Miris, Pria Tua itu Diadili Terlibat Kasus Tipiring

by -352 views

RIAU (LK) – Ada momok menakutkan yang berkembang di tengah masyarakat tentang penerapan hukum di Negara ini, yakni hukum tumpul ke atas dan runcing ke bawah, hal tersebut nampaknya dirasakan oleh Tabat (63), warga SP 2, Desa Kampung Baru, Kecamatan Kerinci Kanan, Kabupaten Siak.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lintaskriminal.co.id, pria tua itu kini mendekam di balik jeruji karena melakukan kasus pencurian Tandan Buah Sawit (TBS) di kebun sawit milik Roni Komang Marpaung yang tidak jauh dari rumahnya. Tabat ditahan di Mapolsek Kerinci Kanan dengan barang bukti berupa TBS yang ditimbang dan setelah dijual dengan harga Rp. 2.160.000,-

Berdasarkan pengakuan Tabat, dalam melakukan aksinya, Tabat berperan sebagai tukang angkut TBS, sedangkan yang memanen sawit tersebut adalah dua rekannya yakni Siswanto dan Jumali, dimana keduanya kini masih menghirup udara segar. “Saya hanya mengangkut, kalau untuk memanen saya sudah tidak sanggup,” ujarnya kepada Lintaskriminal.co.id beberapa waktu lalu.

Sementara itu, salah seorang pengamat hukum, Roni Arie Affandi, SH menilai bahwa hukum yang ditegakkan pada Tabat sudah tidak wajar untuk dihukum lagi, hal tersebut dikaitkan dengan usia Tabat yang sudah lanjut dan tindak pidana ringan (Tipiring) yang seharusnya bisa diselesaikan pada tingkat Bhabinkamtibmas.

“Meski kasus ini adalah delik aduan, tapi seharusnya petugas juga melihat umur pelaku dan kerugian yang diakibatkan perbuatan pelaku. Kalau hanya Tipiring, harusnya tidak perlu dilanjutkan sampai ke persidangan,” ujar Roni.

Tidak sampai disitu saja, dalam kasus ini Roni melihat petugas Kepolisian terlalu memaksakan kehendak pelapor, padahal besaran kerugian tidak mencapai Rp 2,5 juta, selain itu peran pelaku dalam menjalankan aksinya hanya sebagai tukang angkut.

“Aturan boleh-boleh saja ditegakkan, namun aparat juga harus melihat situasi dan kondisi. Kalau dalam kasus ini kita melihat terlalu dipaksakan,” pungkasnya.

Sementara itu, saat ini kasus Tabat sudah memasuki tahap penuntutan pada Selasa (9/6) di Pengadilan Negeri Siak Sri Indrapura, kepada tersangka itu dituntut dengan Pasal 363 Ayat 1 KUHP dengan ancaman kurungan 1 Tahun 6 Bulan.

Sebagaimana diketahui, Tabat bersama dengan rekannya Siswanto dan Jumali pada hari Sabtu (7/3) sekira pukul 22.00 WIB melakukan tindak pencurian di Areal Blok 3 Perkebunan Kelapa Sawit milik Roni Jonang yang berada di Kampung Kerinci Kiri Kecamatan Kerinci Kanan Kabupaten Siak.

Aksi tersebut diketahui pada Minggu (8/3) saat Tabat akan memindahkan sawit yang telah dipanen oleh kedua rekannya itu. Setelah tertangkap basah, Tabat langsung digiring penjaga kebun ke Mapolsek Kerinci Kanan, selanjutnya diperiksa dan ditahan.

Penulis : Yusman

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *