Kapolda Papua Ungkap Identitas Pelaku Pembunuh Staf KPU

by -25 views
Ilustrasi Pembunuhan
Ilustrasi Pembunuhan

JAKARTA (LK) – Pembunuh Hendry, staf KPU Yahukimo terungkap. Pelaku diduga adalah seorang pecatan tentara. Hendry dihabisi lantaran pelaku frustrasi dan sakit hati dipecat dari kesatuannya.

“Dia melakukan itu (pembunuhan) karena dia telah dipecat dari kesatuan
sebelumnya, akibat perbuatannya sendiri,” kata Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw, Rabu (26/8).

Paulus menambahkan, mantan anggota TNI itu dipecat karena kasus penjualan amunisi di Kabupaten Mimika pada 2018 silam.

Kapolda Papua itu tak mengungkap identitas pelaku pembunuhan staf KPU Yahukimo itu. Namun, ia memastikan polisi masih memburu pelaku tersebut.

“Saat ini mereka (polisi) terus berupaya mencari pelaku yang sudah terindikasi adalah seseorang yang memang sedang mengungkap perasaan sakit hatinya,” kata Paulus seperti yang dikutip dari Tribunnews.

Meski begitu, Paulus belum bisa memastikan pecatan TNI itu juga terlibat dalam kasus pembunuhan kedua di Yahukimo.

Pembunuhan yang terjadi di Jalan Bandara Dekai pada 20 Agustus itu menewaskan Muhammad Thoyib.

Hanya saja, Paulus melihat pola dalam dua kasus pembunuhan itu sangat mirip. Tindakan itu hanya bisa dilakukan seseorang yang memiliki mental cukup kuat.

“Alibi dan modusnya hampir identik, artinya cukup dengan seseorang memiliki mental yang kuat untuk dia melakukan penganiayaan seperti itu dan mungkin dia terlatih,” kata Paulus.

Kasus penjualan amunisi yang dimaksud Paulus terjadi pada 4 Agustus 2018.

Seorang oknum anggota TNI Pratu DAT ditangkap karena menjual amunisi kepada kelompok kriminal bersenjata (KKB). Dari hasil penyelidikan, Pratu DAT tidak bekerja sendiri.

Iabekerja sama dengan dua rekannya, Pratu O dan Pratu M. Setelah menjalani sidang
militer, ketiga oknum tentara tersebut divonis bersalah dan dijatuhi hukuman pemecatan ditambah tahanan dengan jenjang waktu yang berbeda

Editor : Yusman

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *