Mengaku Tidak Ada Biaya Pengurusan Kasus, Keluarga Terdakwa Hanya Bisa Pasrah

oleh -605 views

RIAU (LK) – Isyarat hukum tumpul ke atas dan runcing ke bawah kembali dirasakan keluarga terdakwa yang mengikuti sidang di Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan, hal itu terkait tuntutan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap terdakwa Agus Purwanto dan Sugianto dalam kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lintaskriminal.co.id, kedua orang terdakwa itu merupakan tersangka yang diamankan jajaran Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Pelalawan pada Juli 2019 silam bersama dengan dua orang tersangka lain yakni Dwi dan Sumarmi yang berstatus pengedar.

Yang menjadi pertanyaan mendasar bagi keluarga terdakwa adalah tuntutan JPU terhadap Agus dan Sugianto, dimana keduanya dikenakan pasal 112 ayat 1 Undang-undang No 35 tahun 2009 dengan tuntutan 7 tahun penjara dan denda 1 miliar atau subsider 6 bulan penjara, sedangkan terhadap Sumarmi yang sudah terbukti sebagai pengedar hanya dituntut 8 tahun penjara.

“Tuntutan dari JPU tadi kita rasa tidak adil, padahal mereka tahu kalau keduanya ditangkap dan terbukti sebagai pembeli yang langsung memakai di rumah Mami (Sumarmi, red) itu,” ujar wanita yang mengaku sebagai keluarga terdakwa itu.

Lebih lanjut ia mengeluhkan bahwa keluarganya tidak memiliki biaya untuk pengurusan pengurangan tuntutan, berbeda dengan Sumarmi yang dikabarkan sudah mengeluarkan biaya untuk pengurusan pengurangan tuntutan (JPU, red).

“Beberapa waktu lalu ada yang menyarankan kepada keluarga untuk mengurus, tapi karena tidak ada biaya kami hanya bisa pasrah. Ternyata yang disarankan itu benar terbukti, tuntutan pengedar dan pemakai hampir sama, kami dengar Mami dituntut 8 tahun dan itu kami rasakan tidak adil,” keluhnya.

Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya, Agus dan Sugianto tertangkap basah oleh Satres Narkoba Polres Pelalawan bersama Sumarmi yang sudah lama menjadi target operasi karena diduga menjadi bandar yang memasok narkoba jenis sabu di kawasan SP 5 dan SP 6 atau di sekitar perbatasan Siak-Pelalawan.

Deketahui Agus dan Sugianto diciduk saat berada di rumah bandar di wilayah hukum Siak, penangkapan itu merupakan hasil pengembangan dari tersangka Dwi (berkas kasus terpisah, red), saat diinterogasi darimana asal barang, Dwi mengaku dapat dari Mami.

Selanjutnya ketika dilakukan pengembangan dan penangkapan terhadap Sumarmi, kedua tersangka tertangkap tangan sedang mengkonsumsi Narkoba. Kini berkas ke empat tersangka dipecah menjadi 3 berkas, dimana Sumarmi dituntut pada Selasa (10/12), Agus Purwanto dan Sugianto dituntut pada Rabu (11/12) dan tersangka lainnya Dwi masih dalam proses sidang karena ditunda beberapa kali persidangan.

 

Penulis : Yusman

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *