Pandangan Kosong Ayah Ahmad Rijalul Haq Saat Melihat Peti Jenazah Anaknya

by -167 Views

Poin penting:

  • Dua jenazah santri berhasil dikenali pada Minggu (5/10/2025) oleh Tim DVI RS Bhayangkara Surabaya: Nuruddin (13) asal Bangkalan dan Ahmad Rijalul Haq (16)
  • Sulaiman, ayah dari Ahmad Rijalul Haq, menerima kenyataan dengan ikhlas setelah hampir seminggu mencari putranya.

Liputan Jurnalis Lintaskriminal.co.id -, Luhur Pambudi

Lintaskriminal.co.id -, SURABAYA-Mata Sulaiman terlihat kosong saat menatap peti jenazah putranya, Ahmad Rijalul Haq (16), yang namanya baru saja diumumkan oleh Tim Forensik Posko DVI RS Bhayangkara Surabaya, pada Minggu (5/10/2025) malam.

Cara melihatnya tetap sama meskipun peti jenazah tersebut akan dipindahkan ke ruang tunggu keluarga untuk dishalatkan bersama dengan peti jenazah lain; Nuruddin (13).

Sulaiman berharap anaknya akan selamat dalam kejadian runtuhnya bangunan bertingkat tersebut. Namun, setelah beberapa hari berkeliling ke berbagai rumah sakit rujukan yang menangani para korban, nama Ahmad Rijalul Haq masih belum ditemukan, pria berpeci hitam itu hanya bisa menerima kenyataan.

Apalagi ketika diketahui bahwa nama anaknya terungkap dari hasil pemadanan data Post-Mortem (PM) RSBB-021 dengan data Ante-Mortem (AM) melalui kesamaan bentuk gigi, catatan medis, properti, dan sidik jari, Sulaiman tidak lagi mampu berkata-kata.

Setelah menunggu hampir seminggu, ternyata anak tersebut diketahui meninggal akibat tertimbun reruntuhan bangunan. Keinginan Sulaiman hanya ingin jenazah putranya segera dibawa ke rumah duka di kawasan Jalan Dapuan Baru, Surabaya.

Mengingat sosok anak kedua dari empat bersaudara tersebut, Sulaiman mengakui akan merasa rindu. Terlebih lagi, anak itu memiliki sifat yang baik dan patuh. Selama ini, ia tidak pernah menentang.

Meskipun demikian, Sulaiman tidak ingin terus-menerus berduka. Ia selalu berusaha agar tetap mengingat bahwa kematian putranya terjadi dalam kondisi terbaik, yaitu sedang menuntut ilmu dan menjalankan Salat Asar.

“Anak saya Rizal tidak pernah mengatakan tidak, dia terus-menerus mengatakan ya. Dia penurut,” katanya saat diwawancarai di RS Bhayangkara Surabaya, pada Minggu (5/20/2025) malam.

Sementara itu, dua jenazah korban runtuhnya Pondok Pesantren Al-Khoziny Buduran Sidoarjo berhasil diidentifikasi oleh anggota Tim DVI RS Bhayangkara Surabaya, pada hari Minggu (5/10/2025).

Ternyata, mereka termasuk kalangan santri dari pondok pesantren tersebut. Salah satunya adalah warga Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Dan, satu jenazah lainnya merupakan warga Kota Surabaya.

Pengungkapan identitas dua jenazah hari ini menambah daftar nama korban jiwa dalam kejadian tersebut, sehingga total menjadi 10 jenazah.

Rincian, lima jenazah berhasil dikenali oleh Tim DVI Polda Jatim di RSI Siti Hajar Sidoarjo dan RSUD Sidoarjo, pada Senin (29/9/2025). Selanjutnya, tiga jenazah, berhasil diidentifikasi pada Sabtu (4/10/2025).

Identitas jenazah yang telah diidentifikasi pada hari Minggu (5/10/2025). Pertama, jenazah dengan nomor Post-Mortem (PM) RSBB-011 berhasil dikenali melalui gigi, data medis, dan barang bawaan. Sesuai dengan data Ante-Mortem (AM) nomor 041 yaitu Nuruddin, laki-laki, berusia 13 tahun, tinggal di Jalan Karanggayam, Blega, Bangkalan.

Kedua, jenazah bernomor PM RSBB-021 telah diidentifikasi melalui gigi, data medis, barang bawaan, serta sidik jari. Sesuai dengan data AM-035 yang merupakan Ahmad Rijalul Haq, laki-laki berusia 16 tahun, tinggal di Jalan Dapuan Baru 1, nomor 57, Surabaya.

Kabiddokkes Polda Jatim Kombes Pol dr M Khusnan Marzuki menyampaikan, hingga saat ini Posko DVI RS Bhayangkara Polda Jatim telah menerima 45 kantung jenazah.

Rincian tersebut, 41 di antaranya berisi jenazah yang utuh, sementara empat lainnya berisi bagian tubuh yang ditemukan oleh Tim SAR gabungan dalam operasi pencarian.

Dari 41 jenazah tersebut, sepuluh di antaranya berhasil dikenali atau diketahui identitasnya. Bahkan, delapan jenazah telah diserahkan dan dimakamkan oleh keluarga terkait.

Rincian, lima jenazah berhasil dikenali oleh Tim DVI Polda Jatim di RSI Siti Hajar Sidoarjo dan RSUD Sidoarjo, pada Senin (29/9/2025).

Kemudian, tiga jenazah berhasil dikenali pada Sabtu (4/10/2025). Dan, dua jenazah berhasil dikenali pada Minggu (5/10/2025).

“Dari 45 ini, 5 di antaranya telah diidentifikasi di Sidoarjo, sedangkan 3 yang lain sudah dikirim ke keluarga kemarin. Jadi totalnya 8. Tambah lagi sekarang ada 2 yang telah teridentifikasi. (Totalnya 10),” kata Kabiddokkes Polda Jatim Kombes Pol dr M Khusnan Marzuki di depan Ruang Jenazah RS Bhayangkara Surabaya.

Tentu, setelah identitas jenazah tersebut diumumkan. Dr Khusnan akan segera menyerahkan jenazah tersebut kepada keluarga untuk segera dikuburkan.

Pihaknya akan menyediakan layanan lengkap sesuai permintaan keluarga yang mungkin ingin melihat kondisi jenazah.

Mungkin saja keluarga ingin melakukan shalat jenazah terlebih dahulu sebelum jenazah dibawa oleh ambulans ke rumah duka.

Dr Khusnan menegaskan, pihaknya telah menyediakan seluruh fasilitas tempat dan peralatan yang diperlukan untuk melaksanakan salat jenazah di salah satu tenda khusus di area Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya.

“Lalu jika dia ingin berdoa di sana juga boleh. Artinya kami berupaya memfasilitasi sebaik mungkin,” tutupnya.