Nasib Kades Rusli Pasca Istrinya Viral Pamer Uang

by -59 Views

Lintaskriminal.co.id –– Inilah nasib Kepala Desa Rengasjajar, Bogot bernama Rusli setelah istrinya memperlihatkan uang dan mengakui bisa membeli polisi.

Selanjutnya, nasib Kades Rusli kini menjadi perhatian setelah istrinya membagikan uang dan mengakui mampu membeli polisi yang viral di media sosial.

Terbaru, Kepala Desa tersebut kini menerima ‘hukuman’ karena tindakan istrinya.

Kepala desa bernama Rusli mengakui bahwa dirinya membuat video pada Juli 2025.

Video tersebut dibuat sebelum tambang di wilayah Cigudeg ditutup oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Karena, video tersebut merupakan status WhatsApp seorang sopir truk pengangkut yang sedang bersama istrinya dan justru diunduh oleh seseorang hingga akhirnya menyebar secara viral.

Rusli menegaskan bahwa video istri dia yang memperlihatkan uang tersebut tidak dimaksudkan untuk merendahkan warga desa yang terkena dampak dari penutupan tambang.

Bagi masyarakat yang terkena dampak, saya sampaikan video tersebut dibuat pada bulan Juli 2025.

“Tidak ada hubungan antara perilaku lurah dengan penghinaan terhadap masyarakat yang terkena dampak dalam situasi saat ini,” kata Rusli, Jumat (31/10/2025), seperti dikutip TribunnewsBogor.com.

“Setelah ditanya, pemilik video yang berisi gambar ibu lurah tersebut adalah salah satu sopir mobil dump truck tronton yang merasa ada orang yang mengunduh unggahan di status WA-nya dan memberikan caption yang berlebihan serta memicu perpecahan dengan warga masyarakat yang terkena dampak,” jelas Rusli.

Rusli kemudian menerangkan asal dari uang yang dipamerkan oleh istrinya.

Ia menyatakan uang tersebut berasal dari usahanya bersama istrinya sebagai pemasok material tambang dan lainnya.

Rusli mengatakan, beberapa orang yang berbisnis dengannya terkadang membayar dengan uang tunai.

“Saya juga merupakan pemasok bersama istri, jika ada yang meminta bahan dikirim menggunakan mobil atau belanja sendiri. Terkadang sopir membawa uang tunai ke kami, mengurus mobil armada dari luar, terkadang melalui transfer,” kata Rusli, dilansir halopadang.id.

“Kami juga memang berasal dari SMA yang menjual dan membeli material batu, split,” tambahnya.

Sebelumnya, beredar video istri Kepala Desa Rengasjajar memperlihatkan uang di dalam kendaraan.

Di dalam video tersebut, terlihat istri Rusli menunjukkan tumpukan uang.

“Berikan uangnya (beri dana),” kata pria yang merekam.

“Uang itu banyak sekali,” sambung istri Rusli.

Istri Rusli juga mengatakan bahwa dia masih menyimpan banyak uang di dalam koper.

“Uang banyak ada di koper,” katanya.

Kemudian, pria yang berada di belakang kemudi bercanda bahwa uang milik istri Rusli cukup untuk membeli seorang polisi.

“Videokeun, videokeun itu. Jangan takut, ini akan dibawa semua bahan, dan polisi juga (Jangan takut, ini mau dibawa semua bahan sama polisinya juga),” katanya.

Dipanggil Inspektorat Kabupaten Bogor

Akibat video istri yang memperlihatkan uang viral di media sosial, Kepala Desa Rengasjajar, Rusli mendapat konsekuensinya.

Ia juga dipanggil oleh Inspektorat Kabupaten Bogor.

Kepala Sekretariat Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menyampaikan bahwa Rusli telah dipanggil pada hari Kamis (30/10/2025).

Pemanggilan tersebut dilakukan guna meminta penjelasan dari Rusli mengenai video istrinya.

“Sudah dipanggil oleh Pak Inspektorat, intinya harus dijelaskan,” katanya kepada wartawan, Jumat (31/10/2025), yang berasal dari TribunnewsBogor.com.

Ajat mengatakan, berdasarkan informasi yang ia terima, video tersebut difilmkan beberapa bulan sebelum penutupan sementara tambang oleh Gubernur Jawa Barat.

Selain itu, ia menyebutkan bahwa istri Rusli adalah seorang pengusaha.

“Video bulan Juli, sebelum penutupan, sebelum saat ini ditutup, jadi dia dipanggil oleh kepala desa,” katanya.

Terpisah, Kepala Kecamatan Cigudeg, Ade Zulfahmi, juga mengonfirmasi bahwa video istri Rusli tersebut memang direkam sebelum Dedi Mulyadi menutup sementara tambang.

Ia juga mengatakan video tersebut dimanfaatkan secara salah oleh seseorang.

“Sudah dijelaskan, jadi itu video dari bulan Juli sebelum penutupan tambang,” katanya kepada wartawan, Kamis.

“Jadi ada yang mengunggah seolah-olah saat ini,” tutupnya.

Artikel ini telah diterbitkan di TribunJatim

Baca artikel lain dari TRIBUN MEDAN di Google News

Ikuti pula informasi lainnya melalui Facebook, Instagram, Twitter, dan Channel WA

Berita menarik lainnya di Tribun Medan