Karhutla Desa Air Hitam Luput dari Pantauan, Kades Malah Peras Pemilik Lahan

by -458 views
Ilustrasi Pemerasan

RIAU (LK) – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di Desa Air Hitam, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan pada musim kemarau tahun 2019 ini ternyata luput dari pantauan Pemerintahan Kecamatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, hal ini dikarenakan cepat tanggapnya masyarakat setempat dalam memadamkan api.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lintaskriminal.co.id, kebakaran yang melibatkan sejumlah pemilik lahan itu terjadi hanya dalam beberapa jam saja, beruntung Karhutla dapat dicegah lebih awal karena masyarakat cepat mengetahui kejadian tersebut, respon cepat tanpa menunggu bantuan petugas itu patut acungi jempol.

Namun pemilik lahan yang tidak mengetahui siapa pelaku yang telah membakar lahan tersebut malah kecewa dengan kebijakan yang diambil oleh Oknum Kepala Desa Air Hitam, bagaimana tidak, ditengah bencana itu mereka juga diwajibkan membayar denda kepada Kades atau sebagai konsekuensinya dilaporkan kepada pihak yang berwajib untuk diproses berdasarkan hukum yang berlaku.

Salah seorang korban pemerasan dari oknum Kepala Desa itu kepada Lintaskriminal.co.id mengaku dikumpulkan di Kantor Desa Air Hitam satu hari setelah kejadian kebakaran. Dalam pertemuan itu Sang Kades meminta uang denda sebesar Rp. 10 – 20 juta untuk satu orang pemilik lahan dan uang tersebut harus segera dibayarkan.

“Awalnya kita kaget, ancamannya akan dijemput polisi pada malam hari, akhirnya semua pemilik lahan yang hadir terpaksa menuruti kemauan Kades, karena takut berurusan dengan pihak kepolisian,” ujar pria itu sembari memutar rekaman ancaman Kades untuk semua pemilik lahan yang terbakar itu.

Kini para pemilik lahan sudah mulai tenang karena tidak dilaporkan sang Kades, namun ada yang masih membekas di benak mereka, adalah denda yang mereka setorkan kepada Oknum Kepala Desa itu apakah benar-benar denda atau malah bentuk pemerasan dari pemerintahan terdepan.

“Kami tidak tahu apakah itu pemerasan, yang pastinya tidak ada perda yang mengatur tentang denda,” keluhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Air Hitam, Tansi Sitorus kepada Lintaskriminal.co.id mengaku sama sekali tidak pernah melakukan pungutan atau pemerasan terkait kejadian Karhutla terhadap warganya itu. Menurutnya apa yang dilaporkan oleh warga itu adalah fitnah.

“Masyarakat mana, siapa namanya jangan fitnah begit, lucu saya mendengarnya, kok mau diperas, aturannya dia lapor ke polisi biar tau kebenarannya. Jangan asal ngomong aja masyarakat yang lapor itu. Betul banyak sudah yang memfitnah saya,” terangnya melalui pesan WhatsApp pribadinya.

Disisi lain, Kepala BPBD Pelalawan, Hadi Penandio mengaku bahwa tidak ada kejadian Karhutla di Desa Air Hitam, Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan, “Seingat saya tidak ada Karhutla yang terpantau di Desa Air Hitam,” tutupnya.

Penulis : Yusman

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *