Kabid Infokom FP2KAM : Terjadinya Tawuran Pada Masa PSBB Diminta Polisi & Warga Lebih Konsisten Jaga Lingkungan

by -147 views

Jakarta,( LK ) — Di tengah aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Telah terjadinya tawuran antar dua kelompok pemuda di kawasan padat penduduk wilayah perbatasan Kotabambu-Jatipulo Palmerah Jakarta Barat,Tawuran terjadi sekitar Sabtu 19/09-2020 Pukul,01.30-03.00Wib. 

Kabid infokom FP2KAM Riski A Mengatakan, menghadapi masa perpanjang PSBB Polisi dan masyarakat diminta konsiten dan di tingkatkan menjaga lingkungan agar tercipta situasi yang lebih maksimal kondusif selama masa Perpanjang PSBB di ibu kota Dki Jakarta. Penjagaan harus diperketat di titik-titik yang kerap dijadikan tempat berkumpul orang.
 
“Polisi harus lebih maksimal ketika identifikasi masalah dengan cara melakukan pemetaan lokasi dan masalah, setelah itu mencari solusi dengan mekanisme damai. Masyarakat harus berpartisipasi menjaga keamanan lingkungan agar tercipta keamanan, dengan adanya pemetaan maka sudah ada upaya identifikasi masalah. Tinggal bagaimana kerja sama antara masyarakat dengan petugas, bentuknya harus konkret ” Ucap Riski A, Sabtu  (19/09/2020).
 
Kunci untuk menjaga keamanan lingkungan adalah komitmen dan konsistensi dari seluruh stakeholder untuk menjaga. Keamanan jangan sepenuhnya dilimpahkan ke kepolisian, tetapi perlu kesadaran masyarakat.
 
“Kalau jalan sendiri-sendiri keamanan tidak akan terjaga. Kuncinya komitmen dan konsisten. Jika masyarakat mau aman harus menjaga lingkungan, harus ada partisipasi. Jangan cuma ingin aman tapi tidak ada kontribusinya dalam pembuktian,” Ujarnya.

Dikarenakan pada umumnya faktor lainnya yang menyebabkan masih maraknya tawuran karena para remaja ini belum memiliki pola fikir yang panjang. Mereka masih mementingkan ego masing-masing individu dan kelompok. Jadi, mereka memandang semua orang yang di luar kelompoknya adalah musuh.

Karena kuatnya persepsi persepsi dalam kelompok dan kelompok luar antar dua kelompok. Makin kuat penyebabnya, maka semakin besar kemungkinan konflik terbuka. Itu mengingat masing-masing pihak menganggap pihak lain sebagai musuh.

Pengamat Hukum Pidana Kabid Infokom FP2KAM Riski A menyebut, seringnya terjadi di berbagai wilayah kejadian tawuran saat penerapan PSBB di masa pandemi covid19 ini, karena belum ada yang memberikan efek jera. Sehingga, para pelaku tidak takut untuk bertindak serupa.” Ucap Riski A

Red.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *