Padahal Dipungut Sekolah, Siswa Kelas XI SMKN Kerinci Belum Terima Seragam

by -191 views

RIAU,( LK ) – Proyek pengadaan seragam sekolah yang selama ini dianggap sebagai pungutan liar (Pungli) di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Pangkalan Kerinci mulai menuai kontroversi di kalangan orangtua, salah satunya pada tahun 2018 silam yang hingga kini masih ada siswa yang belum menerima baju.

Rosma (nama samaran), salah satu orangtua siswa kepada Lintaskriminal.co.id mengaku hingga saat ini anaknya belum menerima satu stel seragam sekolah, sedangkan anaknya kini sudah menginjak kelas XI. Hal ini tentunya membuat orangtua tidak nyaman dengan pihak sekolah.

“Masih ada seragam sekolah anak saya yang belum selesai hingga saat ini, padahal kami orangtua sudah membayar mahal untuk dapat seragam dari sekolah,” keluhnya.

Tidak hanya lambatnya seragam sekolah selesai, Rosma juga mengeluhkan, jika dibandingkan dengan membeli pakaian seragam di luar sekolah, maka orangtua lebih murah, sedangkan biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli seragam di sekolah cukup mahal.

“Anak saya ada dua orang yang sekolah di SMKN 1 Pangkalan Kerinci, pada tahun 2018 biaya baju di sekolah Rp. 2 jutaan, pada tahun 2019 turun sekitar Rp.  1,7 juta. Tidak tahu apa yang mempengaruhi harga seragam di sekolah turun,” bebernya.

Berbicara tentang harga seragam sekolah, Rosma yang juga memiliki keluarga seorang tukang jahit mengatakan keuntungan sekolah yang memungut biaya seragam itu cukup mahal, sebab biaya jahit seragam langsung ke tukang jahit hanya Rp. 200 ribu per stel.

Sementara pihak sekolah yang mengatasnamakan komite melakukan pungutan untuk 6 stel baju sebesar Rp. 2 juta. Maka keuntungan sekolah mencapai Rp. 800 ribu untuk satu orang siswa dan untuk tahun 2019 dioerkirakan satu orang siswa mendapat keuntungan Rp. 500 ribu.

Kedapan, Rosma berharap pihak sekolah lebih cepat untuk menyelesaikan seragam sekolah, agar siswa dapat bersekolah dengan seragam.

“Kalau kita hitung-hitang, keuntungan pihak sekolah cukup besar, tapi jika dibandingkan dengan selesainya seragam, itu tidak sebanding. Kita berharap pihak sekolah segera menyelesaikan seragam yang tertunda itu,” tutupnya.

 

Yusman

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *