Kisah Benny Selamatkan Bayi Terlantar di TPU Oebufu Kupang

by -105 Views

Ringkasan Berita:

  • Peristiwa menyedihkan terjadi di TPU Oebufu, Kota Kupang, pada Sabtu (6/12), saat seorang bayi laki-laki yang baru lahir ditemukan berada di antara dua makam dalam keadaan memprihatinkan.
  • Benny Beonay, penduduk setempat, menjadi pahlawan setelah mendengar teriakan dari warga. Ia menemukan seorang bayi yang masih memiliki tali pusar terpasang.
  • Upaya menemukan ibu bayi di sekitar lokasi tidak membuahkan hasil. RT dan RW masih melakukan pencarian terhadap keberadaan orang tua yang meninggalkan anak tersebut.

 

Laporan Jurnalis POS-KUPANG.COM, Eugenius Suba Boro

POS-KUPANG.COM, KUPANG — Terjadi peristiwa menyedihkan dan menggugah hati di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Oebufu, TDM IV, Kota Kupang, pada Sabtu (6/12).

Seorang penduduk bernama Benny Beonay menjadi saksi sekaligus orang yang menyelamatkan seorang bayi laki-laki yang diduga baru saja lahir, ditemukan tergeletak di antara dua makam dalam keadaan memprihatinkan.

Benny, yang sedang duduk di teras rumahnya tidak jauh dari area pemakaman, mendengar teriakan warga yang menyebutkan ada bayi di dalam kuburan sekitar pukul lima lewat separuh. Tanpa berpikir panjang, ia langsung bergegas ke tempat kejadian.

“Saya hanya bertanya dari jauh, apakah bayinya masih hidup atau sudah meninggal? Tapi tidak ada yang menjawab. Ketika saya sampai di sana, orang-orang sudah banyak, tapi semuanya takut mendekat,” kata Benny dengan suara gemetar saat diwawancarai Reporter POS-KUPANG.COM di rumahnya, Minggu (7/12/2025).

 

Saat tiba di lokasi, Benny melihat sesuatu yang membuat dadanya terasa berat, seorang bayi laki-laki tergeletak di atas daun-daun dengan ari-ari masih menempel di perutnya, tubuhnya ditutupi semut, dan darah tersebar di sekitar tempat ia diletakkan. Bayi tersebut ditutupi spanduk yang berisi ucapan belasungkawa.

Lebih menyedihkan lagi, mulut bayi tersebut ditutupi masker berwarna putih yang diduga digunakan untuk mengurangi tangisannya.

“Bayi masih bergerak. Saya melihat semut sudah berjalan di sekitar, tetapi belum ada yang naik ke tubuhnya. Ada masker penutup mulut… mungkin agar dia tidak menangis,” ujar Benny.

Saat dia mengangkat bayi tersebut, terdengar suara tangisan yang lemah namun jelas, menunjukkan bahwa nyawa kecil itu masih berusaha bertahan.

Karena tidak ada kain untuk membungkus, Benny langsung melepas pakaian atasnya di lokasi tersebut.

“Saya lepas baju untuk membungkusnya, lalu saya angkat. Saat saya mengangkatnya, dia menangis pelan, saya merasa sangat kasihan. Yang terpenting dia masih bisa bernapas,” katanya dengan wajah sedih.

Beberapa penduduk sempat meminta Benny agar tidak menyentuh bayi itu karena takut akan meninggalkan sidik jari dan terlibat dengan pihak berwajib. Namun Benny hanya fokus pada satu hal, yaitu nyawa seorang anak yang sedang dalam bahaya hidup.

“Saya katakan, biarkan kamu melihat saya dan merekamnya. Jika menjadi saksi pun tidak masalah. Ini adalah nyawa manusia,” tegasnya.

Setelah membungkus bayi dengan pakaiannya, Benny berencana membawa anak tersebut ke rumah sakit. Namun, ia mengalami hambatan karena tidak mengenakan pakaian dan harus kembali ke rumah untuk mengambil pakaian.

Di tengah kekacauan tersebut, seorang warga yang juga menjabat sebagai ketua RT melintas dengan sepeda motor akhirnya bersedia membantu mengantarkan bayi ke rumah sakit. Beberapa anggota RT dan warga lainnya juga turut serta mengantar ke Rumah Sakit Ibu dan Anak Dedari yang letaknya tidak jauh dari tempat penemuan.

Benny dan warga yang masih berada di TPU sempat berupaya menemukan keberadaan ibu dari bayi tersebut di sekitar lokasi pemakaman, tetapi tidak ditemukan.

menurut Benny, alat RT dan RW terus melakukan pencarian di sekitar kompleks tersebut untuk menemukan orang tua yang meninggalkan anak tersebut.

Saat ditanya mengenai harapan bagi bayi itu, Benny menahan rasa emosionalnya.

“Sedih sekali, jika orang tuanya bisa datang, silakan datang. Jika tidak, masih ada banyak tempat yang bisa menampung. Yang terpenting adalah keselamatan anaknya,” katanya.

Benny menduga bahwa bayi tersebut memiliki berat sekitar 3 kilogram yang menunjukkan bahwa bayi lahir dalam keadaan normal.

Saat Reporter POS-KUPANG.COM berusaha memverifikasi kondisi bayi tersebut ke RS Dedari, pihak rumah sakit menyampaikan bahwa bayi telah dipindahkan ke RS Bhayangkara.

Saat ini, bayi berada di Ruang Perinatologi RSB. Bayi diketahui berjenis kelamin laki-laki, dengan panjang 48 cm dan berat 2,2 kg, dalam kondisi sehat dengan suhu tubuh normal, namun terdapat memar di leher dan kaki. Proses identifikasi orang tua bayi sedang dilakukan oleh Polresta Kupang Kota.(uge)

Berita Lintaskriminal.co.id – Artikel Lainnya di Google News