PNS Pelaku Perselingkuhan Akhirnya Mengaku, Sanksi Berat Menunggu

oleh -1.209 views
Kadis PUPR Limapuluh Kota, Hj. Yunire Yunirman, ST, M.Si
Kadis PUPR Limapuluh Kota, Hj. Yunire Yunirman, ST, M.Si

SUMBAR ( LK ) – Beberapa pekan terakhir masyarakat Kabupaten Limapuluh Kota di hebohkan dengan adanya kabar tentang tindak asusila Pelaksana Tugas (Plt) Kabid PSDA Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR), dimana RD melakukan perbuatan serong dengan istri dari sahabatnya sendiri.

Akibat perbuatan RD tersebut, kini hubungan rumah tangga sahabatnya itu terancam bubar alias bercerai, sementara berkas RD sebagai pelaku tindakan asusila tersebut sudah dalam tahap proses penanganan di bagian Inspektorat Kabupaten Limapuluh Kota.

Koordinator Wilayah (Korwil) Forum Pers Independen Indonesia (FPII) Sumatera Barat, Riki Hidayat kepada wartawan mangatakan bahwa Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilarang hidup bersama dengan wanita yang bukan istrinya atau dengan pria yang bukan suaminya sebagai suami istri tanpa ikatan perkawinan yang sah, dimana hal itu diatur dalam PP Nomor 45 Tahun 1990 pada Pasal 14.

Sedangkan pada Pasal 15 dalam PP yang sama mengatur tentang sanksi yang harus diberikan terkait praktik selingkuh masuk dalam kategori pelanggaran atau hukuman disiplin berat.

Disisi lain, seperti yang diatur dalam PP Nomor 53 tahun 2010 tentang Peraturan Disiplin PNS terdapat sanksi berat yang akan diberikan kepada PNS yakni berupa penurunan pangkat satu tingkat selama tiga tahun, pemindahan dalam rangka penurunan jabatan, pembebasan jabatan, dan yang terberat yakni pemberhentian.

“Berdasarkan Peraturan Pemerintah tersebut, PNS yang terbukti melakukan perbuatan asusila bisa diberikan sanksi berat seperti pemberhentian secara tidak hormat,” tegas Riki.

Tidak sampai disitu saja, Riki juga menyebutkan bahwa pimpinan dimana PNS tersebut bertugas juga harus ikut bertanggung-jawab, alasannya karena gagal dalam melakukan pembinaan terhadap anak bawahannya. “Bukan hanya PNS nya, pimpinannya juga dianggap tidak bisa membina bawahannya,” pungkasnya.

Sementara itu, kepada Lintaskriminal.co.id RD mengakui seluruh perbuatannya itu, bahkan RD juga mengaku telah menyesali perbuatannya tersebut.  “Semua yang anda sampaikan benar dan saya mangaku salah,” ujar RD memakai bahasa minang Jumat 29 Januari 2021 melalui pesan Whatsapp 0823 – 8831 – xxxx.

Terpisah, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Limapuluh Kota Yunire Yunirman, ST, M.Si saat dihubungi melalui nomor kontak 0813 – 6331 – xxxx belum memberikan tanggapan terkait kasus yang menimpa anggotanya tersebut.

Sebelumnya, Al yang menjadi korban dari keganasan sahabatnya itu mengaku sudah terlanjur sakit hati dan berencana akan melaporkan perbuatan RD ke Kepolisian Resort (Polres) Limapuluh Kota, tentunya dengan bukti-bukti yang ada.

Al mengatakan, perbuatan RD itu terbukti melalui chat mesra yang ada dalam handphone Re (Istri, red), dimana chatting keduanya sudah disimpan oleh Av (anak sulung, red) yang sebelumnya mencurigai tindak tanduk ibunya seperti orang kasmaran.

“Buktinya sudah ada dan kita simpan, dalam waktu dekat kita berencana akan melaporkan perbuatan ini ke Polres Limapuluh Kota, biar dia (RD, red) mendapat hukuman yang setimpal,” ungkap Al Minggu (24/1) silam.

 

Penulis : Riki

Editor : Yulisman

Sumber : Cmczone.com

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *