Kronologi Orang Hilang Saat Demo dan Temuan Kerangka di Kwitang

by -65 Views

PENEMUAN dua kerangkaOrang-orang yang terluka dalam Gedung Astra Credit Companies (ACC), Kwitang, Senen, Jakarta Pusat, memicu pertanyaan. Bangunan tersebut dibakar oleh massa saat demonstrasi berubah menjadi kerusuhan di depan Markas Komando Brigade Mobil, Kwitang, Jakarta Pusat, pada 2 September 2025.

Tim Dokter Kepolisian RI akan membandingkan DNA kedua kerangka tersebut dengan Muhammad Farhan Hamid dan Reno Syahputradewo, dua individu yang dilaporkan hilang sejak demonstrasi bulan Agustus lalu. Kepolisian telah mengirimkan dua kerangka tersebut ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk pemeriksaan forensik. Sampel DNA dari keluarga Farhan dan Reno juga telah dikumpulkan untuk diperiksa kesesuaiannya.

Setelah demo yang meletus sekitar dua bulan lalu, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menerima 44 laporanorang hilangLokasinya berlangsung di berbagai kota/kabupaten, beberapa di antaranya yaitu Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Bandung, Bogor, Depok, dan Karawang.

Secara keseluruhan, KontraS mengklasifikasikan laporan korban yang hilang ke dalam dua kategori utama. Sebanyak 33 orang dianggap sebagai korban penghilangan paksa, yaitu mereka yang secara sengaja dan tanpa izin ditahan oleh aparat keamanan. Di sisi lain, delapan orang lainnya dilaporkan kehilangan kontak dengan pelapor—bukan karena penghilangan paksa—tetapi akibat miskomunikasi atau kesalahpahaman.

Pada 10 September, KontraS mengumumkan bahwa 41 orang telah ditemukan dan tiga lainnya masih hilang. Mereka adalah Farhan, Reno, dan Bima Permana Putra. Selanjutnya pada hari Rabu siang, 17 September 2025, polisi menyatakan bahwa Bima ditemukan sedang menjual mainan barongsai di Klenteng Eng Ang Kiong, Jalan R.E Martadinata, Kota Malang, Jawa Timur. Dalam kerusuhan akhir Agustus lalu, Bima terakhir kali terlihat di sekitar area Kwitang.

Dengan demikian, masih terdapat dua orang lainnya yang hilang sejak demonstrasi sebelumnya. Polisi sebelumnya menyatakan bahwa mereka masih melakukan pencarian terhadap keberadaan Farhan dan Reno. Mereka juga dilaporkan terakhir kali terlihat saat berunjuk rasa di depan Mako Brimob, Kwitang.

“Harapkan waktu dan doa dari seluruh masyarakat. Tim gabungan masih bekerja,” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Brigadir Jenderal Ade Ary Syam Indradi di Markas Polda Metro Jaya, Kamis, 9 Oktober 2025.

Ia mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan kepada polisi jika mengetahui informasi tentang keberadaan Reno dan Farhan. Ia menyatakan bahwa masyarakat dapat menghubungicall center110 atau melalui nomor layanan di posko orang hilang.

Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra sebelumnya menyampaikan bahwa keberadaan dua individu yang masih hilang telah mulai diketahui. “Kami sudah memiliki petunjuk, kami tahu lokasi orang-orang tersebut, namun lebih baik kami belum mengungkapkannya,” ujarnya dalam konferensi pers, Jumat, 26 September 2025.

Menurut Yusril, dua orang yang hilang tersebut diduga tidak secara langsung terlibat dalam rangkaian aksi demonstrasi. “Mungkin juga mereka tidak terlibat langsung dalam demo yang berlangsung kemarin,” katanya.

Namun, ia menyatakan belum mampu memberikan data lebih lanjut mengenai dua individu tersebut. Ia akan menjelaskan apabila Farhan dan Reno telah ditemukan. “Hanya bisa kami sampaikan setelah mereka ditemukan,” kata Yusril.

Pada hari Kamis, 30 Oktober 2025, dua kerangka manusia ditemukan terkubur di bawah plafon gedung ACC yang mengalami kebakaran. “Kondisi korban yang sudah hangus dan tidak dapat dikenali bentuknya,” ujar Kepala Polres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Susatyo Purnomo Condro saat dihubungi, Jumat, 31 Oktober 2025.

Laporan tentang penemuan kerangka diterima oleh pihak kepolisian dari tim teknis gedung ACC yang sedang melakukan pemeriksaan struktur untuk merenovasi bangunan tersebut. Kepala Rumah Sakit Polri, Brigadir Jenderal dr. Prima Heru Y., mengonfirmasi adanya pengiriman jenazah dari Polsek Senen. “Benar. Dari Polsek Senen. Jenazah dalam kondisi berupa kerangka,” katanya melalui pesan singkat.

Saat ini, pihak kepolisian masih menantikan hasil pemeriksaan forensik. “Kami masih menunggu laporan dari tim medis forensik RS Polri,” ujar Susatyo.

Berdasarkan pantauan Tempo pada hari Jumat kemarin, bangunan ACC Kwitang masih terlihat rusak setelah dibakar oleh massa. Gerbang masuk ke gedung ditutup dari dua sisi. Dari luar bangunan, tidak terlihat tanda garis polisi.Tempotidak memiliki akses untuk melihat kondisi bangunan tersebut dari dalam.

Nabiila Azzahra dan Vedro Imanuel Girsangmembantu dalam penulisan artikel ini