Mobil Tua Dianggap Berbahaya, Pemerintah Tawarkan Insentif Ganti ke Mobil Baru di Malaysia

by -121 Views

Lintaskriminal.co.id –– Banyak negara yang telah berkembang telah menerapkan aturan batas usia kendaraan bermotor, khususnya mobil. Tujuan utamanya adalah untuk menjaga keselamatan. Negara tetangga Indonesia, yaitu Malaysia, juga mulai mengikuti kebijakan pembatasan usia kendaraan tersebut.

Usia 20 tahun sering dianggap sebagai batas aman dalam penggunaan kendaraan karena dianggap telah melewati masa produktifnya. Pada usia tersebut, banyak komponen yang perlu diganti, diperbaiki, atau bahkan diperkuat.

Meskipun banyak mobil mampu beroperasi dan bertahan hingga usia puluhan tahun, pemerintah di negara-negara maju memberlakukan batasan usia kendaraan karena dianggap lebih sesuai dengan kebutuhan saat ini.

Alih-alih terus mengeluarkan biaya untuk perawatan, lebih baik digunakan untuk membeli yang baru dengan teknologi yang lebih canggih dan ramah lingkungan.

Pemerintah Malaysia mulai mengikuti langkah negara-negara maju dengan melakukan tindakan keras terhadap kendaraan usang yang dianggap membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Dalam ‘Budget 2026’ yang diumumkan pada Jumat (10/10) lalu, Perdana Menteri sekaligus Menteri Keuangan Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim mengumumkan insentif senilai RM 4.000 (sekitar Rp 15 juta) untuk pemilik kendaraan berusia lebih dari 20 tahun yang bersedia mengganti mobilnya dengan kendaraan nasional baru.

Anwar menyampaikan, program ini merupakan hasil kerja sama antara pemerintah dan produsen mobil lokal.

Tujuan yang jelas adalah mendorong masyarakat untuk menghindari penggunaan kendaraan tua yang dianggap tidak layak digunakan dan berpotensi menyebabkan kecelakaan.

Tujuan dari insentif ini adalah mendorong pemilik kendaraan lama untuk melakukan pembuangan dan membeli mobil nasional yang baru. Kendaraan yang sudah terlalu tua cenderung memiliki tingkat risiko yang lebih besar terhadap kecelakaan, kata Anwar saat membacakan pidato anggaran di Parlemen, seperti dikutip oleh The Star.

Tindakan ini dianggap sebagai langkah pencegahan yang dilakukan pemerintah untuk menurunkan potensi kecelakaan lalu lintas serta memperbarui jenis kendaraan yang berada di jalan raya, yang saat ini didominasi oleh mobil-mobil usang.

Selain meningkatkan keamanan, kebijakan tersebut dinilai mampu meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar, mengurangi emisi karbon, serta mendorong perkembangan industri otomotif dalam negeri.

Menariknya, kebijakan ini dianggap sejalan dengan arus global di negara-negara maju seperti Jepang, Korea Selatan, serta beberapa negara Eropa yang telah lama menerapkan pembatasan usia kendaraan.

Negara-negara tersebut mewajibkan pemeriksaan ketat terhadap kendaraan yang sudah berusia tua, bahkan melarang mobil yang melebihi usia tertentu untuk digunakan di jalan umum.

Tindakan Malaysia ini dapat menjadi langkah awal menuju aturan serupa, terutama di tengah meningkatnya perhatian terhadap keselamatan dan isu lingkungan.

Kebijakan insentif ini mendapatkan respon positif dari para ahli transportasi dan pelaku industri otomotif, yang menganggap bahwa peremajaan armada kendaraan sebagai langkah penting dalam mengarah pada sistem transportasi yang lebih aman, efisien, dan ramah lingkungan.