Mayat di Reservoir, PDAM Semarang Kurangi Air

by -133 Views

10drama.com– Jenazah seorang pria ditemukan di reservoir atau tangki penampung air Siranda, Lempongsari, Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah, pada hari Sabtu (16/8/2025).

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, Kompol Aris Munandar menyampaikan, penemuan jasad ini berawal dari laporan kehilangan seseorang.

Dikira, identitas jasad tersebut adalah DKP (20), penduduk Tlogosari Kulon, Pedurungan.

Ketika ditemukan, jenazahnya dalam keadaan tidak utuh karena diperkirakan telah meninggal lebih dari dua minggu.

Namun demikian, pihak terkait masih menantikan hasil autopsi untuk mengetahui penyebab kematian korban.

“Masih dalam penelitian, jenazah telah dievakuasi untuk dilakukan otopsi,” ujar Aris, dikutip dariAntara, Minggu (17/8/2025).

Reservoir air langsung dikuras

Sebagai informasi, bendungan Siranda diurus oleh PDAM Tirta Moedal Semarang.

Kepala PDAM Tirta Moedal Semarang, Yudi Indarto menyatakan, pihaknya segera melakukan pengosongan reservoir setelah menemukan jasad.

“Sudan dibersihkan dan diberi bahan antiseptik, sebelum akhirnya digunakan kembali,” jelas dia.

Ia menjelaskan bahwa bendungan Siranda seharusnya tidak boleh dimasuki oleh pihak lain, karena merupakan salah satu objek penting.

Meskipun demikian, ia mengimbau warga agar tetap tenang karena reservoir tersebut tidak dialirkan ke rumah penduduk selama dua bulan terakhir.

“Masyarakat tidak perlu merasa cemas. Reservoir Siranda memang merupakan bagian dari sistem kami, tetapi hanya berfungsi sebagai cadangan,” ujar Yudi, dikutip dariTribun News, Minggu.

Oleh karena itu, air dari reservoir Siranda hanya akan disalurkan bila terjadi gangguan pada sistem utama Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gajah Mungkur.

Menurutnya, IPA Gajah Mungkir tidak mengalami gangguan selama dua bulan terakhir, sehingga reservoir Siranda tidak digunakan.

“Sudah lebih dari sebulan, mungkin dua bulan, tidak ada masalah,” tegas dia.

Korban sempat terekam CCTV

Kompol Aris mengatakan, CCTV di sekitar lokasi sempat menangkap gambar seseorang laki-laki memasuki area reservoir dan berjalan dengan goyah.

Rekaman tersebut berasal dari tanggal yang sama ketika korban dilaporkan hilang oleh keluarganya, yaitu akhir Juli.

Diketahui, keluarga korban telah kehilangan DKP pada 30 Juli.

Berdasarkan pencarian dari pihak keluarga, terjadi perkelahian di sekitar tempat kejadian saat korban menghilang pada pagi hari.

Oleh karena itu, pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan mengenai kemungkinan hubungan antara keributan tersebut dengan kematian korban.