Jalur Pipa Gas Ditengah Pemukiman, Pemuda: Asuransi Jiwa Masyarakat Harus Ditanggung PT TGI

oleh -236 views
Kondisi pipa gas di Pangkalan Kerinci yang terlalu dekat dengan pemukiman masyarakat. (F/Ella)
Kondisi pipa gas di Pangkalan Kerinci yang terlalu dekat dengan pemukiman masyarakat. (F/Ella)

RIAU (LK) – Keberadaan jalur pipa gas yang melintas Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan mulai dianggap mengancam bagi kehidupan khalayak ramai, pasalnya berada dekat dengan pemukiman masyarakat.

Sejumlah pemuda mengaku sangat risau dengan kemungkinan kecelakaan seperti ledakan yang berpotensi menelan korban dengan jumlah ratusan bahkan mencapai ribuan jiwa jika hal itu benar-benar terjadi.

Seperti halnya Rahmad Azizi (29), seorang pemuda yang biasa aktif dalam bidang kemanusiaan mengaku tidak dapat membayangkan jika terjadi kecelakaan atau trouble pada pipa gas yang dikelola langsung PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) tersebut.

Karena berada di tengah pemukiman masyarakat, menurut Azizi kemungkinan terburuk bisa saja terjadi diluar yang telah diperhitungkan sebelumnya, maka dalam hal ini masyarakat tidak bisa disalahkan.

“PT TGI sebagai pengelola penuh jalur objek vital ini harus bertanggungjawab jika terjadi hal-hal diluar dugaan, meskipun yang menjadi penyebab kecelakaan tersebut adalah masyarakat, maka hal itu tidak bisa disalahkan,” tegas Azizi.

Dalam hal ini Azizi meminta pemerintah ikut memperhatikan dan tidak lepas tangan, karena kemungkinan terburuk yang akan terjadi pada jalur pipa gas tersebut bisa terjadi kapan saja.

Maka menurut Aktivis itu jalur pipa itu sangat penting untuk diperhatikan dan dilihkan pada lokasi yang lebih aman dan jauh dari pemukiman masyarakat.

“Kemungkinan terburuk bisa terjadi kapan saja dan bakal memakan korban yang sangat banyak, untuk itu pemerintah harus bisa melakukan relokasi atau memindahkan jalur tersebut, agar tidak berdampak pada masyarakat,” harapnya.

Tidak jauh berbeda dengan Azizi, seorang aktivis muda yang lahir dan besar di Pangkalan Kerinci yakni Tauhid Ma’rifatullah meminta pihak PT TGI lebih proaktif dalam memperhatikan keselamatan masyarakat yang ada di sekitar jalur pipa gas itu.

Jika memang jalur yang dianggap berbahaya itu tidak bisa dipindahkan dengan berbagai alasan, tentu harus ada solusi lain yang bisa diambil agar keselamatan masyarakat di sekitar jalur itu tetap terperhatikan.

“Asuransi untuk seluruh masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di sekitar jalur pipa gas itu merupakan solusi terakhir jika PT TGI tetap bersikukuh tidak mau memindahkan jalur tersebut,” ulas Tauhid.

Dibalik itu, Tauhid menegaskan Hak Azazi Manusia (HAM) perlu ditegakkan apabila PT TGI ataupun pemerintah tidak memperhatikan masyarakat, karena keberadaan pemerintah adalah untuk mengayomi rakyatnya.

Selanjutnya, dalam waktu dekat mantan Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komisariat Pelalawan itu berencana akan melayangkan surat kepada Perwakilan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) guna menyelesaikan permasalahan di Pangkalan Kerinci.

“Dalam minggu ini kita akan melayangkan surat pada SKK Migas terkait hal ini, sehingga pemerintah bisa mencarikan solusi terbaik untuk masyarakat maupun PT TGI,” tutupnya.

HSE Officer PT TGI, Deden Darwin kepada Lintaskriminal.co.id menyebutkan bahwa standar keamanan dari jalur pipa gas yang berada di tengah pemukiman masyarakat Pangkalan Kerinci itu sudah berdasarkan berdasarkan standar dan aturan yang berlaku.

“Pipa yang tertanam pada jalur itu merupakan Objek Vital Nasional, tentunya sudah sesuai dengan standar dan aturan yang berlaku untuk keamanan dan keselamatan masyarakat,” tulis Deden melalui pesan Whatsapp.

Penulis : Yusman

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *