*Lentera Malam Channel Youtube Yang Paling Dicari Saat ini*

oleh -372 views

Jakarta,( LK ) — Pandemi COVID-19 menjadi pukulan telak bagi Adhitya Ari Wibowo dan Jamaluddin Daris, dua sahabat yang menempuh pendidikan di Universitas Gunadarma, Jakarta. Karena bisnis aksesori milik Adhit tidak berjalan dengan baik dan Jamal pun dikenai PHK dari pekerjaannya sebagai tenaga sales produk elektronik. Sejak tak lagi memiliki penghasilan menentu, kini Jamal dan Adhit harus berurusan dengan makhluk astral. Keduanya sempat merasa diikuti, bahkan sampai ke kediaman Adhit di Jakarta Utara.

Kejadian ini bermula dari pertemuan mereka berdua pada pertengahan Maret 2020. Kebetulan Adhit dan Jamal merupakan penikmat cerita mistis. Mereka kerap mendengarkan atau menonton cerita horor lewat Podcast maupun YouTube. Adhit dan Jamal iseng membuat channel YouTube dengan harapan bisa sembari mencari penghasilan tambahan. Mereka membuat akun YouTube bertema cerita mistis bernama Lentera Malam.

“Untuk studio saja kita di belakang rumah Adhit. Maklum, kami baru mulai dan belum gede banget, jadi memanfaatkan yang ada. Peralatan semua juga seadanya saja,” ungkap Jamal, salah satu founder Lentera Malam.

Kebetulan di belakang rumah Adhit terdapat sebuah gudang terbengkalai. Di dalam gudang yang temboknya tidak diplester maupun dicat itu, konten Lentera Malam dibuat. Bekalnya sebuah kamera, meja, dan mikrofon. Suasana remang-remang sambil ditemani sebuah lentera yang memancarkan cahaya kuning kecokelatan.

Lentera Malam sejauh ini sudah membuat beragam konten. Mulai cerita mistis monolog, wawancara dengan narasumber yang pernah mengalami hal mistis, sampai penelusuran ke lokasi angker. Membuat penonton seolah sedang ikut tur mistis. Lentera Malam membuat tiga video dalam seminggu. Hingga kini Lentera Malam sudah meraih lebih dari 178 ribu subscriber.

“Salah satu konten yang kita buat itu semacam Podcast dalam YouTube. Jadi kita undang narasumber ke studio untuk sharing cerita soal pengalaman mistis mereka,” ungkap Jamal. Program ini dinamai Saksi Mistis. Ceritanya beragam. Mulai pengalaman mendaki, rombongan ini tersesat dan diganggu makhluk halus, hingga cerita sehari-hari, seperti pengalaman anak yang melihat penampakan ibunya yang sudah meninggal tujuh hari. “Ternyata konten semacam ini disukai juga sama penonton,” kata Jamal.

Melalui program Telusur, Adhit dan Jamanl juga melakukan penelusuran di lokasi-lokasi angker. Salah satunya di Danau Cincin, yang letaknya tak jauh dari Danau Sunter di Jakarta Utara. Di lokasi itu pula salah satu adminnya mengalami kesurupan. “Urban legend yang terkenal di lokasi itu katanya pada saat Orde Baru dijadiin tempat pembuangan mayat. Dijadikan tempat pengambilan pusaka juga. Waktu baru mulai syuting, kita semua dengar suara perempuan ketawa,” cerita Jamal. Saat itu adminnya yang mengalami kesurupan ditolong oleh penjaga Danau Cincin.

Beberapa pekan setelah kejadian kesurupan, Adhit, Jamal, dan timnya tetap menjalankan aktivitas seperti biasa. Mereka melakukan syuting di belakang rumah Adhit. Namun, selepas itu, keanehan mulai mereka rasakan. Saat tengah menyunting video salah satu narasumber, mereka mendengar suara tawa seorang perempuan. “Asumsinya di antara kita ada yang diikutin, antara saya atau Adhit. Suara ketawanya soalnya persis dengan yang di Danau Cincin,” tuturnya.

Selain itu, ditambah dengan lokasi syuting yang memang angker. Sebelum dijadikan lokasi syuting, di sekitar gudang itu sering terjadi penampakan seorang nenek. Penampakan itu rupanya dibenarkan oleh kesaksian beberapa indigo yang diundang Jamal ke lokasi syuting. “Indigo yang kita undang untuk interview juga melihat penampakan nenek itu. Bahkan saking banyaknya (mereka), belum mulai syuting para indigo itu sudah minta pulang,” tawa Jamal.

Meski suka pada konten mistis, Jamal sebenarnya penakut. Semenjak tak lagi menjadi tenaga sales dan berurusan dengan hantu, mulanya Jamal tidak bisa tidur. “Saya sendiri sebetulnya penakut. Adhit tuh lebih berani. Dia bisa menelusuri rumah angker sendiri. Tapi makin ke sini saya sudah mulai terbiasa. Apalagi ngelihat makin banyak yang nonton konten kita. Konten horor itu memang masih jadi komoditas di Indonesia, jadi saya yakin banyak yang tertarik dengan konten kita.” ucap Jamal.
Selain itu viem Lentera Malam, pernah sudah mencapai 1 juta orang lebih. Jika netizen yang nyinyir dan segala macamnya, sudah biasalah, mereka tetap sajs kita anggap pengemar kita,” tegas Adhit sambil menutup pembicaraan.

( sumber : https://detik.com )

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.