Kronologi Pengamen Waria Dihakimi Warga, Ternyata Curi Anting Anak di Jakarta Utara

by -135 Views

Lintaskriminal.co.id – – Peristiwa pengamen waria yang terluka parah akibat pengeroyokan oleh warga menimbulkan kegaduhan di masyarakat. Diduga kuat pengamen tersebut pernah mencuri anting dari seorang anak di Jakarta Utara.

Dampak dari kejadian tersebut membuat seorang penyanyi waria dihakimi oleh warga di Jalan Enim, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Secara spesifik terjadi pada Selasa (19/8/2025) sore hari.

Kronik Penyanyi Waria Dihancurkan oleh Warga

Dikutip dari Tribunnews.com, awalnya pelaku berkeliling di Jalan Enim, Tanjung Priok, Jakarta Utara untuk bernyanyi di jalanan. Namun kemudian, pelaku melihat korban yang diketahui memiliki inisial RK.

Pelaku langsung mendekati anak tersebut dan berpura-pura ingin menyisipkan rambut anak perempuan itu. Setelah diteliti, pelaku mencoba untuk mengikat rambut si anak.

Tindakan pelaku akhirnya diketahui oleh tetangga korban.

“Dulu anak ini ada di kamar, dia baru keluar dari kamar lalu tiba-tiba tetangga saya bilang rambutnya dikuncir oleh pelaku,” kata Astusi, ibu korban, dilansir dari TribunJakarta.com.

Setelah berpura-pura mengambil, tukang musik perempuan trans itu kemudian menukar anting emas yang dipakai korban. Dan dengan cepat menggantinya dengan anting replika.

Orang yang merasa ada sesuatu yang tidak wajar segera kembali ke rumah dan menceritakan kejadian tersebut kepada ibunya.

Ya, itu anting anak saya yang selalu dipakai setiap hari. Kemudian dia pulang menangis. Diganti dengan dia.

Yang asli dibawa olehnya. Digantikan dengan anting palsu,” ujar Astuti.

 

Akibatnya, ibu korban segera bertindak cepat dan meminta bantuan warga sekitar untuk mencari keberadaan pelaku. Selanjutnya, warga berhasil menangkap tukang gitar transgender itu tidak jauh dari tempat ia melakukan aksinya sebelumnya.

Akibatnya, seniman jalanan perempuan transgender itu langsung dipukuli oleh massa hingga terluka parah. Selanjutnya, kronologi tentang seniman jalanan perempuan transgender yang terluka parah akibat pukulan warga juga sampai kepada polisi.

Ya, hal ini dikarenakan pelaku akhirnya dibawa ke

Kantor Polisi Sektor Tanjung Priok, Jakarta Utara, untuk proses selanjutnya. (*)