Misteri Kematian Bocah SD di Toilet Masjid: Luka di Kepala Jadi Petunjuk

by -78 Views

Lintaskriminal.co.id -, MAJALENGKA –Petugas masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kematian anak laki-laki berinisial MR (11) yang ditemukan meninggal di dalam toilet masjid di area Kantor Desa Sadasari, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, pada Sabtu (18/10/2025) sore. Laporan masyarakat kepada polisi diterima pukul 20.00 WIB.

Kepala Polisi Resor Majalengka, AKBP Willy Andrian, menyampaikan hasil pemeriksaan awal dari tim medis yang menunjukkan adanya luka pada bagian kepala korban.

Namun, pihak terkait masih belum mampu menentukan penyebab pasti kematian sebelum hasil otopsi dirilis.

Memang sementara berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, ditemukan luka pada kepala.

“Tetapi ini masih perlu kita konfirmasi kembali melalui hasil otopsi, agar semua kejadian ini jelas dan terbuka,” ujar AKBP Willy setelah melakukan peninjauan pemeriksaan korban di Rumah Sakit Majalengka, dini hari Minggu (19/10/2025).

Ia menjelaskan, setelah menerima laporan dari masyarakat, Satreskrim Polres Majalengka bersama Polsek Argapura segera menuju tempat kejadian untuk melakukan olah TKP.

Petugas juga menyita beberapa barang bukti, termasuk pakaian korban dan rekaman kamera pengawas di sekitar tempat kejadian.

“Kami saat ini sedang melakukan penyelidikan terkait penyebab kematian korban. Semua masih dalam proses pemeriksaan. Kami mengumpulkan alat bukti, barang bukti, termasuk rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian dan di jalanan yang menuju tempat tersebut,” ujar Kapolres.

Kepala Kepolisian Resor telah melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah MR di Rumah Sakit Umum Daerah Majalengka.

Sedangkan proses autopsi direncanakan malam ini atau paling cepat besok pagi.

“Insyaallah malam ini atau pagi besok akan dilakukan otopsi untuk menentukan penyebab kematian korban,” katanya.

Kepala Kepolisian Resor menekankan bahwa tim penyelidik akan bekerja sebaik mungkin untuk mengungkap kebenaran sejati di balik kematian anak tersebut.

“Korban masih di bawah umur, laki-laki. Kami akan menyelidiki secara menyeluruh agar penyebab kematian jelas dan tidak menimbulkan dugaan di kalangan masyarakat,” tutup Willy. (*)

Laporan Adim Mubaroq