Korupsi, Direktur Perusahaan Ditahan Polda Aceh

oleh -20 views
Korupsi
Korupsi

ACEH (LK) – Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh akhirnya melakukan penahanan terhadap Direktur perusahaan berinisial KS dalam kasus korupsi pengadaan bebek di Kabupaten Aceh Tenggara.

Informasi yang dihimpun media ini, terdapat kerugian negara dalam proyek tersebut, tidak tanggung-tanggung, diperkirakan mencapai Rp4,2 miliar.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh Kombes Pol Sony Sonjaya mengatakan, penahanan terhadap tersangka itu merupakan untuk melengkapi perkara sebelum pihaknya melakukan pelimpahan pada penuntut umum.

“Tersangkan akan kita tahan selama 20 hari ke depan, selanjutnya bisa diperpanjang sampai perkaranya dinyatakan P21 atau lengkap,” tegas Sony Sanjaya.

Perwira menengah Polri itu mengatakan penahanan terhadap tersangka itu untuk sementara di Rutan Kelas IIB Banda Aceh di kawasan Kahju, Kabupaten Aceh Besar.

“Tersangka ditahan di depan rumah tahanan tersebut di mana sebelumnya yang bersangkutan divonis bebas atas kasus lain yang ditangani Kejati Aceh,” kata Sony Sanjaya.

Dia mengatakan dalam kasus tindak pidana dugaan korupsi pengadaan bebek, tersangka KS berperan sebagai direktur perusahaan rekanan berinisial CV BD.

“Pengadaan bebek dilakukan di Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tenggara tahun anggaran 2019. Berdasarkan hasil audit, perkiraan kerugian negara sebesar Rp4,2 miliar,” katanya.

Sebelumnya, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh juga sudah menahan tiga tersangka lainnya. Ketiganya yakni tersangka AS, MH, dan YP.

Tersangka AS dan MH merupakan Kepala dan Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tenggara saat pengadaan bebek dilakukan. Sedangkan YP merupakan pelaksana pengadaan bebek.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara pada 2019 mengalokasikan dana dengan jumlah mencapai Rp12,9 miliar dalam Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK).

Anggaran bersumber dari dana alokasi umum (DAU) itu digunakan untuk pengadaan 84.459 ekor bebek petelur yang dibagikan kepada 194 kelompok ternak, masing-masing 500 ekor per kelompok.

Penulis : Johan
Editor : Young

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.