Nuruddin, Korban Ambruknya Musala Ponpes Al Khoziny yang Dikenal Ceria dan Firasat Paman

by -199 Views

Poin Penting:

  • Korban yang Dikenali: Nuruddin (13 tahun, Bangkalan), seorang santri yang tenang dan ceria, teridentifikasi pada hari Minggu (5/10/2025).
  • Kondisi Kematian: Nuruddin meninggal sementara melaksanakan Salat Asar secara berjamaah.
  • Total Pemrosesan DVI: Mencapai 10 jenazah dari 41 jenazah utuh yang diterima oleh Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya.

Laporan Jurnalis Lintaskriminal.co.id -, Luhur Pambudi

Lintaskriminal.co.id -, SURABAYA– Nuruddin (13) adalah salah satu dari 10 santri Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo yang berhasil diidentifikasi oleh anggota Tim DVI RS Bhayangkara Surabaya, pada hari Minggu (5/10/2025) sore, dikenal sebagai sosok yang tenang dan ceria.

Paman Ihya Ulumuddin menyatakan bahwa ia belum mengetahui secara langsung kisah dari korban mengenai firasat yang mengiringi kepergian keponakannya.

Namun, ia sendiri mengakui pernah merasakan suasana yang aneh yang mungkin bisa dianggap sebagai tanda-tanda awal terjadinya runtuhnya bangunan bertingkat tersebut.

Ihya mengungkapkan bahwa pada Senin (29/9/2025) sore kemarin, perasaannya terasa gelisah tanpa diketahui penyebabnya.

Akhirnya berita runtuhnya bangunan musala ponpes itu menyebar di grup alumni ponpes.

Betul, Ihya adalah lulusan ponpes tersebut pada tahun 2010. Beberapa anggota keluarga besar mereka juga demikian, yaitu pernah menempuh pendidikan di Ponpes Al-Khoziny.

“Tapi kalau saya, sore Senin kemarin saya merasa bingung mengapa cuacanya seperti itu. Kejadian diperkirakan pada pukul 3-4 sore, saat saya berada di rumah di Kalikedinding Surabaya, saya mendapat kabar ada kejadian musala roboh. Dan setelah mengecek grup WA, ternyata benar,” katanya di RS Bhayangkara Surabaya, pada Minggu (5/10/2025).

Mendengar berita tersebut, Ihya yang tinggal di Kelurahan Tanah Kalikedinding, Kenjeran, Surabaya segera berangkat ke pesantren untuk mengecek kondisi tempat kejadian.

Ternyata, bangunan musala itu berupa struktur bertingkat yang roboh atau hancur hampir menyatu dengan permukaan tanah.

Namun, setelah mendapatkan informasi dari beberapa kerabatnya, ternyata ada nama Nuruddin, yang menjadi salah satu korban hilang.

“Saya tetap berada di sana sejak kejadian, dan baru kembali hari ini, pakaian saya belum diganti sama sekali. Nuruddin adalah keponakan saya,” katanya.

Nuruddin memiliki tubuh yang kurus tetapi postur tubuhnya tinggi. Selama ini ia dikenal sebagai anak yang baik, tidak nakal, dan ceria. Ihya tidak menyangka bahwa anak sekecil itu harus meninggal dunia dalam kecelakaan buruk tersebut.

Namun, diketahui bahwa Nuruddin meninggal dunia saat menjalankan Ibadah Salat Asar berjamaah dan tepat pada rakaat kedua. Ihya benar-benar terharu dengan Takdir Allah SWT yang ditentukan terhadap nasib keponakannya.

“Orangnya tidak aneh-aneh. Tidak terlalu banyak bicara. Dia ceria. Meninggal dalam keadaan sedang shalat, Ya Allah,” kata Ihya sambil mengusap dada.

Belasan anggota keluarga Nuruddin menangis histeris ketika melihat peti mati berwarna putih yang berisi jenazah Nuruddin dibawa keluar dari Ruang Rekonsiliasi Kompartemen Dokpol RS Bhayangkara Surabaya, untuk dipindahkan ke mobil ambulan yang akan membawanya ke rumah duka, pada malam Minggu.

Sebelum dibawa ke rumah duka di Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan, jenazah Nuruddin dishalatkan bersamaan dengan jenazah Ahmad Rijalul Haq (16) di Tenda Ruang Tunggu Keluarga Korban RS Bayangkara Surabaya.

Sementara itu, Nuruddin adalah salah satu dari dua jenazah yang berhasil dikenali oleh Tim DVI RS Bhayangkara Surabaya, pada hari Minggu (5/10/2025) sore, berdasarkan kesesuaian identifikasi melalui gigi, data medis, dan barang milik.

Kabiddokkes Polda Jatim Kombes Pol dr M Khusnan Marzuki menyampaikan, hingga saat ini Posko DVI RS Bhayangkara Polda Jatim telah menerima 45 kantung jenazah.

Rincian tersebut menyebutkan bahwa 41 di antaranya berisi jenazah yang utuh, sementara empat lainnya berisi bagian tubuh yang ditemukan oleh Tim SAR gabungan dalam operasi pencarian.

Dari 41 jenazah tersebut, sepuluh di antaranya berhasil dikenali atau diketahui identitasnya. Bahkan, delapan jenazah tersebut telah diserahkan dan dimakamkan oleh keluarga.

Rincian, lima jenazah berhasil diidentifikasi oleh Tim DVI Polda Jatim di RSI Siti Hajar Sidoarjo dan RSUD Sidoarjo, pada Senin (29/9/2025).

Kemudian, tiga jenazah berhasil dikenali pada hari Sabtu (4/10/2025). Dan, dua jenazah berhasil dikenali pada hari Minggu (5/10/2025).

“Dari 45 orang tersebut, 5 di antaranya telah diidentifikasi di Sidoarjo, sedangkan 3 orang sebelumnya sudah dikirim ke keluarga. Jadi totalnya 8. Tambah lagi sekarang ada 2 yang telah teridentifikasi. (Totalnya 10),” kata Kabiddokkes Polda Jatim Kombes Pol dr M Khusnan Marzuki di depan Ruang Jenazah RS Bhayangkara Surabaya.

Di sisi lain, memasuki hari ketujuh, Basarnas mengambil keputusan untuk memperpanjang operasi pencarian korban akibat runtuhnya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, pada Minggu (5/10/2025).

Durasi pencarian ditambah dua hingga tiga hari ke depan. Salah satu pertimbangannya adalah kemungkinan masih ada banyak korban yang diduga terkubur di bawah puing.

Setelah keputusan diambil, tim segera kembali bekerja. Ambulans dan dapur umum tetap siaga. Di sisi lain, masih banyak orang tua santri yang tinggal di sekitar asrama putri.

Kepala Operasi Basarnas Yudhi Bramantyo mengatakan, dalam pencarian hari Minggu, tim berhasil menemukan 19 korban.

Semua korban dalam kondisi meninggal dunia. Setelah dievakuasi, jenazah langsung dibawa ke Posko DVI RS Bhayangkara Polda Surabaya.

“Pada hari ketujuh ini, kami akan terus melanjutkan. Artinya, operasi diperpanjang hingga semua korban benar-benar dapat kami temukan,” kata Yudhi.

Laporan Basarnas hingga hari Minggu (5/10/2025) sore menyebutkan bahwa jumlah korban mencapai 149 orang. Dari angka tersebut, 45 orang meninggal dunia. Diantara 45 korban tersebut, dua di antaranya dalam kondisi berupa potongan bagian tubuh (body part).

“Lalu yang selamat sebanyak 104 orang. Kami akan terus melanjutkan pencarian seperti hari-hari sebelumnya,” tutupnya.