Koperasi Fiktif Ala PT Adei dan Mantan Pejabat Lurah Pelalawan Hanya Menguntungkan Sekelompok Orang

by -116 views

RIAU (LK) – Berbicara tentang koperasi fiktif yang dibuat mantan pejabat Lurah Pelalawan dengan management PT Adei Plantation and Industry guna menyelamatkan kebun yang berada di luar Hak Guna Usaha (HGU) memang tidak ada habisnya, meski sudah menjadi  Sekretaris Camat di Pelalawan.

Salah seorang pemuda yang ingin namanya dirahasiakan kepada Lintaskriminal.co.id mengatakan bahwa tindakan yang dilakukan oleh pejabat Lurah Pelalawan itu sudah melangkahi adat, terutama adalah Raja Pelalawan. Dimana lahan tersebut harusnya dibawa ke adat, setelah itu barulah bisa dibagi-bagi kepada masyarakat.

“Bukan hanya masyarakat yang dirugikan, perbuatan pejabat Lurah ketika itu sudah melangkahi kepala Raja Pelalawan, tanpa berkoordinasi dengan pelaku adat, oknum tersebut malah bekerjasama dengan perusahaan dan tetap menguasai lahan itu,” ujar pemuda itu.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa KKPA itu jelas untuk menyelamatkan perusahaan yang selama ini tidak memiliki izin dan hal itu jelas-jelas sudah melanggar hukum karena perusahaan memiliki kewajiban untuk membayar pajak selama mengelola lahan diluar HGU.

“Disitu ada denda atau pajak yang harus dipertanggungjawabkan PT Adei pada negara. Tapi dengan berpura-pura ada pola KKPA, maka perusahaan selamat,” tandasnya.

Dilain sisi, koperasi fiktif yang dibuat secara dadakan oleh oknum tidak bertanggung-jawab tersebut bisa dibuktikan dengan sedikitnya masyarakat Kelurahan Pelalawan yang ada dalam keanggotaan koperasi. Sedangkan kelebihan lahan itu seharusnya dinikmati orang banyak, bukan kepentingan kelompok semata.

Begitu juga dengan sertifikat tanah yang terbit atas SK Bupati, karena landasan dari pengajuan SK itu fiktif, maka secara hukum seharusnya sertifikat yang sudah jadi itu dibatalkan dan ditarik kembali. Karena pada dasarnya sertifikat tidak atas nama masyarakat Kelurahan Pelalawan.

“Artinya tindakan oknum Lurah ini, jabatan yang diembannya pada saat ini sudah menguntungkan sekelompok orang, terutama anak kandungnya sendiri dan adik dari management PT Adei, ditambah lagi indikasi nama fiktif yang diusulkan oknum pejabat Lurah untuk menerbitkan SK Bupati,” imbuhnya.

Terakhir, pemuda yang memiliki pengalaman dalam bidang hukum itu mengaku akan melaporkan oknum mantan Lurah ke pihak yang berwajib, paling tidak menurutnya oknum tersebut harus mempertanggungjawabkan kerja kotornya. “Dalam minggu ini kita berencana akan melaporkan mantan pejabat Lurah ini, kita yakin tindakan itu sudah menyalahi aturan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Koperasi Kelompok Tani Pelalawan Sejahtera dengan PT Adei Plantation and Industry, Roni yang tidak lain adalah anak kandung mantan Lurah Pelalawan saat dikonfirmasi Lintaskriminal.co.id melalui pesan whatsapp pribadinya belum memberikan tanggapan hingga berita ini diturunkan.

Penulis : Yusman

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *