Kinerja Berbuah Manis, Kejari Pelalawan Terima Dua Penghargaan dari Kejati

oleh -328 views

RIAU (LK) – Meski tahun 2020 dihadapkan dengan pandemi COVID-19, namun kinerja Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan dalam menjalankan tugasnya dalam penegakan hukum patut mendapat acungan jempol. Komitmen tersebut akhirnya berbuah manis dengan penghargaan yang diterima dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau pada Selasa (29/12) kemarin.

Terdapat dua penghargaan yang sabet Kejari Pelalawan, yang pertama adalah penghargaan kinerja terbaik peringkat kedua dari Kejati dan langsung diserahkan Kajati Riau, DR Mia Amiati SH MH kepada Kajari Pelalawan Nophy Thennophero South SH MH.

Sedangkan penghargaan kedua diterima langsung oleh Kasi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pelalawan, Andre Antonius, SH, MH atas kinerja terbaik dalam penanganan perkara tindak pidana khusus dalam dalam tahun 2020. Pemberian penghargaan ini berlangsung di aula kantor Kejati Riau.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lintaskriminal.co.id, dalam kurun waktu satu tahun, bagian tindak pidana khusus Kejari Pelalawan menangani 3 penyidikan perkara dugaan kasus korupsi di wilayah Kabupaten Pelalawan, 7 penuntutan dan 2 eksekusi perkara tindak pidana korupsi.

Yang sangat penting saat penanganan ataupun pengungkapan kasus rasuah adalah pengembalian dari kerugian negara dari terdakwa, nah khusus tahun 2020 saja, Kejari Pelalawan berhasil menarik atau mengembalikan uang negara mencapai Rp 1 miliar.

Pengembalian uang kerugian negara itu diantaranya uang pengganti sebesar Rp 850 juta dari terpidana  Al Azmi yang tersangkut perkara korupsi Pengadaan Tanah untuk Perluasan Perkantoran Dinas Bhakti Praja Kabupaten Pelalawan Tahun Anggaran 2007, 2008 dan 2009, ditambah dengan eksekusi Denda Perkara Pungutan Liar (Pungli) Pengurusan Peningkatan SKRKT menjadi SKGR di Desa Sering Kecamatan Pelalawan Kabupaten Pelalawan sebesar Rp 50 juta atas nama terdakwa HM Yunus dan terakhir yakni pengembalian kelebihan pembayaran kepada penyedia akibat kesalahan administratif sebesar Rp50.063.040.

Menurut Kejari Pelalawan, Nophy T South melalui Kasi Pidsus, Andre Antonius, prestasi yang diraih dalam pengungkapan kasus korupsi di Kabupaten Pelalawan tersebut tidak lepas dari dukungan segala pihak, karena kesadaran masyarakat sangat diperlukan.

“Kita mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kita dalam menegakkan hukum, kedepan kita menginginkan dukungan itu tetap berlanjut agar rasuah dapat dihilangkan,” ujar Andre

Selanjutnya, dalam penanganan dugaan kasus korupsi di wilayah Kabupaten Pelalawan, terdapat beberapa kasus yang sudah dilimpahkan Kejari Pelalawan ke Pengadilan Tipikor Pekanbaru, adapun diantaranya dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Belanja Bahan Bakar Minyak (BBM) / Gas Dan Pelumas Pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pelalawan Tahun Anggaran 2015 dan Tahun Anggaran 2016 dengan tersangka atas nama M Yasirwan dengan kerugian negara mencapai Rp 1.864.011.663.

Selanjutnya juga ada dugaan Tipikor pada APBDes Sungai Upih Kecamatan Kuala Kampar Kabupaten Pelalawan Tahun 2018 dengan tersangka atas nama Husaepa yang merupakan mantan Kepala Desa Sungai Upih Periode 2012 sampai dengan 2018 dengan kerugian negara sebesar Rp 905.882.583,57.

Selanjutnya juga terdapat beberapa perkara yang masih dalam tahap penyidikan yakni dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan keuangan dalam belanja material kelistrikan pada BUMD PD Tuah Sekata kabupaten Pelalawan tahun 2012 hingga tahun 2016.

“Penghargaan yang kita terima itu merupakan motivasi dan tolak ukur bagi kita, agar tetap meningkatkan kinerja yang lebih baik lagi kedepannya. Tentunya tetap komit dalam menegakkan hukum, karena masih ada tugas yang harus kita selesaikan,” tutup mantan Jaksa satuan tugas khusus (Satgasus) yang menangani tindak pidana khusus di Kejati Kepulauan Riau itu.

 

Penulis : Yusman

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.