Kronologi Penembakan Rombongan Kapolda Papua Tengah oleh KKB Aibon Kogoya

by -70 Views

Lintaskriminal.co.id –– Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang dipimpin oleh Aibon Kogoya melakukan dua kejadian penembakan yang mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka pada masyarakat sipil serta aparat kepolisian.

1. Pembunuhan Warga Biasa di Kali Semen

Kira-kira pukul 10.00 WIT, sebuah kendaraan Hilux yang sedang melintasi Kali Semen, Wadio Atas, Distrik Nabire Barat, menjadi target tembakan dari KKB.

Akibat serangan tersebut, Masturiyadi (50 tahun) meninggal dunia akibat luka tembak di bagian belakang kepala sebelah kanan.

Selainnya, empat orang lainnya, yaitu Yance Makai (38), Aser Kegou (45), Martinus Makai (42), dan Ari (24), mengalami cedera.

Kendaraan yang mereka gunakan mengalami kerusakan parah dengan banyak lubang akibat tembakan.

2. Serangan terhadap rombongan Kapolda Papua Tengah

Kira-kira pukul 14.40 WIT, setelah mengunjungi tempat kejadian penembakan terhadap warga sipil, rombongan Kapolda Papua Tengah yang dipimpin oleh Brigjen Pol Alfred Papare mendapat serangan dari belakang mobil.

Empat anggota polisi mengalami luka, termasuk Kasat Narkoba Polres Nabire AKP Hardiman Sirait yang terkena serpihan peluru di bagian samping kepala.

Dua anggota lainnya mengalami luka akibat pecahan peluru, dan satu anggota terkena luka tembak dengan proyektil yang tertinggal di bahu kiri.

Pasien yang sedang dirawat di RSUD Nabire adalah Iptu Hardiman Sirait (45) dan Bripka Laode Munafrin Isra (30).

Dua petugas kepolisian lainnya yang mengalami luka adalah Thomas H Bisararisi (26) dan Galuh Yudistiawan (28).

Seluruh korban dalam keadaan aman dan telah menerima perawatan kesehatan.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

3. Pengejaran Pelaku

Kepala Kepolisian Resor Nabire AKBP Samuel D Tatiratu mengungkapkan bahwa pasukan gabungan saat ini sedang melakukan pengejaran terhadap tersangka dan memperkuat pengawasan di kawasan Nabire Barat.

4. Tuntutan Tanggung Jawab dari TPNPB-OPM

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Kodap VIII Intan Jaya, yang merupakan sayap militer dari Organisasi Papua Merdeka (OPM), mengakui bertanggung jawab atas serangan terhadap rombongan Kapolda Papua Tengah.

Juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, mengatakan bahwa serangan tersebut merupakan balasan terhadap operasi militer di Intan Jaya yang menyebabkan kematian belasan warga sipil pada 15 Oktober 2025.

Aibon Kogoya dianggap sebagai pemimpin serangan di Desa Topo, Distrik Uwapa, Kabupaten Nabire.

6. TNI Menghancurkan Pusat Perintah OPM di Soanggama

Sebelumnya, pada 15 Oktober 2025, TNI melalui Komando Operasi (Koops) Habema Kogabwilhan III berhasil menghentikan kekuatan kelompok separatis OPM di Kampung Soanggama, Distrik Homeyo, Kabupaten Intan Jaya.

Dalam pertempuran senjata tersebut, 14 anggota KKB gugur, termasuk beberapa tokoh penting seperti Kepala Staf Operasi Kodap VIII/Soanggama Agus Kogoya dan pelaku penembakan anggota TNI di Mamba Bawah dan Gamagai, Zakaria Kogoya.

Operasi ini menjadi tanda berakhirnya kekuasaan kelompok OPM di kawasan Soanggama yang selama ini menjadi pusat aktivitas mereka.

TNI juga menguasai kantor pusat Kodap VIII/Soanggama serta mengamankan berbagai barang bukti senjata dan dokumen organisasi.

Wilayah ini kini digunakan sebagai Pos Taktis TNI Soanggama guna menjamin keamanan jangka panjang.

Masyarakat setempat menyambut baik kehadiran TNI dan tidak melakukan tindakan pengungsian.

Kepala Komando Operasi Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto, menegaskan bahwa tindakan TNI merupakan langkah yang tegas, terukur, dan sah secara hukum.

“Angkatan Bersenjata Republik Indonesia berkomitmen untuk terus mengatasi kelompok bersenjata yang membahayakan keselamatan rakyat serta menciptakan Papua yang aman, damai, dan makmur,” kata Mayjen TNI Lucky.

TNI masih terus melakukan pengejaran terhadap kelompok yang berhasil melarikan diri ke hutan serta melakukan pembinaan wilayah bersama tokoh agama dan masyarakat.

Kronologi Penembakan Kelompok Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Alfred Papare di Kabupaten Nabire pada Jumat (17/10/2025):

Kapolres Nabire AKBP Samuel D Tatiratu mengungkapkan bahwa rombongan tersebut mendapat tembakan dari belakang mobil. “Anggota Polres Nabire sekitar empat orang. Satu, pak kasat narkoba terkena serpihan di sisi kepala, kemudian dua lainnya terkena luka akibat serpihan peluru, satu lagi terkena luka tembak dan proyektil tertanam di bahu sebelah kiri,” kata AKBP Samuel dalam pernyataannya yang diterima wartawan, Sabtu (18/10/2025).

Samuel menyampaikan, tidak ada korban jiwa di dalam rombongan kapolda akibat aksi penembakan KKB tersebut. Sementara semua korban luka tembak segera mendapatkan perawatan di RSUD Nabire. “Saat ini semua sudah sadar,” katanya.

Aksi penembakan di Nabire

– Pada hari Jumat, 17 Oktober 2025:

– Penembakan warga sipil

– Tempat: Kali Semen, Wadio Atas, Kecamatan Nabire Barat, Kabupaten Nabire, Papua Tengah.

– Waktu: Sekitar pukul 10.00 WIB.

– Korban: Satu kendaraan Hilux yang sedang melintas ditembak.

– Meninggal: Masturiyadi (50 tahun), akibat luka tembak pada bagian belakang kepala sebelah kanan.

– Luka: Empat orang, yaitu Yance Makai (38), Aser Kegou (45), Martinus Makai (42), dan Ari berusia 24 tahun.

– Kerusakan: Kendaraan mengalami kerusakan parah dengan banyak lubang akibat tembakan.

Diikuti Penembakan Kelompok Kapolda Papua Tengah saat mengunjungi TKP.

– Tempat: Setelah mengunjungi lokasi penembakan warga biasa di Nabire.

– Waktu: Sekitar pukul 14.40 WIB.

– Korban: Kelompok Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Alfred Papare ditembak dari belakang mobil.

– Luka: Empat anggota polisi menjadi korban. Kasat Narkoba Polres Nabire AKP Hardiman Sirait (45) terkena pecahan di bagian samping kepala.

– Dua anggota lainnya mengalami luka akibat pecahan peluru. – Dua personel lainnya terluka karena serpihan peluru. – Luka serpihan peluru menimpa dua orang lainnya. – Dua orang petugas terkena luka dari serpihan peluru. – Dua personel tambahan mengalami cedera akibat pecahan peluru.

– Seorang anggota mengalami luka tembak dengan proyektil terjepit di bahu sebelah kiri.

– Dua personel Polri yang sedang dirawat di RSUD Nabire adalah Iptu Hardiman Sirait (45) dan Bripka Laode Munafrin Isra (30).

– Dua personel Polri lainnya yang mengalami luka adalah Thomas H Bisararisi (26) dan Galuh Yudistiawan (28).

– Kondisi Korban: Seluruh korban luka tembak segera mendapatkan pengobatan di RSUD Nabire dan saat ini dalam keadaan stabil.

– Korbannya: Tidak ada korban jiwa dari rombongan Kapolda.

– Penindakan Pelaku: Tim gabungan saat ini sedang berupaya keras mengejar kelompok pelaku dan memperkuat pengawasan di kawasan Nabire Barat.

(*/Lintaskriminal.co.id -)

Beberapa artikel telah tayang di TribunPapua.com dan halopadang.id