Lintaskriminal.co.id –Peristiwa berdarah mengakibatkan kematian Kepala Desa Salebba, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, yang bernama Munsir Hamid (53).
Munsir Hamid tewas dibunuh oleh seorang residivis dengan inisial AKT yang sebelumnya pernah dihukum karena kasus pembunuhan pada tahun 2016.
Peristiwa yang menyebabkan kematian Munsir Hamid terjadi di lokasi perkemahan Lapangan Sepak Bola Lonrong, Desa Pattimpa, Kecamatan Ponre.
Kepala Desa Salebba sempat dibawa ke RSUD Tenriawaru Bone, namun nyawa Munsir Hamid tidak berhasil diselamatkan.
Kasat Reskrim Polres Bone AKP Alvin Aji mengonfirmasi kejadian berdarah yang menewaskan seorang kepala desa.
AKP Alvin juga menyebutkan bahwa tersangka langsung ditahan bersama dengan Unit Resmob dan Polsek Ponre beberapa saat setelah kejadian.
“Pelaku ini adalah residivis. Pernah menjalani hukuman atas kasus pembunuhan pada tahun 2016 dengan hukuman tiga tahun, serta kasus kepemilikan senjata tajam dengan hukuman lima bulan,” katanya.
Selain itu, AKP Alvin mengungkapkan motif pelaku AKT melakukan pembunuhan diduga akibat rasa dendam dan perasaan sakit hati.
Munsir Hamir ternyata pernah menjadi lawan politik terdakwa dalam pemilihan kepala desa pada periode ketiga.
Seseorang yang sedang dalam pengaruh minuman beralkohol datang ke lokasi kegiatan kemah yang sedang diikuti oleh Munsir Hamid.
Melihat korban di lokasi kejadian (TKP), tersangka langsung menusuk tubuh Kepala Desa Salebba dengan badik hingga menembus.
“Sebelum menjalankan tindakannya, pelaku sempat mengonsumsi minuman beralkohol,” katanya.
“Dengan kondisi mabuk, dia pergi ke lokasi perkemahan lalu menancapkan sebilah badik ke dada kiri korban hingga menembus,” lanjutnya.
Petugas masih mencari bukti berupa badik yang digunakan oleh pelaku.
AKT terkena pasal pembunuhan atau penganiayaan berat yang mengakibatkan korban meninggal.
Sebelumnya, suasana perkemahan di Lapangan Sepak Bola Dusun Lonrong, Desa Pattimpa, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone tiba-tiba menjadi menegangkan pada malam Sabtu (16/8).
Kepala Desa Salebba, Munsir (53), meninggal dunia setelah ditusuk sebilah badik oleh seorang pria dengan inisial AKT (43). Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 23.00 Wita.
Kepala Humas Polres Bone Iptu Reyendra saat dihubungi Tribun-Timur.com, Minggu (17/8/2025), mengonfirmasi peristiwa tersebut.
Menurutnya, pada saat itu korban sedang duduk di pos perkemahan. Tiba-tiba pelaku memasuki area tersebut dan langsung menusuk korban sekali ke arah dada.
Korban langsung jatuh dan kehilangan kesadaran.
Warga langsung membawa korban ke RSUD Tenriawaru Bone setelah panik.
“Namun, nyawa korban tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia karena luka tusuk di bagian dada sebelah kanan,” ujarnya.
Ia mengakui bahwa Kapolsek Ponre bersama petugas kepolisian segera mengejar tersangka.
“Terduga pelaku menyimpan dendam pribadi terhadap korban,” ujarnya.
Hal tersebut berkaitan dengan dinamika pemilihan kepala desa tahun 2024, di mana pelaku diketahui sebagai pendukung kandidat lawan korban.
“Pelaku telah ditahan dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan yang intensif. Motif sementara diduga karena adanya dendam pribadi,” tambahnya.
Rayendra mengatakan kasus dugaan pembunuhan ini masih dalam proses hukum di Polres Bone.
(Lintaskriminal.co.id -)
Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judulKemah Berubah Menjadi Bencana, Kepala Desa Salebba Bone Meninggal Dibacok Oleh Narapidana Pembunuhan
