Polres Bukittinggi Kembali Bekuk Lima Pelaku Pencurian

oleh -300 views

SUMBAR (LK) – Setelah melakukan pendalaman terhadap dua orang tersangka dalam kasus pencurian di Toko Plastik Saudara, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor (Polres) Bukittinggi kembali membekuk lima orang tersangka baru yang ikut bertanggungjawab atas perbuatannya itu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lintaskriminal.co.id, penahanan terhadap tujuh orang tersangka itu dilakukan setelah adanya laporan dengan nomor : LP/12/K/2021, dimana pemilik toko mengalami kerugian mencapai Rp 2 miliar.

Dua orang pelaku sebelumnya diamankan pada Jumat (15/1), namun setelah dilakukan pengembangan terhadap kedua pelaku, maka didapat lima orang tersangka lainnya yang ikut terlibat atau berperan aktif untuk melakukan tindak pidana pencucian tersebut, lima tersangka itu akhirnya dibekuk pada (25/1).

Menurut pengakuan sejumlah tersangka, aksinya dilakukan secara bertahap, sehingga tidak ada kecurigaan dari pemilik toko. Aksi pencurian itu dilakukan dengan cara melebihkan muatan kendaraan yang akan mengantarkan pesanan pada pelanggan, setelah itu hasil curian kembali dibongkar di luar gudang.

Kapolres Bukittinggi AKBP. Dody Prawiranegara, melalui Kasat Reskrim AKP, Chairul Amri Nasution, saat dikonfirmasi Lintaskriminal.co.id mengatakan setelah dilakukan pengembangan kasus Pencurian tersebut, pada Senin, (25/1), Tim Opsnal kembali mengamankan 5 orang lainnya yang juga ikut melakukan tindak pidana yang berakibat pemilik toko mengalami kerugian.

Kelima pelaku yakni Y (49) Warga Padang luar Kab.Agam yang bekerja sebagai Sopir, AF (32) warga Situpo Kel. Pakan Kurai sebagai Sales, Z (44) Warga Limo Suku Nagari Padang Luar sebagai Sopir, AM (30)warga Puding Mas Aur Kuning, karyawan bagian penjualan dan A (27) Warga Pasaman sebagai Sales.

“Lima tersangka yang baru kita amankan ini merupakan karyawan aktif di Toko Plastik Saudara itu,” terangnya.

Kini lima orang tersangka itu telah diamankan di Mapolres Bukittinggi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya itu.

“Terhadap tersangka kita kenakan padam 363 Lah pidana dengan ancaman kurungan 7 tahun penjara,” beber khairul.

 

 

 

Penulis : Juliana

Editorb : Yulisman

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *