyampaikan logistik ke daerah yang terkena dampak dan memastikan masyarakat mendapatkan perhatian.

“Kesediaan pemerintah untuk memberikan bantuan tanpa melewatkan sesuatu apa pun,” katanya.

Selain itu, menurutnya, beberapa tempat pengungsian di Aceh Selatan dalam beberapa hari terakhir ini masyarakat telah kembali ke rumah masing-masing.

“Khususnya wilayah yang terkena dampak Kecamatan Trumon Tengah dan Trumon Timur, sehingga tidak ada lagi warga Aceh Selatan yang berada di tempat pengungsian, demikian kami sampaikan,” katanya.

Pernyataan serupa diungkapkan oleh Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Aceh Selatan, Diva Samudra Putra, saat dimintai konfirmasi.

Diva menyampaikan bahwa keberangkatan Bupati Aceh Selatan bersama istrinya melakukan umrah setelah melihat kondisi wilayah Aceh Selatan secara umum sudah stabil, khususnya debit air telah berkurang di permukiman warga di kawasan Bakongan Raya dan Trumon Raya.

Selanjutnya, katanya, beberapa tempat pengungsian telah masyarakat kembali ke rumah masing-masing.

“Terhadap narasi yang menyebut bupati meninggalkan rakyatnya saat banjir melanda, kami menegaskan hal tersebut tidak benar. Bupati beserta istrinya sebelum keberangkatan telah beberapa kali mengunjungi dan berdialog dengan warga di lokasi terdampak, seperti wilayah Trumon Raya dan Bakongan Raya,” kata Diva, Jumat (5/12/2025).

Bahkan, jelas Diva, Bupati turun langsung untuk mengantarkan logistik ke wilayah yang terdampak dan memastikan masyarakat mendapatkan perhatian serta bantuan dari Pemerintah secara langsung tanpa ada yang kurang.

“Bapak Bupati turut hadir bersama jajaran Forkopimda dalam mendistribusikan bantuan logistik ke tempat pengungsian di berbagai titik wilayah Trumon Raya,” katanya.

Selain itu, Bupati juga menekankan kepada jajaran SKPK untuk segera bertindak sesuai dengan tugas dan wewenang masing-masing SKPK, agar penanganan banjir dapat dilakukan secara tepat.

Menyerah Tangani Banjir

Sebelumnya, Bupati Aceh Selatan Mirwan MS mendapat perhatian publik setelah mengeluarkan surat pernyataan ketidakmampuan dalam menangani keadaan darurat banjir dan tanah longsor yang melanda 11 kecamatan di wilayahnya.

Pernyataan tersebut tercantum dalam surat dengan nomor 360/1315/2025 yang ditandatangani oleh Bupati Mirwan MS pada 27 November 2025.

Tindakan administratif ini dilakukan guna memfasilitasi Aceh dalam mendapatkan dukungan yang lebih luas.

Tindakan tersebut juga bertujuan untuk mempercepat penanganan bencana oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh.

Kepala Sekretaris Daerah Aceh Selatan yang menjabat sementara, Diva Samudera Putra, menyatakan bahwa penerbitan surat ketidaksanggupan bukanlah tanda menyerah atau ketidakmampuan daerah.

“Surat penolakan ini merupakan persyaratan dari Pemerintah Provinsi Aceh dalam menetapkan status darurat bencana. Ini juga merupakan bentuk dukungan pemerintah kabupaten/kota kepada provinsi agar penanganan bencana dapat dilakukan lebih cepat, lebih kuat, dan lebih terorganisir,” kata Diva, Minggu (30/11/2025) malam.

Dalam dokumen tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan menjelaskan sedikitnya 10 dampak signifikan akibat bencana. Mulai dari transportasi yang terganggu, kerusakan jalan dan jembatan, gangguan layanan masyarakat, hingga berhentinya kegiatan ekonomi.

Infrastruktur dasar juga mengalami kerusakan parah—sistem irigasi, sanitasi, dan fasilitas kesehatan rusak, yang semakin memperparah situasi masyarakat.

Menurut Diva, surat tersebut menjadi landasan hukum bagi Pemerintah Aceh dalam menggerakkan sumber daya yang tidak mungkin dapat dipenuhi oleh kabupaten.

Jenis sumber daya yang dimaksud mencakup logistik, peralatan berat, tenaga kerja, serta tambahan dana.

“Kerusakan yang terjadi saat ini sangat luas. Kapasitas kabupaten terbatas, sehingga provinsi harus segera mengambil tindakan,” katanya.

Mekanisme tersebut juga menunjukkan pentingnya tindakan lanjutan dalam pemulihan infrastruktur krusial serta mempercepat proses evakuasi penduduk.

Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan berharap tindakan tersebut dapat mempercepat tanggapan dari provinsi, khususnya di kawasan Trumon Raya dan daerah lain yang mengalami kerusakan berat.

“Semangat kerja sama ini penting agar pemulihan berjalan secara efisien dan merata,” ujar Diva.

Dipecat dari Jabatan Ketua DPC Gerindra Aceh Selatan

Akibat perhatian ini, DPP Partai Gerindra mengangkat Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS dari posisi Ketua DPC Gerindra Aceh Selatan.

Beberapa saat yang lalu saya mendengar laporan mengenai bupati Aceh Selatan yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Gerindra Kabupaten Aceh Selatan. Sangat disayangkan dengan sikap dan kepemimpinan yang dimilikinya,” kata Sekretaris Jenderal Gerindra Sugiono kepada wartawan di Jakarta, Jumat (5/12/2025) malam.

“Oleh karena itu, DPP Gerindra mengambil keputusan untuk mengangkat yang bersangkutan sebagai Ketua DPC Gerindra Aceh Selatan,” tambahnya.

(Tribunsumsel.com/Tribunnews maker.com/Serambinews.com)