Kelebihan HGU PT Adei di Kelurahan Pelalawan Memasuki Babak Baru

by -251 views

RIAU (LK) – Kelebihan Hak Guna Usaha (HGU) milik PT Adei Plantation and Industry di Kelurahan Pelalawan, Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan kembali menguap ke permukaan. Lahan perusahaan yang bergelut dalam bidang kelapa sawit itu diketahui tim yang dibentuk oleh DPRD Provinsi Riau.

Pada tahun 2015 tim yang terdiri dari beberapa orang anggota dewan dan ahli mengumumkan bahwa perusahaan asal malaysia itu telah mengelola lahan diluar izin yang mereka kantongi, khusus untuk Kelurahan Pelalawan, diperkirakan lahan yang sudah menjadi kebun kelapa sawit tersebut mencapai 350 Hektare (Ha).

“Temuan tim DPRD Riau tersebut memang benar, ketika itu masyarakat kesal karena baru mengetahui bahwa lahan di Kelurahan Pelalawan sudah dikelola oleh PT Adei tanpa izin,” ujar salah seorang pemuda Kelurahan Pelalawan yang ingin namanya dirahasiakan.

Hanya saja managemen PT Adei lebih pintar dibandingkan anggota DPRD Riau 2014/2019, temuan itu ditepis perusahaan dengan gampang, tepatnya pada 20 Mei 2015 Pemkab Pelalawan menerbitkan SK Bupati Pelalawan Nomor : KPTS 525/Dishutbun-PPP/2015/540 tentang Penetapan Nama Petani Peserta Kemitraan Kelompok Tani Pelalawan Sejahtera dengan PT Adei Plantation and Industry.

Dengan langkah tersebut, PT Adei akhirnya selamat dari kewajibannya untuk membayar pajak, sedangkan nama petani peserta pola KKPA dirancang sedemikian rupa. Dari 149 nama yang tertuang dalam SK, hanya beberapa orang saja yang memiliki KK Kelurahan Pelalawan, sisanya merupakan nama dari luar daerah.

“PT Adei dibantu Pemkab Pelalawan dan akhirnya selamat dari pajak. SK Bupati tentang nama petani diterbitkan, sayangnya warga Kelurahan Pelalawan yang terdaftar hanya sedikit,” bebernya.

Lebih lanjut, pria yang mengaku pernah mengecap bangku kuliahan itu mengatakan bahwa banyak kepentingan terkait dalam persoalan kelebihan kebun PT Adei tersebut, mulai dari pejabat Lurah Kelurahan Pelalawan yang menitipkan anaknya (Roni, red) sebagai Ketua KKPA, begitu juga management PT Adei yang menitipkan Eadi Yusman sebagai Bendahara.

“Ada upaya sengaja menipu masyarakat Kelurahan Pelalawan yang dilakukan pejabat Lurah, tidak ada pengumuman ataupun rapat membahas tentang kelebihan HGU. Anak kandung Lurah dijadikan Ketua kelompok tani, sedangkan Bendahara merupakan adik dari pejabat PT Adei dan bukan masyarakat Pelalawan,” bebernya.

Belakangan masyarakat Kelurahan Pelalawan juga kaget bukan kepalang saat mengetahui sertifikat kebun sawit di luar HGU PT Adei itu terbit dan nama pemilik sertifikat tersebut berdasarkan SK Bupati tahun 2015. “Artinya lahan yang sebelumnya milik Kelurahan Pelalawan itu sudah menjadi milik orang lain, ini akibat dari perbuatan pejabat lurah yang tidak bertanggung-jawab,” ulasnya.

Terakhir, mengenai kejadian tersebut, pria yang berdomisi di Kelurahan Pangkalan Kerinci Timur itu menegaskan dalam waktu dekat akan melaporkan pejabat terkait ke pihak yang berwajib, pasalnya akibat dari pemalsuan data kelompok tani itu, menyebabkan kerugian pada masyarakat Kelurahan Pelalawan.

 

Penulis : Yusman

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *