LintasKriminal, Saumlaki – Menjelang pelaksanaan groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela yang semakin dekat, perhatian publik terhadap kesiapan seluruh unsur pemerintah dan aparat keamanan terus meningkat. Di tengah euforia pembangunan yang digadang-gadang menjadi tonggak sejarah bagi Kepulauan Tanimbar dan Maluku secara umum, muncul berbagai kritik dan harapan agar pengamanan dilakukan secara lebih proaktif.
Ungkapan “Kapolda Maluku baru bangun dari mimpi” yang beredar di ruang publik sejatinya mencerminkan bentuk kritik dan kegelisahan sebagian masyarakat yang berharap langkah antisipatif dilakukan jauh sebelum momentum besar itu tiba. Istilah tersebut tidak semestinya dimaknai secara harfiah, melainkan sebagai dorongan agar seluruh pemangku kepentingan bergerak lebih cepat, terukur, dan responsif terhadap dinamika yang berkembang di lapangan.
PSN Blok Masela bukan sekadar proyek investasi biasa. Ia adalah simbol harapan baru bagi pertumbuhan ekonomi kawasan timur Indonesia, pembukaan lapangan kerja, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal. Karena itu, stabilitas keamanan menjadi fondasi utama yang tidak boleh dipandang sebelah mata.
Masyarakat menginginkan kehadiran aparat keamanan yang bukan hanya bersifat reaktif ketika persoalan muncul, tetapi juga mampu membangun komunikasi, meredam potensi konflik, dan menciptakan rasa aman sejak dini. Pendekatan persuasif dan humanis dinilai menjadi kunci penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap agenda pembangunan nasional tersebut.
Di sisi lain, sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, dan elemen masyarakat harus terus diperkuat. Groundbreaking yang akan menjadi perhatian nasional itu membutuhkan suasana yang kondusif agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan bermartabat.
Pada akhirnya, kritik yang muncul hendaknya dipandang sebagai energi positif untuk memperbaiki koordinasi dan meningkatkan kesiapsiagaan. Masyarakat Maluku tentu berharap seluruh jajaran, termasuk kepolisian daerah, dapat berdiri di garda terdepan dalam mengawal momentum bersejarah tersebut.
Sebab ketika Masela mulai melangkah menuju babak baru, yang dibutuhkan bukan sekadar kesiapan seremonial, melainkan kepemimpinan yang sigap, hadir, dan mampu menjawab harapan rakyat sejak langkah pertama pembangunan itu dimulai.
(Beta Tanimbar)
