Kajari Pelalawan Ingatkan Penggunaan Dana Penanganan COVID 19, Ini Ancamannya

by -477 views

RIAU (LK) – Sejalan dengan penetapan status siaga darurat bencana non alam, Pemerintah Kabupaten Pelalawan ancang-ancang siapkan dana sebesar Rp.25 miliar guna penanganan wabah virus corona (COVID 19), anggaran ini diperkirakan berasal dari pergeseran dana Dinas Kesehatan.

Menindaklanjuti besarnya anggaran yang disediakan untuk penanganan wabah virus yang berasal dari Wuhan China itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pelalawan, Nophy T Suoth ingatkan Pemerintah Kabupaten Pelalawan berhati-hati dalam menggunakan dana segar tersebut.

“Kita mewanti-wanti agar menggunakan dana darurat secara benar, prinsipnya agar penggunaan dana ini dilakukan secara tepat dan tidak diselewengkan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Nophy mengatakan pihaknya akan terus melakukan monitor penggunaan anggaran tersebut, dan apabila terjadi penyelewengan dalam penggunaan dana penanganan bencana non alam maka pihaknya akan melakukan menerapkan penuntutan pidana maksimal.

“Bagi yang melakukan penyelewengan dana darurat akan diterapkan hukuman maksimal, ini tertuang dalam pasal 2 ayat 2 undang-undang Nomor 31 tahun 1999 yang dirubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 yang berbunyi bagi yang melakukan penyelewengan dana darurat, akan diberlakukan hukuman maksimal hukuman mati,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Pelalawan, T Mukhlis kepada Lintaskriminal.co.id mengaku saat ini pihaknya masih melakukan pembahasan besaran anggaran yang akan dipersiapkan untuk penanganan virus berbahaya tersebut. Dikatakan pria yang akrab disapa TM itu, angka Rp 25 miliar itu belum final.

“Itu baru ancang-ancang, diperkirakan tidak sampai Rp 25 miliar, bisa jadi setengah dari itu,” terang TM melalui telepon pribadinya.

Pantauan Lintaskriminal.co.id di lapangan, hingga saat ini belum ada penanganan serius dari Dinas Kesehatan Pelalawan dalam menghadapi bencana non alam, buktinya belum ada posko pengaduan yang didirikan oleh dinas terkait. Namun Kepala Dinas Kesehatan Pelalawan, Asril mengaku sudah membuka posko pengaduan Puskesmas yang ada.

Penulis : Yusman

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *