Miris, Ditengah Pendemi SMAN 2 Kerinci Kanan Malah Lakukan Praktek Pungli

by -60 views

RIAU (LK) – Kendati telah diatur oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tentang larangan untuk memungut seragam sekolah alias pungutan liar (Pungli), namun Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Kerinci Kanan, Kabupaten Siak tidak mengacuhkan aturan tersebut.

Berdasarkan data yang dihimpun Lintaskriminal.co.id di lapangan, pihak sekolah bekerjasama dengan komite SMAN 2 Kerinci Kanan untuk memungut uang seragam sekolah sebesar Rp 1.6 juta, harga ini tentunya tidak sebanding dengan harga yang dijual di pasaran, dimana rata-rata satu stel seragam sekolah hanya Rp 150 ribu per stel.

“Siapa yang tidak miris melihat fakta seperti ini, guru yang selama ini kita anggap sebagai pahlawan tanpa tanda jasa kini meraup keuntungan saat ada momen Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB),” ujar praktisi hukum di Kabupaten Siak, Roni Arie Afandi, SH.

Tidak sampai disitu saja, Roni juga melihat pihak sekolah dengan sengaja melakukan pungutan liar berupa uang pemasangan paving blok pada siswa baru sebesar Rp 150 ribu, padahal biaya pembangunan di sekolah sudah ditanggung oleh Pemerintah melalui dana BOS.

“Bahkan sekolah juga menerima dana BOS Daerah, tapi mengapa pungli seperti ini tetap saja dilakukan oleh pihak sekolah dengan mengkambing hitamkan pihak komite,” bebernya.

Mengenai hal itu, Roni meminta pihak penegak hukum seperti Kejaksaan ataupun kepolisian menindak praktek-praktek yang mencoreng nama baik dunia pendidikan. “Terlebih saat kondisi pandemi seperti saat ini, kita minta penegak hukum proses sekolah-sekolah nakal seperti SMAN 2 Kerinci Kanan, agar tidak ada lagi praktek pungli kedepannya,” pangkas Roni.

Sementara itu, Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Kerinci Kanan, Azmarni saat dihubungi Lintaskriminal.co.id belum memberikan tanggapan atas pungutan liar yang dilakukan oleh pihak sekolah.

Penulis : Yusman

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *