MA Kabulkan PK Irman, Hukuman Menjadi Tiga Tahun

oleh -414 views
Irman saat menjali sidang
Irman saat menjali sidang

JAKARTA, Lintaskriminal.co.id – Kabar mengejutkan datang dari Mahkamah Agung (MA) yang mengeluarkan putusan pengurangan masa tahanan terpidana korupsi Irman Gusman.

Mantan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) itu diputuskan untuk dijatuhi hukuman selama tiga tahun penjara setelah permintaan peninjauan kembali (PK) Irman dikabulkan.

Menanggapi putusan MA tersebut, KPK menyatakan telah menerima salinan putusan MA. Juru Bicara KPK Febri Diansyah menjelaskan, salinan putusan telah diterima bagian penuntutan pada Kamis (26/9) sore.

“Apapun putusannya terlepas dari kita kecewa atau tidak, akan tetapi putusan MA tersebut merupakan putusan peradilan dan itu harus kita hormati,” ujar Febri Jumat (27/9).

Ditambahkannya, dengan adanya putusan itu memang masa tahanan Irman berkurang. Tetapi tetap membuktikan bahwa Irman melakukan tindak pidana korupsi dengan dikenakannya pasal 11.

“Jadi tidak benar klaim-klaim pihak tertentu bahwa tidak ada korupsi di sini. Meskipun pasalnya berubah, Pasal 11 itu tetap bagian dari tindak pidana korupsi dan itu salah satu bentuk suap,” tegasnya.

Melihat putusan ini, KPK berharap ke depannya lebih matang dalam mempertimbangkan aspek-aspek penerapan hukum dan materiil khususnya untuk perkara tipikor. pasalnya belakangan banyak tersangka yang berupaya mengajukan PK ke MA terkait kasus tindak pidana korupsi.

Terpisah, kuasa hukum Irman, Maqdir Ismail membenarkan kabar tersebut. Dengan terbitnya putusan MA itu, ia menegaskan bahwa kliennya hanya menerima gratifikasi dan bukan suap seperti yang divonis pada putusan Pengadilan Tipikor sebelumnya.

“Keputusannya sudah kami terima kemarin, disitu dijelaskan bahwa klien tidak menerima suap, melainkan gratifikasi,” terang Maqdir.

Maqdir menyebutkan, pengabulan PK tersebut tertuang dalam Petikan Putusan Nomor 97 PK/Pid.Sus/2019, yang membatalkan Putusan Pengadilan Tipikor PN Jakarta Pusat Nomor 112/Pid.Sus/TPK/2016/PN.Jkt.Pst.

“Dalam putusan Pengadilan Tipikor, Irman dijatuhi pidana penjara 4,5 tahun. Sementara dalam putusan terbaru, Irman hanya dijatuhi hukuman 3 tahun penjara,” ungkapnya.

Meski demikian, Maqdir menyebut bahwa pasal yang dituduhkan masih perlu peninjauan. Putusan MA menyatakan bahwa Irman dikenai Pasal 11 UU Tipikor Nomor 31 Tahun 1999.

“Sebelumnya ada Pasal 12 b. Sekarang hanya pasal 11. Tapi buat saya putusan ini masih belum cukup, karena Irman tidak tahu akan dibawakan uang. Seharusnya KPK mencegah,” jelas Maqdir.

Terkait masa penahanan, Maqdir menyatakan Irman seharusnya sudah bebas. Dia resmi ditahan pada 17 September 2016. Dengan putusan penjara 3 tahun, artinya masa tahanannya habis pada 17 September 2019 lalu.

“Tapi kita belum pikirkan selanjutnya seperti apa. Kita terima dulu putusannya,” pungkasnya.

Sumber: Radartegal.com

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *