Oknum Wakil Rakyat Mencoreng Wajah Sendiri, Pemuda Pelalawan Resah

oleh -209 views
Puluhan pemuda datang ke Kantor DPRD Pelalawan Mempertanyakan Etika Wakil Rakyat Mereka
Puluhan pemuda datang ke Kantor DPRD Pelalawan Mempertanyakan Etika Wakil Rakyat Mereka

RIAU (LK) – Puluhan pemuda yang tergabung dalam Tunas Muda Pelalawan (TMP) bertandang dan menduduki gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang berada di samping Kantor Bupati atau depan Ruang Publik Creatif, Pangkalan Kerinci pada Rabu (17/3) Siang.

Ihwal kedatangan para mantan mahasiswa yang juga aktivis itu dikarenakan adanya keresahan terkait prilaku yang telah mencoreng wajah ‘Negeri Amanah’ oleh beberapa orang oknum wakil rakyat tersebut.

Mulai dari yang menjadi pemeran dalam sebuah video tidak senonoh dan hingga oknum yang menguasai hutan Taman Nasional Tesso Nillo (TNTN) dan menjadikannya perkebunan sawit.

Azman, Koordinator Umum (Kordum) aksi pada Lintaskriminal.co.id mengatakan bahwa aksi itu dilakukan atas dasar keresahan karena tercorengnya wajah lembaga DPRD sebagai wakil rakyat.

Menurut pemuda yang akrab disapa Keman Smokel itu, unsur pimpinan dan Badan Kehormatan (BK) DPRD Pelalawan seharusnya segera mengambil tidakan perihal persoalan rekan-rekannya yang telah melanggar moral dan etika dalam berlembaga.

“Persoalan yang menyangkut moral dan etika lembaga di DPRD harus segera diselesaikan, karena ini juga menyangkut nama baik daerah,” kata Keman Smokel.

Hal senada juga diungkapkan Ketua TMP, Wan Andi Gunawan kepada media ini mengatakan bahwa DPRD Pelalawan tidak lagi produktif dalam menjalankan tugasnya sebagai lembaga pengawas.

“Terutama pengawasan terhadap anggota dalam tubuh lembaga yang telah mencoreng dan menjatuhkan marwah DPRD sendiri,” tandasnya.

Seperti halnya oknum yang melakukan perbuatan tidak senonoh melalui panggilan Video Call, Andi menilai seharusnya unsur pimpinan maupun BK sudah mengeluarkan rekomendasi berdasarkan bukti dan hasil pemeriksaan saksi.

“Tindakan yang harus diambil adalah mengeluarkan rekomendasi berdasarkan kewenangan dan aturan. Terkait oknum yang diduga menguasai lahan di kawasan TNTN secara Ilegal, harus dibentuk tim untuk mencari fakta,” tegas Andi.

Sebelumnya, Tomi Abd Rahman, SH salah seorang Tokoh Pemuda di Kecamatan Langgam mengaku kecewa terkait lambatnya respon ataupun tindakan dari bagian BK, bahkan lembaga DPRD sendiri terkesan menutup-nutupi perbuatan oknum yang melanggar norma-norma itu.

“Kinerja BK patut dipertanyakan, kita menilai tidak wajar saja, persoalan itu seperti sengaja ditutup-tutupi. Ingat, setiap anggota dewan itu harus menjalankan amanah rakyat yang telah percayakan padanya, jadi jangan kecewakan rakyat yang memilih,” pungkas Tomi.

Sementara itu, Ketua DPRD Pelalawan, Baharuddin kepada Lintaskriminal.co.id mengatakan pihak BK sudah menjalankan tugasnya dengan cara memanggil terlapor dan sejumlah saksi untuk memeriksa. Selanjutnya akan dituangkan dalam sebuah rekomendasi.

“Kita tunggu hasil kerja BK dan saya yakin BK pasti profesional dalam menjalankan tugasnya, terutama menilai laporan yang masuk,” tutupnya.

Penulis : Yusman

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *