Mengenal Sifat Padi dan Kerbau

by -230 views

Di Provinsi Sumatera Barat atau yang dikenal dengan tanah melayu dan atau lebih akrab lagi dikenal dengan nama ‘Ranah Minang’ hiduplah sekelompok Kerbau. Binatang berkaki ini merupakan icon bagi  masyarakat Minangkabau. Saking khasnya, hampir setiap petani memiliki binatang berbobot besar itu.

Binatang mamalia tersebut menjadi ternak khas orang Minangkabau dikarenakan sangat bermanfaat, terutama dalam membantu menjalankan roda kehidupan pertanian. Contohnya untuk mengangkut beban berat, membajak sawah, mengangkat padi usai dipanen dan masih banyak kegunaan lainnya.

Dilain sisi, binatang bertanduk ini juga bisa menjadi musuh bagi petani, semisalnya saat ternak kerbau mereka masuk ke sawah yang sudah ditanami padi, maka sang kerbau berpotensi merusak tanaman tersebut.

Nah, karena tadi kita membahas tentang kerbau, sekarang masuklah kita pada pembahasan padi, dimana tanaman ini merupakan makanan pokok bagi masyarakat Asia Tenggara pada umumnya. Bahkan dalam satu hari masyarakat keturunan Mongol harus mengkonsumsi nasi (produksi hilir padi, red) untuk mengganjal perut.

Tapi!!!, dalam tulisan ini kita akan membahas tentang sifat padi dan kerbau yang dijadikan kata kiasan yang biasa dipakai. Adalah Ilmu padi, bukanlah ilmu dalam arti sebenarnya, tetapi merupakan suatu pandangan filosofi hidup pada masyarakat melayu, yang diilhami dari perkembangan bulir padi sejak berbunga hingga bernas bulirnya.

Ungkapan lengkapnya berbunyi, “Bagaikan padi, semakin masak semakin merunduk”. Makna dari ungkapan ini yakni manusia tidak layak untuk bersikap angkuh atau sombong karena usia atau kemampuan yang dimilikinya. Masyarakat akan memandang baik seseorang apabila semakin tinggi usia, atau semakin tinggi kemampuannya, ia semakin merendahkan hatinya.

Lain lagi dengan sifat kerbau, dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Minangkabau sering terdengar ungkapan “Kabau Ketek Gadang Langguah” atau dalam bahasa Indonesia dapat diartikan Kerbau Kecil Besar Suara. Karena memang kerbau kecil memiliki suara lebih besar dibandingkan dengan kerbau besar.

Interpretasinya orang yang banyak bicara namun tidak memiliki kemampuan atau orang yang banyak bicara tapi dia tidak memahami apapun (sok tahu). (Sebelumnya penulis juga pernah menerbitkan tulisan tentang Paham, Kurang Paham, Tidak Paham dan Gagal Paham).

Pada dasarnya kerendahan hati intelektual yang artinya adalah kemampuan seseorang orang menerima kekurangan intelektualnya secara terbuka dan tenang. Namun sebaliknya orang yang tidak bisa menerima hal tersebut dan meyakini bahwa dirinya selalu benar disebut kelewat percaya diri secara intelektual.

 

Oleh : Fadhly Yusman

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *